Laman

  • Home
  • GARAGE SALE!!!
  • About Me
  • Contact Me

Thursday, July 17, 2014

Catatan Rasya (27): Tak Terbendung Lagi!

Jadi ibu itu harus sabar. Sabar menghadapi segala tingkah laku anak, dari yang lucu menggemaskan sampai yang bikin sebal plus kesal. Penambahan ekstra sabar juga berlaku untuk urusan pencapaian milestone anak. Dalam cerita ini, saya sempat berpikir ingin membawa Rasya ke dokter spesialis tumbuh kembang anak, mungkin saja perlu terapi wicara. Sampai saya menulis cerita ini, bahkan saat saya sudah di Jakarta pun, saya belum membawa Rasya ke sana. 

Alasannya, tanggul Rasya sudah jebol! 

Iya, bendungan yang selama ini menahan kemampuan Rasya memproduksi kata sudah terbuka perlahan tapi pasti! Dalam waktu kurang dari 30 hari sejak saya berhenti bekerja, kamus kosakata Rasya bertambah banyak. Apalagi sejak saya pindah ke rumah orang tua yang lebih ramai, membuat Rasya semakin cepat dan aktif belajar kata-kata baru. Setiap hari ada saja kata-kata baru yang ia ucapkan. Itu saja sudah mengundang decak kagum dari diri saya, dan tentu saja rasa bangga serta syukur, Alhamdulillah.

Ditambah lagi Rasya mulai masuk PAUD di dekat rumah, semoga saja ini mampu merangsang Rasya untuk lebih pintar merangkai kata dan bersosialisasi. Soal sekolah akan saya ceritakan pada tulisan lain ya. 

Sebelum lupa, saya coba mendaftar kata-kata apa saja yang sudah fasih dilafalkan Rasya.

Nama orang/keluarga
Benda
Warna
Kata kerja
Rasya (caa-caah)
air (aa-iii)
biru (bi-uu)
mau
Mama
cincin (ci-cin)
merah (me-haa)
main
Yayah
bis
hijau (hi-jau)
bobo
Akas (aaa-kaass)
pampers (paepes)
kuning (ku-ni)
makan (mam)
Mbay (mbai)
(shuttle) cock
ungu (u-uu)
minum (mi)
Uti (uuu-iii)
bola (bol)
putih (pu-ti)
nggak (gak!)
Atung (aaaa-uung)
kue (kueh)
hitam (hi-taa)
naik
Oom Gilang (om jiii)
jeans (jis)
jingga (ji-gaa)
best : hebat, pintar
Oom Kiky (om cici)
keju (ke-hu)
pink (ping)
bau 
Memey



Nova (ooo-paa)



Nin



Mbak



Kakak



Dedek



Ibu



Bapak



Bayi, baby (be-bi)




Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa anak punya timing sendiri untuk mencapai milestone-nya. Berhentilah membandingkan anak dengan anak orang lain, nyaris tak ada hasilnya, kecuali kita sendiri yang makin stress dan pusing. Bandingkan saja perkembangan anak dari bulan ke bulan, peningkatan sekecil apapun pasti membuat kita bahagia luar biasa melihatnya! Oya, sedikit menutup telinga terhadap komentar-komentar negatif soal tumbuh kembang anak juga boleh kok. Saya pernah merasa agak tersinggung dibilang kurang bawel gara-gara Rasya masih sedikit bicara. Tapi dipikir-pikir lagi, kok rugi amat tersinggung, saya juga yang capek ati kan

Selama kita tahu bahwa anak betul sehat dan proses tumbuh kembangnya baik, lakukan saja apa yang menurut kita BENAR untuk ANAK KITA. Perhatikan juga masukan dari orang terdekat, yang tahu persis bagaimana perkembangan anak kita. Kalau ada yang mengkhawatirkan, nggak ada salahnya kok pergi ke dokter. Browsing sana-sini juga boleh, tetapi jangan menyimpulkan sendiri yaa, terutama jika kita tidak punya latar belakang medis. 

Sudah tentu, stok sabar juga harus diperbanyak! Percaya deh, buah kesabaran itu manis dan nikmat, senikmat mendengarkan kata-kata mengalir deras dari bibir mungil si kecil :D

Aaa-iiii(r)!

Tuesday, July 08, 2014

Cinta Ibu, Dari Kandungan ke Dunia

Setiap melihat Rasya tidur, ingatan saya kerap kembali ke waktu 39 bulan lalu: 30 bulan usia Rasya dan 9 bulan ia dalam rahim saya. Beratus-ratus kali saya menceritakan kembali proses kehamilan dan melahirkan Rasya, tetapi selalu terselip perasaan hangat dan haru tiap saya menuliskan ini. Bagi ibu, pengalaman hamil dan melahirkan itu ajaib! Bagi saya, membawa Rasya selama 9 bulan, melahirkannya, dan membesarkannya adalah bentuk cinta yang tak ternilai. Beginilah cerita saya.

