Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Thursday, February 24, 2011

Random things on Thursday

Enak banget nih buat dipake jalan-jalan sambil elus2 perut ;)
Pasti celana ini enak nyangkut di perut :P
Pengen banget sekali2 punya sepatu kayak begini!


Wednesday, February 23, 2011

Tujuh hal yang bikin kangen Jakarta!

Jakarta night view

Tujuh hal yang bikin kangen Jakarta:
  1. Keluarga. Pasti! Berkumpul dengan keluarga plus keluarga besar selalu jadi moment yang paling saya tunggu. Walaupun hanya sekedar nonton TV, makan malam bersama, atau ngobrol ngalor ngidul. They are priceless! I miss them a lot!
  2. Rumah. Rumah saya memang tidak di Jakarta, tetapi di pinggiran kota Jakarta. Rumah adalah tempat bagi saya untuk selalu kembali pulang. Rumah adalah tempat saya berbagi cerita dan canda bersama orang-orang yang saya sayangi. Pastilah saya sangat kangen rumah, dan tentu saja keluarga saya :)
  3. Para sahabat. Email dari seorang sahabat yang sedang galau membuat saya berpikir, I wish I could be at her side now. Chatting dengan sahabat lainnya tentang kehamilan saya membuat saya ingin segera pergi bareng dia dan ngobrol panjang lebar soal kehamilan. Saya selalu kangen mereka!
  4. Mall. Saya bisa kok hidup tanpa mall, makanya saya berani pindah ke Bontang. Namun, kalau tidak ngemall selama satu tahun penuh???? Dan berjanjilah saya pada diri sendiri. Saat pulang ke rumah nanti saya harus pergi ke mall. Biarpun perut buncit, jalan-jalan mah hayuuukkk!!!
  5. Personal Growthmy second home. Saya ingin sekali nanti mampir ke sana saat berperut buncit, hehehe. Pamer perut (ehem, pamer kehamilan tentunya) plus curhat panjang lebar dengan para gadis PG & Emak di sana. 
  6. Sushi. I'm a sushi lovers. Dokter bilang saya tidak boleh makan yang mentah-mentah, berarti nigiri sushi masuk dalam hitungan. Tapi kan masih banyak fushion sushi yang matang dan bisa dimakan! Saya harus makan sushi kalau di Jakarta! Errr....dengan catatan, saya tidak mual dengan bau-bau aneh, hahaha.
  7. Gramedia. Salah satu rutinitas saya waktu masih bekerja di Jakarta adalah pulang kantor naik Transjakarta ke PIM, dan wara-wiri di Gramedia sembari menunggu adik saya datang. Gramedia ibarat surga kecil! Saya tidak pernah bosan ke Gramedia walaupun bisa dibilang hampir setiap hari saya ke PIM. Begitu sampai di Gramedia, saya langsung lari ke bagian komik, melongok sebentar di bagian novel bestseller, cek majalah terbaru, dan menahan diri mati-matian untuk tidak membeli stationery apapun! It was fun!
Huaaaa.....makin nggak sabar untuk cepat bisa pulang ke Jakarta. Semoga si calon bayi sehat selalu, jadi bisa diajak jalan-jalan ke Jakarta! Oya, walau saya kangen Jakarta, saya sama sekali tidak kangen dengan kemacetan Jakarta!! :P

Hahahaha, moment like this is so priceless!

Saturday, February 19, 2011

Yes! I'm pregnant!

Confirmed! 
Setelah menunggu 2 minggu, saya memberanikan diri menyatakan 'saya hamil!'
Kemarin siang saya pergi ke dokter kandungan ditemani suami. Saya sih yang memaksa suami menemani. Tidak butuh alasan apapun untuk menanyakan kenapa harus dengan suami kan? Ya sudah berani berbuat, berani bertanggung jawab juga, hahaha :D
Taken from here

Untung suami tidak komentar lebih lanjut. Memang punya suami seperti dia harus disayang-sayang. Sejak saya dinyatakan 'positif samar' dua minggu lalu, suami jadi jauh lebih perhatian dan memanjakan saya. Oh, koreksi, saya yang senang bermanja-manja dengan dia. Tetapi dia memang jadi lebih rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sementara tugas saya hanya memasak saja.