Kehamilan kedua
Pasca blighted ovum pada 'kehamilan' pertama, Alhamdulillah saya dihadiahi lagi 45 hari setelah dikuret. Kalau kata dokter, terlalu cepat, tapi ya maklumlah, namanya juga (waktu itu) masih pengantin baru. Senggol sedikit, eh jadi! Berbekal pengalaman tak menyenangkan sebelumnya, saya pun baru mengumumkan pada dunia tentang kehamilan itu saat usia 12 minggu.

Trimester pertama saya lewati dengan mual muntah setiap pagi, baru trimester kedua saya merasa lebih nyaman dan happy. Bahkan saya sempat terbang ke Jakarta sendiri, dan rasanya bangga sekali saat ditanya, 'Mbak lagi hamil?' oleh orang-orang yang melihat perut nyembul sedikit. Apalagi, nafsu makan lebih enak, mau melakukan apapun bisa. Jadilah, momen pulang kampung itu saya rayakan dengan memuaskan ngidam yang tertunda.

Namun, masuk trimester ketiga, perut yang semakin buncit bikin saya mudah lelah dan sulit tidur. Lupakan posisi tidur telentang, posisi tidur miring dengan perut disangga bantal tipis dan punggung disangga guling adalah posisi terbaik. Hobi masak pun agak terlantar gara-gara saya nggak kuat berdiri lama. Lumayan banyak keluhan sih, tetapi nggak menghentikan saya untuk melakukan sesi foto perut buncit bersama suami, hehehe.
Usia kehamilan 34 minggu
Rasya datang!
Suatu pagi di bulan Januari 2012, sesuai kesepakatan dengan dokter kandungan, saya bersiap menuju ruang operasi. Saya sempat menunggu sekitar 15 menit di luar ruang operasi. Tangan saya terus menggenggam tangan suami dan Mama saya, karena saya hanya sendirian saat dioperasi. Begitu semua siap, saya pun digiring ke ruang operasi yang besar dan dingin. Tepat di bawah lampu super terang saya terbaring. Setelah disuntik obat bius, perlahan bagian bawah tubuh saya terasa kebas. Dokter sempat berkata, 'Ibu kalau mau lihat operasinya bisa lho lewat pantulan di lampu itu.' Saya cuma tertawa dan bilang, 'Waduh, ngeri dok. Untung minus mata saya tinggi, jadi nggak bisa lihat jelas bayangan proses operasinya!' 

Operasi pun dimulai. Perut yang terasa kebas tetap seperti digelitik saat dokter mengoperasinya. Saya merasakan perut saya diobok-obok. Satu waktu saya merasa sesak ketika perut dirogoh-rogoh. Susah payah saya bilang bahwa saya sesak dan mual, dan tahu-tahu saya muntah. Tak lama setelah 'sensasi' itu berlalu, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Saya terkesiap, itu anak saya? Hingga perawat menunjukkan seorang bayi mungil terbungkus kain kelinci berwarna hijau, 'Selamat ya, Bu. Anaknya laki-laki, sehat dan sempurna.' Sekali lagi saya terpana, dan mengucap syukur dalam hati, lalu berkata, 'Kamu ganteng sekali, Nak.' Seperti mimpi! :')
Ekspresi pertama Rasya yang terekam kamera Ayah
Pasca operasi, saya masih harus istirahat dan belum bertemu Rasya. Selang beberapa jam, perawat membawa Rasya dan untuk pertama kalinya, saya menyusui si jagoan kecil. Kulit Rasya tampak memerah, lapisan putih yang menyelimuti tubuhnya belum bersih betul, rambutnya masih lengket, tetapi saya tetap merengkuh dan menciuminya berkali-kali. 'Ini lho, mahluk mungil yang sering nendang-nendang perut saya,' begitu pikir saya, takjub.

Malam pertama rawat inap di RS, kami sudah tidur dalam satu kamar, saya, suami, dan Rasya. Saya ingat betul, justru suami yang pertama kali menenangkan Rasya yang terbangun tengah malam karena buang air besar. Ia pula yang menggantikan diapers Rasya dengan Pampers New Baby Diapers, yang memang sudah saya siapkan sebelum lahiran. Saya saja kalah sigap, hehehe, maklum baru selesai operasi caesar, duduk saja sulit. Namun, setidaknya saya juga ikut berkontribusi dalam adegan pertama suami mengganti popok Rasya, yakni memilihkan diapers yang tepat :)

Perawatan Kulit Bayi
Sebagai ibu baru, masukan-masukan dari orang tua maupun teman selalu saya ingat baik-baik. Apalagi perawatan kulit bayi baru lahir kan berbeda dengan perawatan kulit orang dewasa, jadi tidak boleh sembarangan. Ada banyak hal yang harus dilakukan kalau bicara soal perawatan kulit bayi, from head to toe! Ini catatan penting yang saya dapatkan selama mengurus bayi Rasya.
Senyum lebar Rasya sehabis berganti popok :)
  • Mandi dengan suhu air yang tepat. Ritual mandi selalu menarik untuk diikuti. Awalnya saya takut memandikan Rasya, tapi lama-lama jadi biasa dan menyenangkan. Siapkan seluruh perlengkapan sebelum mulai memandikan. Pakai sabun khusus bayi ya, sehingga kulit bayi tetap lembut dan halus.
  • Pilih kosmetik bayi yang aman. Untuk bayi baru lahir, penggunaan minyak telon hanya di sekitar perut dan punggung, gunakan secukupnya. Begitu pula dengan bedak dan jangan memberikan bedak di area kelamin. 
  • Perhatikan kebersihan tali pusar dan area kelamin. Sehabis mandi, saya membersihkan tali pusar, diseka dan dikeringkan. Begitu pula setiap Rasya buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan kapas yang dicelupkan air hangat secara lembut, dan keringkan, baru pakai popok kain bertali. Jika tidur malam atau jalan-jalan, baru saya pakaikan diapers alias popok sekali pakai kualitas terbaik.
  • Pilih pakaian bayi dengan bahan katun yang lembut dan menyerap keringat. 
  • Pastikan kebersihan pakaian bayi. Ingat banget, saat baru melahirkan tiba-tiba pembantu yang biasa cuci-seterika mendadak berhenti. Saya pun turun tangan langsung, mulai dari menyediakan dua ember untuk pakaian kotor Rasya, selalu mengucek popok Rasya yang kotor secara terpisah, menggunakan sabun pencuci dan pelembut pakaian khusus bayi, mengeringkannya dengan baik, dan menyeterikanya dengan seksama. Pantang bagi saya untuk memakaikan langsung pakaian yang baru kering, tanpa diseterika lebih dulu. Panas seterika akan membantu pakaian lebih bersih dan rapi, sekaligus mematikan 'kuman' yang tak terlihat, begitu pesan seorang teman.
  • Bersih-bersih sebelum dan sesudah menyusui. Saat menyusui Rasya pun saya selalu membersihkan diri lebih dulu, cuci tangan, dan membasuh puting dengan kapas hangat, keringkan, baru menyusui Rasya. Setelah menyusui pun, area sekitar mulut Rasya saya basuh kembali, memastikan tidak ada sisa ASI.
  • Minimalkan penggunaan obat-obatan jika terjadi masalah pada kulit bayi. Alhamdulillah kulit Rasya terbilang sehat dan baik saat awal kelahirannya. Namun, beranjak usia dua bulan, wajah Rasya pernah dihiasi oleh tujuh luka kecil bekas gigitan nyamuk! Aduh, saya panik banget! Akan tetapi, saya nggak berani memberikan salep, apalagi luka itu ada di wajah. Browsing sana-sini, tanya ke beberapa teman, saya malah memperoleh informasi bahwa luka bekas gigitan nyamuk bisa teratasi hanya dengan mengoleskan ASI. Iya, ASI kita, ibunya. Oles saja tipis-tipis pada luka yang kering, 2 - 3 hari kemudian bekas luka itu mulai memudar. Berhasil!
Pampers dengan #5starsprotection
Perawatan kulit bayi baru lahir harus didukung oleh pemilihan produk yang tepat, termasuk memilih diapers. Setiap bayi punya kondisi kulit yang berbeda, sehingga memilih diapers yang tepat bisa mengurangi resiko terjadinya alergi pada kulit bayi, selain dengan selalu menjaga kebersihan area yang tertutup popok tentunya. Diapers andalan harus punya kriteria ini: punya daya serap baik, ergonomis - nyaman dipakai dan mengikuti pergerakan bayi, dan lembut untuk kulit bayi, sehingga tidak menimbulkan iritasi kulit atau ruam popok. 