Nah, kembali pada cerita kunjungan perdana ke dokter kandungan. Begitu sampai di poli kandungan, saya melapor kepada suster yang bertugas. Lalu saya diperiksa tekanan darahnya dan ditanyakan pertanyaan umum untuk para ibu hamil. Mulai dari apakah ini kunjungan pertama, sampai kapan saya terakhir kali menstruasi. Suster menghitung usia kandungan saya. Ternyata usia kandungan saya sudah masuk minggu ke-6. Wah! Ternyata malah sudah 1,5 bulan ya!

Saat diminta menimbang, saya agak senewen juga, mengingat hasrat makan saya luar biasa heboh sejak di Bontang. Benar saja, berat badan saya sudah 68 kg!! Atau naik 3 kg sejak menikah. Haduuhh.....bagaimana ceritanya kalau saya hamil? *elus-elus perut*

Kami menunggu satu jam sampai akhirnya dipanggil oleh dokter (dokternya laki-laki!). Dokter membacakan pemeriksaan awal yang dilakukan suster tadi. Kemudian, saya diminta untuk melakukan USG dari 'bawah'. Waduh! Bakal 'dimasukin' alat apa nih? Suster tadi sepertinya tahu saya takut dan khawatir. Suster yang membantu saya 'memasukkan' alat, lebih cocok disebut tongkat sih, yang terhubung dengan sebuah mesin berlayar. Baru Om dokter tadi masuk melihat apa yang muncul pada layar. Saya agak nggak ngeh ketika dokter bilang, 'ini positif hamil ya.' Saat saya melihat gambar, pada rahim saya ada semacam kantung kecil berbentuk oval. Itu adalah kantung janin si calon bayi. Saya melihat ke arah suami, ekspresinya datar saja, hahaha. I was wondering what he was thinking about! Tetapi saya tahu, pasti dia happy sekali :)

Ini terbukti setelah pemeriksaan USG. Suami menanyakan, makanan atau minuman apa saja yang jadi pantangan untuk saya. Dokter bilang, tidak boleh minum kopi (bye bye vanilla latte!), tidak makan makanan yang serba dibakar, dan makanan mentah (lalapan contohnya. Ehem, tapi kalo sushi matang boleh kan?). Olahraga amat disarankan. Bahkan, saya masih boleh makan sambal, meskipun dibatasi alias tidak terlalu banyak.

Saya diberikan dua obat, vitamin dan penghilang rasa mual. Saya juga diminta melaksanakan tes lab untuk melihat golongan darah, hepatitis, diabetes, dan tokso. Hari itu juga saya ambil darah di lab. Hasilnya sudah ada, tetapi tidak saya buka. Percuma, saya juga tidak mengerti, hehehe. Bulan depan, saya harus kontrol lagi dan membawa hasil lab tersebut. Oh iya, saya juga harus bilang ke dokter bahwa saya punya riwayat penyakit asma.

Nah, bagaimana perasaan saya hari ini?
Luar biasa....capek. Kemarin malam saja, saya tidur terus sejak pulang dari rumah sakit. Rasanya capek sekali. Tadi pagi, saya mual dan muntah sampai 4 kali! Ini rekor baru! Sampai saya menelpon ibu saya dan cerita soal muntah-muntah ini. Ibu saya bilang, ya dinikmati saja. Namanya juga baru hamil. Iya sih, mau bagaimana lagi ya? Yang penting, si calon bayi ini sehat selalu dalam kandungan! Saya juga perlu memperhatikan pola makan, supaya gizi si calon bayi tetap terpenuhi. Untung saya masih doyan masak dan turun ke dapur. Coba kalau saya ogah masak. Kasihan anak saya jajan melulu!

Mohon doanya ya. Semoga kehamilan pertama saya lancar dan sehat sampai tiba waktunya melahirkan nanti!
(^o^)>

New layout!