Kini Pampers memperkenalkan inovasi baru #5starsprotection untuk bayi baru lahir. Menilik lima keunggulan Pampers ini sudah pasti menjadikan Pampers sebagai andalan, terutama untuk si kecil yang baru saja melihat dunia. Apa saja sih keunggulan #5starsprotection dari Pampers ini?
  1. Lapisan dalam Pampers #5starsprotection mengandung lidah buaya, sehingga mampu melindungi kulit bayi agar tetap lembut dan menghindari resiko ruam popok.
  2. Daya serap Pampers #5starsprotection yang tinggi mampu menjaga kulit bayi tetap kering selama 12 jam, bayi pun bisa tidur nyenyak.
  3. Bahan Pampers #5starsprotection berkualitas tinggi, selembut kapas, bayi pun nyaman mengenakannya, tanpa khawatir terkena iritasi akibat gesekan kulit dan popok.
  4. Pampers #5starsprotection memiliki rongga udara yang berfungsi sebagai sirkulasi udara, sehingga kulit bayi tetap bisa 'bernafas' meski mengenakan popok untuk waktu lama. 
  5. Desain popok Pampers #5starsprotection dibuat senyaman dan sefleksibel mungkin, sesuai bentuk tubuh bayi yang baru lahir. 
Inovasi terbaru dari Pampers ini betul-betul menakjubkan, apalagi untuk ibu yang sering khawatir soal perawatan kulit bayi. Seperti mendapatkan mitra jempolan untuk membantu merawat kulit si kecil! 

Menceritakan kembali bagaimana merawat Rasya saat bayi dengan segala tantangannya, terutama perawatan kulit, rasanya ingin punya bayi lagi, hehehe. Saya yakin, perjalanan hamil-melahirkan selalu menjadi fase luar biasa bagi setiap perempuan, ibarat jatuh cinta lagi. Cinta ibu adalah keinginan merawat, menjaga, dan melindungi, bahkan sejak hari pertama kita sadar ada makhluk kecil yang tinggal dalam kandungan ini.

Saat anak lahir ke dunia, bagaimana merawat, menjaga, dan melindungi anak adalah tantangan sepanjang hidup orang tua, ayah dan ibu. Salah satu cara yang tepat yakni memilih Pampers dengan #5starsprotection sebagai mitra untuk memberikan perlindungan lebih pada kulit anak. Tentu saja ini pun bentuk cinta ibu. Karena Pampers dan ibu punya satu kesamaan, ingin memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan kulit si kecil.   

Semua itu berawal dari cinta ibu, dari kandungan ke dunia. 




Punya pengalaman berkesan selama hamil, melahirkan, dan merawat kulit bayi baru lahir? Yuk, ikuti lomba Dari Kandungan ke Dunia Bloggers Writing Competition, klik di sini ya :) 

Saturday, June 28, 2014

Here I Am :)

Pinjam di sini

Sebetulnya, apa sih comfort zone itu?

Comfort zone adalah suatu keadaan saat kita selalu melakukan sesuatu yang rutin, dan berubah menjadi kebiasaan yang membuat kita merasa nyaman. Comfort zone bukan soal apakah ini baik atau buruk, tetapi hal ini memang sangat manusiawi. Di mana pun kita berada, kita akan membangun zona nyaman kita sendiri.[1] Berada di zona nyaman memang menyenangkan, tetapi bagaimana jika kita malah merasa terjebak, stuck di dalamnya? Hingga kita berpikir bahwa kita harus melakukan aktivitas baru untuk membuat hidup lebih berwarna atau malah melakukan suatu lompatan besar!

Cara pertama untuk me-refresh zona nyaman kita adalah: melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan. Sekedar menata ulang perabot rumah, mencoba menu baru di resto favorit, berekreasi ke alam terbuka daripada ke mall, atau menginap semalam di hotel dekat rumah bersama keluarga. Hal kecil yang membuat kita lebih bersyukur betapa menyenangkannya rutinitas harian itu!

Namun, bagaimana dengan perubahan besar dalam hidup keluarga? Ya, merencanakan sebuah lompatan besar!

Seperti yang tengah saya alami bersama keluarga kecil saya. Pertama kali mendengar rencana besar suami, saya super excited! It was a year ago. Seiring waktu, satu persatu langkah mewujudkan rencana itu mulai nyata, salah satunya kini saya seorang job-seeker. Kini, saya sudah berada di depan pintu rencana besar yang telah terwujud itu. Tinggal membuka pintu dan masuk ke dalamnya. Namun, perasaan takut dan khawatir kerap bermunculan dalam diri.

Lha kok bisa?

Ya, karena saya tahu saya akan berhadapan dengan sesuatu yang besar: tinggal kembali dalam hiruk pikuk ibukota. Setelah tiga tahun saya tinggal di kota kecil, saya merasa khawatir pada banyak hal, terutama soal fleksibilitas waktu. Sudah lama macet tidak menjadi sahabat saya, sebab saya terlalu terbiasa dengan waktu tempuh yang nggak sampai durasi satu lagu dari rumah ke tempat kerja. Saya pun terlalu santai dengan jam kerja yang super nyaman, yang memungkinkan saya pulang istirahat siang bertemu Rasya di rumah.

But the show must go on. Berita Mama sakit membuat saya harus berangkat lebih awal dari rencana. Dan di sinilah saya sekarang, di rumah orang tua, bersiap untuk mengurus Mama pasca rawat inap, bersiap untuk membesarkan Rasya di sini, dan tentunya bersiap untuk bikin zona nyaman lagi.

Toh pada akhirnya, kita sendiri juga yang menentukan, mau hidup ribet atau hidup simpel. Kalau mikirin ketakutan mah, malah nggak bisa berbuat apapun yang mengubah ketakutan itu. Segala ketakutan dan kekhawatiran itu harus dihadapi, dijalani, dan dinikmati. Masa penyesuaian diri seperti ini ibarat transisi dari satu fase kehidupan ke fase kehidupan berikutnya. Saya yakin, saya, suami, dan Rasya dapat menyesuaikan diri dengan cukup baik di kota super sibuk ini.

Here I am now, in my hometown  :)



[1] Are Your Comfort Zones Holding You Back? Published on September 2, 2010 by Carolyn L. Rubenstein in Now Is Everything, diakses lewat http://www.psychologytoday.com/blog/now-is-everything/201009/are-your-comfort-zones-holding-you-back

Wednesday, June 18, 2014

Semangat Membaca dalam Keluarga Kami

Toko buku adalah tempat kencan favorit saya dan suami saat kuliah dulu. Pun setelah menikah, toko buku selalu ada di daftar teratas tempat wajib kunjung di mana pun kami berada. Apalagi kalau jalan-jalan di Jakarta! Bahkan, kami rela merogoh kocek lebih dalam supaya bisa terbang dengan Garuda Indonesia. Alasannya satu, agar bisa cuci mata di Periplus, Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta :D

Semua berawal dari kecintaan saya pada buku. Membaca merupakan hobi pertama saya, sejak kecil. Mama saya berulang kali bercerita bahwa saya sudah langganan majalah Bobo sejak usia 1 tahun dan selalu minta dibacakan. Orang tua saya pun dengan senang hati menyediakan fasilitas buku-buku di rumah. Mulai dari majalah, surat kabar, tabloid, ensiklopedi, kamus, buku cerita, hingga komik. 

Membaca bagi saya menjadi jiwa dari segala rangkaian kata yang saya buat. Karena saya punya pengetahuan, maka saya bisa menguraikan pengetahuan yang saya miliki dengan kata-kata. Karena membacalah, saya bisa menulis. Alhamdulillah, pengalaman membaca sejak kecil membuahkan hasil manis lewat sebuah tulisan. Saya pun semakin yakin, saya harus menularkan hobi membaca pada Rasya!
Rak buku pertama kami
Sebagian koleksi buku di rumah 
Untunglah suami punya hobi sama. Sejak menikah, saya dan suami bercita-cita suatu hari punya pojok baca di rumah. Koleksi buku kami pun terus bertambah, dan tak akan berhenti karena kami selalu lapar mata setiap ada di toko buku manapun! Terlebih lagi setelah Rasya hadir, pasti ada alasan untuk membeli buku!

Rasya sudah sering saya bacakan buku saat dalam kandungan. Usia tiga bulan ia punya soft-book yang bisa digigit-gigit. Beranjak 6 bulan, ayahnya membelikan board-book pertama. Usia 11 bulan, Rasya punya satu set board-book Mickey Mouse dan tetap menjadi favoritnya hingga saat ini! 

Membaca jugalah yang membantu Rasya meningkatkan kemampuan berbahasa. Setelah mengenal huruf, ia mulai melafalkan setiap huruf yang ia lihat, tinggal merangkaikannya menjadi kata. Kini ia mampu melafalkan hampir seluruh huruf dengan tepat! Belakangan, Rasya semakin lihai meniru kata dan perbendaharaan kosakatanya perlahan bertambah.

Setiap hari saya atau suami membacakan buku-buku favorit pilihannya. Jika ada buku atau majalah baru, pasti ia segera membuka dan minta dibacakan. Rasya yang super aktif pun langsung tenang dan tekun menyimak cerita yang saya bacakan.

Halaman aktivitas sekarang jadi favorit Rasya
Kini, membaca adalah bagian dari keseharian keluarga kami di rumah. Saat Rasya bermain, saya sempatkan intip majalah atau buku sejenak (me-time singkat yang berharga!). Menjelang tidur, suami membolak-balik halaman buku Quiet karya Susan Cain. Sebelum kelonan dengan Rasya, saya membacakan cerita rakyat mini: Lutung Kasarung – Keong Mas – Cindelaras, sampai ia mengantuk dan kami pun tidur bersama.