I am a very simple person. Well, it's about how I designed something. 
I like something plain. So I can put everything I like!  


Enjoy! :) 

Wednesday, February 16, 2011

Saya bisa memasak seperti Bi Eti!

Libur pada awal minggu alias hari Selasa kemarin, membuat saya bergairah untuk memasak. Masak adalah hobi saya, meskipun jarang saya cantumkan bila menuliskan hobi dalam biodata apapun. Di rumah orang tua saya, saya adalah pemasak atau koki bagi adik-adik saya. Mereka bisa minta dibuatkan apapun oleh saya, apalagi masakan yang menjadi keahlian saya. Gilang, adik saya paling kecil, sangat suka sekali segala macam masakan pasta racikan saya. Sebut saja, macaroni schotel, spagetti bolognese, pasta saus keju, dan lasagna. Dia suka semuanya, bahkan bagi Gilang masakan pasta saya adalah paling enak di dunia! Hehehe, kakak mana yang tidak  sumringah dipuji demikian?

Nah, masalahnya, dulu sebelum menikah, saya hanya suka dan bisa masak makanan barat. Masakan Indonesia? Paling sebatas nasi goreng atau ati goreng mentega, yang disebut terakhir pun memasaknya bersama Mama. Niat belajar masakan Indonesia pas masa pingitan dulu nggak kesampaian dengan beribu macam alasan. Malas, sibuk fitting, beberes barang yang super banyak, dan alasan sok rasional lainnya. Padahal, di rumah ada seorang juru masak handal dan terpercaya sejak belasan tahun lalu! Juru masak handal itu adalah Bibi Eti, tante saya atau istri Om Dian, atau ibu dari dua sepupu saya. Bi Eti ratu dapur rumah orang tua saya. Semua barang-barang di dapur, Bi Eti tahu letaknya. Semua bumbu-bumbu dan bahan masakan, Bi Eti tahu ada di sebelah mana. Masakan Bi Eti sangat sangat enak! Bi Eti bisa masak macam-macam, mulai dari sayur asem sampai nasi ayam hainan, spagetti sampai kentang tutup. Makanya, berulang kali saya bilang pada Bi Eti ingin belajar masakan Indonesia, tetapi belum kesampaian juga. 

Jadi, bukanlah hal yang mengherankan jika saya lebih sering menelpon Bi Eti untuk bertanya bumbu masakan. Seperti yang terjadi kemarin pagi saat saya memasak Ayam Ungkep Saos Maggi dan Kangkung Cah Ayam. Begitu juga dengan beberapa tips memasak: merebus wortel, mengukus kentang, bumbu sayur bayam, dan lain-lain. Syukurlah ajang bertanya ini membuahkan hasil manis. Masakan saya kemarin ludes disantap suami! Dan yang terpenting, rasanya sama seperti yang dibuat Bi Eti di rumah! Hmm...feels like home


Kangkung Cah Ayam

Bahan :
2 ikat kangkung, siangi
1 buah dada ayam, potong dadu
3 buah cabe merah keriting, iris memanjang
3 siung bawang putih, cincang halus
2 siung bawang merah, cincang halus
1 buah tomat, potong dadu
Garam dan merica secukupnya
2 - 3 sdm saos tiram
2 sdt gula pasir
Minyak secukupnya
Air secukupnya

Cara membuat:

  1. Panaskan minyak untuk menumis. Masukkan bawang merah dan bawang putih, tumis sampai harum. Lalu tambahkan potongan cabe, ayam, dan sedikit air. Masak hingga ayam berubah warna dan agak matang.
  2. Bumbui dengan saos tiram, garam, merica, dan gula pasir. Aduk terus hingga kuah sedikit mengental dan rasa sudah pas. Masukkan kangkung dan tomat, aduk rata sampai matang. Hati-hati jangan terlalu lama mengaduk, supaya kangkung tidak berubah warna. Angkat dan sajikan hangat-hangat. 