Dulu saya membaca untuk diri sendiri. Sekarang, saya membacakan cerita untuk Rasya, membaca buku-buku njelimet dan penuh teori untuk berdiskusi dengan suami, dan membaca novel favorit untuk memuaskan imajinasi!

Sudah baca buku hari ini?
“Books are the plane, and the train, and the road. They are the destination, and the journey. They are home.” 
― Anna QuindlenHow Reading Changed My Life

*)Tulisan ini disertakan dalam "3rd Giveaway: Tanakita - Hobi dan Keluarga" 

Saturday, June 14, 2014

Officially A Job Seeker

Kemarin adalah hari terakhir saya bekerja sebagai guru. Untuk sebuah rencana besar, saya memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja. Meski dua minggu ke depan masih bolak-balik ke sekolah untuk serah terima pekerjaan, tetap saja, status saya sekarang ibu rumah tangga alias pengangguran alias job-seeker :D

Sambil menikmati masa-masa jadi job-seeker, saya tampaknya akan sibuk beres-beres rumah, menemani Rasya lebih sering, dan memastikan seluruh pekerjaan saya sebelumnya sudah diserahkan pada rekan kerja. Rasanya campur aduk, ketika sudah melakukan hal yang sama selama tiga tahun, lalu sebuah rencana besar mendorong saya keluar lagi dari zona nyaman saat ini. Ada rasa senang, tapi juga ada rasa deg-degan plus khawatir. Berharap kami sekeluarga bisa menyesuaikan diri dengan mudah di sana, terutama suami dan juga Rasya. Saya sih judulnya kembali ke rumah masa kecil, should be no worry. Kembali jadi anak, tetapi anak beranak hehehe. 

Ini adalah rencana besar yang terwujud berkat rezeki yang diberikan Allah SWT. Semoga persiapan pindah ini berjalan lancar! Doakan kami ya :)

Pinjam di sini

Thursday, June 05, 2014

Berbagi Penghargaan: The Liebster Award

Akhir pekan lalu, seorang teman kuliah men-tag saya di Facebook dan bermaksud menghadiahkan sebuah award. Nian memberikan saya The Liebster Award, sebuah penghargaan yang diberikan dari seorang blogger pada blogger lain. Rupanya penghargaan ini mirip 'pesan berantai' yang tidak diketahui asal muasal pencetusnya. Di sini banyak sekali versi aturan main pemberian Liebster Award. Selain itu, kita bisa menerima atau menolak dan tidak meneruskan award ini. Saya sih menganggap penghargaan ini sebagai pengakuan atas eksistensi kita di kancah blogger. Sekaligus bukti bahwa ada juga yang jalan-jalan ke blog saya, hehehe.

Jadi, terima kasih Nian, untuk penghargaannya. Dengan senang hati saya terima dan akan saya teruskan! *pasang ikat kepala*
Pinjam di sini