Ayam Ungkep Saos Maggi

Bahan:
1/2 ekor ayam negeri, bagi menjadi 8 bagian, rendam 15 menit bersama garam, merica, dan kecap maggi
4 siung bawang putih, pipihkan/di-geprek 
1 butir bawang bombay, cincang kasar
4 sdm kecap maggi
1 sdm saos tiram
1 sdt pala bubuk
Garam dan merica secukupnya
1 sdt gula pasir
Minyak secukupnya untuk menumis
1 - 2 gelas air

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan 1/2 bagian bawang bombay hingga harum. Masukkan ayam, tambahkan air, kecap maggi, saos tiram, pala bubuk, garam, merica, dan gula pasir. Masak dengan api sedang hingga air sat atau mengental. Sesekali aduk ayam supaya bumbu bercampur rata.
  2. Setelah ayam matang dan kuah mengental, masukkan 1/2 bagian bawang bombay sisanya. Aduk sebentar, angkat, dan sajikan hangat. 
Kedua masakan ini cocok dimakan bersama nasi hangat dan pulen! Apalagi disantap bersama orang tersayang! :) 

Tuesday, February 08, 2011

Hobi yang tak pernah terganti!

Ada yang masih ingat komik Candy Candy? Duluuuuuuuu............zaman komik Jepang atau manga baru masuk ke Indonesia, Candy Candy adalah komik pertama yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Saya ingat persis, sampulnya masih bisa dilepas, kalau dilepas sampul bukunya berwarna pink. Setelah Candy Candy, ada komik Pop Corn, lalu serial Mari Chan.

Saya mengoleksi hampir semua komik terbitan awal. Saking hobinya mengoleksi komik dan komik saya jumlahnya banyak, orang tua menggagas tempat persewaan komik di rumah. Namanya Taman Bacaan Andhika. Waktu itu, saya senang sekali! Sebab jadi ada lebih banyak alasan untuk terus membeli komik baru, hehehe :) Lumayan laku juga taman bacaan kami. Satu buah komik disewa seharga Rp 300,-. Untuk buku, sekitar Rp 500,- sedangkan ensiklopedi hanya boleh dibaca di tempat. Sayangnya, tetap saja ada beberapa peminjam yang tidak tertib. Komik sobek, dicoret, atau hilang jadi makanan sehari-hari. Saya lupa berapa lama taman bacaan itu berjalan. Namun, seiring semakin banyak oknum peminjam berlaku demikian, taman bacaan pun kami tutup. Sedih juga sih sebenarnya. 

Nah, koleksi komik itu pun dipindahkan ke rumah keluarga kami di Sukabumi. Buat saya, pemindahan komik-komik itu menyenangkan. Setidaknya satu bulan sekali saya bisa menghabiskan waktu libur pada akhir pekan dengan membaca komik di sana! Saya selalu senang membaca ulang komik-komik itu. Nggak pernah bosan! Benar deh! Meskipun demikian, tetap saja ada komik yang hilang. Jika saya bertanya pada bibi yang jaga rumah, hanya dijawab tidak tahu. Sedih banget kalau melihat banyak koleksi komik saya yang hilang :'(

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengoleksi lagi komik-komik, tetapi kali ini lebih selektif! Setiap bulan saya selalu nongkrong di Gramedia untuk beli komik. Sudah ada beberapa seri komik yang saya kumpulkan. Harga yang terus naik saya anggap angin lalu saja. Habis sudah hobi, yang penting bisa beli! Hehehehe :D

Kemarin malam saya coba belanja komik secara online di inibuku
Harganya memang lebih murah, sekitar Rp 2.000,-. Ini percobaan pertama, mudah-mudahan sukses!  

Koleksi komik saya *di bagian belakang*

Happy Mari-Chan, serial favorit saya!
Swan, serial balet juga...gambarnya bagus banget!!!!
Little New York, ceritanya lucu!

GLEE - "Forget You" Full Performance feat. Gwyneth Paltrow!



Cool performance!!! I miss watch all Glee episodes......... :(