Nah, aturan Liebster Award yang saya ikuti persis seperti yang disebutkan teman saya di blognya.
  • Membuat postingan tentang award ini di blog
  • Mengucapkan terima kasih pada blogger yang telah menominasikan award ini
  • Menuliskan 11 hal tentang diri kita
  • Memilih 11 blogger untuk menerima award ini dan memberikan 11 pertanyaan untuk dijawab teman blogger tersebut
Hmm... sekarang saya harus menuliskan 11 hal tentang diri saya. Mulai dari mana ya? Kayaknya bakal random banget nih! Yuk dimulai!
  1. Saya sudah nge-blog sejak kuliah, sekitar tahun 2006. Beberapa kali berganti judul blog, akhirnya memilih nama 'Cerita Si Hejo' karena saya suka sekali warna hijau.
  2. Saya orang yang cukup perfeksionis, semua harus sesuai rencana dan ideal. Pekerjaan rapi itu harus, maka saya selalu mengeceknya berulang-ulang sampai yakin betul. 
  3. Saya orangnya nggak bisa diam, ada saja yang dikerjakan di rumah. 
  4. Hobi saya sejak kecil: baca dan menulis. Sampai SMA saya masih rajin nulis diary atau buku harian. SMP sampai kuliah saya selalu punya satu buku yang di-sharing dengan sahabat dekat. Isi buku itu curhat soal macam-macam, dari pelajaran, sekolah/kuliah, dan tentu saja cowok yang ditaksir.
  5. Sejak SMA, saya terpikir untuk bekerja di sekolah atau membuat sekolah sendiri. 
  6. Menulis dan sharing adalah passion saya. Saya senang sekali bisa berbagi pengalaman lewat blog atau bercerita banyak dengan murid-murid saya. Satu pertanyaan dari murid bisa membuat saya bercerita panjang lebar. Saya selalu bersemangat kalau ada murid yang bertanya soal cita-cita atau masa depan! Karena itu adalah satu pertanyaan yang akan membuat kita membuka lebar-lebar pikiran kita bahwa ada banyak pilihan yang bisa kita ambil, dan tergantung kita mau melakukan jalan yang mana.
  7. Saya dan suami pacaran 5 tahun, 2 tahun ketemu setiap hari, 3 tahun LDR. Saking lamanya pacaran, saya nggak merasa ada yang berubah setelah menikah! Namun, tiap dengar lagu 'LDR' Raisa atau 'Dekat di Hati' RAN, saya langsung galau keingat zaman pacaran dulu :p
  8. Karena punya adik laki-laki dengan beda usia jauh, saya ingin sekali punya anak pertama laki-laki juga. Sudah terbiasa ngurus anak laki-laki dan bakal irit beli mainan!
  9. Saya pernah mengalami blighted ovum dan harus dikuret sebelum hamil Rasya.
  10. Suami adalah partner diskusi menyenangkan. Kami biasa mendiskusikan banyak hal tentang persoalan dunia, dari yang seru-seru hingga hal yang serius seperti capres. Ehm, tapi untuk urusan politik pada dasarnya kami memang nggak begitu berminat sih, makanya sampai sekarang masih galau soal capres mana yang akan dipilih!
  11. Saya sangat dekat dengan keluarga besar, maka pindah kota dan berjauhan dengan keluarga besar adalah tantangan saat saya menikah. Hal itu terbayar saat saya pulang Lebaran dan bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar, ketawa-ketiwi sama para sepupu, dan curhat dengan para tante. Apalagi sekarang keluarga besar kami sudah punya tiga anggota tambahan, yaitu para cicit. Pasti para cicit ini akan jadi bintang pada setiap pertemuan keluarga besar :)
Fiuuuh, itulah 11 fakta tentang diri saya. Sekarang waktunya menjawab pertanyaan dari Nian!
  1. Ibu seperti apa yang ideal? Ibu ideal bagi saya adalah ibu yang bahagia. Sebab sumber kebahagiaan di rumah berasal dari ibu. Jika kita sebagai ibu tidak bahagia, bahkan tidak bisa menerima diri sendiri, maka aura ketidakbahagiaan itu akan menular ke anggota keluarga lainnya. Maka, membahagiakan diri sendiri itu harus! Happy mom = happy dad = happy kids = happy family!
  2. Apa pengorbanan terbesar yang pernah dilakukan untuk mengejar mimpi? Keluar dari rumah sejak usia 18 tahun, dengan memutuskan kuliah di Jogjakarta. Kebetulan sekali di keluarga besar, saya adalah orang pertama yang berani untuk kuliah di luar kota. Maka, ketika saya memutuskan menikah dan pindah ikut suami ke pulau seberang pun saya nggak kaget. Pertanyaan 'siap nggak pisah dari orang tua?' bisa saya jawab dengan mantap 'ya!' 
  3. Apa arti menulis untukmu? Menulis berarti membahasakan kata-kata yang muncul dalam benak dan merangkainya menjadi kalimat penuh makna. Saya bakal merana kalau tidak bisa menuliskan isi pikiran. Saat menuliskan kalimat, seluruh kata terngiang dalam benak dan jari jemari ini begitu cepat dapat melisankannya. Menulis itu merekam jejak, mengabadikan momen lewat kata-kata, yang mungkin dilisankan saja nggak cukup. 
  4. Apa yang menjadi inspirasi menulismu? Saat ini inspirasi menulis terbesar saya adalah Rasya. Ia dapat membuat saya menuliskan apa saja! Saya ingin mencatat proses tumbuh kembangnya, sehingga kelak saat ia besar ia tahu seperti apa dirinya waktu kecil, termasuk bagaimana cerita tentangnya terus terpatri dalam ingatan saya sebagai mamanya.
  5. Apa yang kamu lakukan untuk meredam perasaan gelisah? Tarik napas panjang, berusaha mencari pendorong yang positif dari suami, anak, keluarga, atau teman dekat, dan tentunya berdoa. 
  6. Apa lagu favoritmu dan kenapa menyukainya? Saat ini saya suka sekali dengan lagu 'Hari Baru' dari RAN. Liriknya membuat kita lebih semangat menatap hari baru, dan semangat itu bisa menular! Satu lagi, saya sedang suka juga 'Ananda' dari Maliq & d'essentials karena mengingatkan pada Rasya.
  7. Apa alat musik favoritmu? Piano! Tapi saya nggak begitu pandai memainkannya. Saya bisa main organ/keyboard dan sampai sekarang kalau pulang ke rumah orang tua selalu memainkan alat musik itu.
  8. Siapa musisi favoritmu? Sejak dulu nyaris nggak berubah: Maliq & d'essentials, RAN, Rio Febrian, Kahitna, Andien, dan Super Junior. 
  9. Apa usaha yang kamu lakukan untuk hidup sehat? Selalu memasak sendiri di rumah. Bekerja nggak jadi alasan untuk tidak sempat menyiapkan makanan di rumah. Senin - Jumat dan Minggu saya selalu masak di rumah, Sabtu adalah hari libur masak :D Suami sudah sering jadi 'kelinci percobaan' menu baru di rumah. Sementara Rasya adalah teman makan cemilan manis karena kami berdua sama-sama sweet tooth!
  10. Usaha apa yang kamu lakukan dalam rangka menjaga bumi yang semakin terpolusi? Yang jelas berhemat listrik dengan menggunakan listrik prabayar di rumah dan mematikan listrik yang tidak terpakai. 
  11. Usaha apa yang kamu lakukan untuk berbagi pada lingkungan sekitar? Karena saya seorang guru, maka modal saya untuk berbagi adalah mengajarkan banyak hal pada murid-murid. Mulai dari soal kehidupan di rumah, sekolah, hingga di masyarakat kelak. Isu remaja pada dasarnya tak berubah dari tahun ke tahun, tetapi setting permasalahan akan berbeda. Saya sadar betul saat ini usia saya dengan murid terpaut 16 tahun-an, tetapi itu tidak menghalangi saya untuk tetap 'berjiwa muda.' Memahami orang muda itu perlu dan penting, dan setiap orang sebetulnya mampu, karena semua orang pernah muda. Mengerti orang muda bukan berarti meluluskan setiap permintaannya, tetapi membuat mereka paham bahwa dunia ini selalu menawarkan banyak pilihan, tinggal mereka yang memilih secara tepat dan bijak bagi diri mereka sendiri.
Oke, sekarang saya akan menominasikan beberapa teman untuk mendapat Liebster Award ini!
  1. Mbak Shintaries 
  2. Mbak Myra Anastasia 
  3. Bunda Yati Rachmat
  4. Amy Iljas 
  5. Mbak Berliana Sari Oktaria 
  6. Nelly 
  7. Rianthy Prijatna 
  8. Widya S. Sari 
  9. Ayu Kinanti Dewi 
  10. Lia Rosliany 
  11. Ezy Liana
Nah, pertanyaan yang saya ajukan pada para nominee adalah sebagai berikut.
  1. Hal apa saja yang menginspirasi Anda untuk menulis?
  2. Apa yang Anda sukai dari aktivitas blogging?
  3. Menurut Anda, apa saja manfaat yang Anda dapatkan dari aktivitas blogging ini?
  4. Ke mana tujuan liburan favorit Anda?
  5. Jika Anda hanya boleh membawa satu buah koper kecil untuk berlibur, kira-kira koper itu akan diisi apa saja?
  6. Apa sarana transportasi favorit Anda saat liburan? Mengapa memilih sarana tersebut?
  7. Apa buku favorit Anda?
  8. Apa musik favorit Anda?
  9. Apa serial TV favorit Anda?
  10. Jika Anda bisa mempunyai stasiun TV sendiri, program apa yang akan Anda tayangkan di TV?
  11. Jika Anda punya kedudukan di pemerintahan, kebijakan apa yang akan Anda buat untuk memajukan kaum perempuan?
Wah, benar kata Nian, susah juga ya bikin pertanyaan. Semoga teman-teman yang dinominasikan berkenan menjawabnya. Selamat menjawab! :D

Friday, May 30, 2014

Andien @MusicEverywhere - NET TV

Pas buka-buka Youtube, video penampilan Andien di NET TV langsung nangkring dengan manis.
Sampai sekarang tetep nge-fans dengan Andien! Masih ingat zaman kerja di Jakarta dulu ketemu Andien in person saat menemani Emak Ratih Ibrahim ke acara press conference salah satu brand perawatan kulit. Mengidolakan seseorang berarti kita tumbuh bersamanya. Melihat idola mengembangkan dirinya bikin kita terpacu untuk melakukan hal yang sama. Rasanya luar biasa lho mengikuti jejak Andien sejak remaja sampai sekarang dan tetap menjaga eksistensi diri dalam dunia musik Indonesia, plus kualitas musiknya makin ciamik! Penyanyi baru boleh datang, tetapi saya tetap suka Andien! :)

Enjoy!