Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Saturday, September 28, 2013

Happy Birthday, dear Ayah! :*

Delapan tahun mengenalnya.
Hampir tiga tahun menikahinya.
Dua puluh bulan menjadi ayah.

Dulu sekali, waktu zaman pacaran, jujur saya nggak punya gambaran sama sekali apa yang akan dilakukan oleh suami kalau ia punya anak. Saya tahu sih ia bisa main dengan anak-anak, tetapi saya memang nggak sering melihat bagaimana interaksi dia dengan anak-anak. Paling hanya dengan adik saya, itu pun juga sesekali saja. 

Setelah menikah, saat saya hamil rasanya pak suami ini biasa-biasa saja. Lebih memanjakan iya, tetapi nggak heboh-heboh juga. Yang ada saya yang sering rewel hehehe, maklum bawaan bayi *cari alasan*

Begitu Rasya lahir, baru saya merasa suami mengalami banyak perubahan. Sebagai suami yang kalem dan amat sangat tenang, ia jarang sekali mengungkapkan perasaannya sebagai seorang ayah secara lisan. Sampai saya menemukan tulisan ini, ini, ini, dan ini di blog-nya. Saya pun langsung mewek penuh haru.

Saya sangat sadar sepenuhnya, karakter kami tampak bertolak belakang: saya super cerewet dan ramai, suami pendiam dan tenang. Namun, di balik pendiamnya si pak suami, ada banyak hal yang ia pikirkan dan renungkan, sekaligus lakukan. Makanya, saat saya baca zodiak ayah Libra di majalah Ayahbunda, suami saya cuma nyengir-nyengir bangga atas deskripsi tersebut.
"Ayah Libra tidak punya karakter khusus. Dia lebih suka segala sesuatu mengalir dan tak ingin memaksakan diri untuk seperti orang lain. Prinsipnya, “biarkan segala sesuatu mengalir.” Ayah Libra adalah kepala keluarga yang santai, tidak serumit ayah  lain. Dalam mendidik anak, ayah Libra tidak membebani pikiran dan emosi. Ibu yang sudah pusing dengan  urusan rumah, sekolah anak, pekerjaan kantor dan lingkungan, merasa nyaman mendapat  bantuan dari ayah Libra yang mudah menyesuaikan diri.  Ayah Libra bisa menerima keadaan rumah apa adanya dan lebih mementingkan kesejahteraan anak, sehingga suasana keluarga terasa santai. Anak senang berdekatan dengan ayahnya dan terbuka tentang apa saja. Sikap ayah Libra  mendorong anak  untuk berpikir positif dan berjiwa sosial. 
Ibu,  dukung sikap ayah yang penuh damai ini. Anak-anak cukup terbantu membentuk irama hidupnya, sehingga ibu tak perlu repot menyuruh anak untuk menjalani disiplin. Anak perlu diyakinkan bahwa sikap ayah adalah demi kebaikan mereka. Di lain pihak, ayah Libra juga yakin bahwa dengan caranya itu, segala sesuatu bisa berjalan mulus."
That sounds like him. 
That's why I love him too 

Happy birthday, dear Hammy, Ayah Rasya
Banyak doa yang selalu terucap untuk Ayah, semoga panjang umur, selalu sehat, murah rejeki, sayang keluarga, dan dalam lindungan Allah SWT. Semoga Ayah selalu menjadi idola bagi Rasya!

We love you! 
      
 

Friday, September 20, 2013

Sejak Jadi Mama, Me-time itu...

Sebagai emak-emak, apa saja yang bisa Anda lakukan jika punya waktu luang di rumah?

Ini versi saya, tergantung waktu yang ada.

5-15 menit
- Lama-lama di kamar mandi, meski cuma menjawab 'panggilan alam'
- Ngecek cerita terbaru dari jejaring sosial
- Baca majalah secara acak, cari artikel yang selesai cepat
- Foto2 polah Rasya, trus sibuk upload ke BBM grup keluarga besar
- Makan
- Ngopi

30-60 menit
- Baca komik atau lewat manga reader
- Main Minion Rush! :D
- Nonton serial favorit, How I Met Your Mother
- Ngobrol ngalor ngidul sama suami
- Kabur ke mini market cuma buat beli es krim :9
- Ngeblog
- BBM-an atau telepon sama sepupu/adik
- Dandan cantik kalau mau pergi
- Masak makanan hari itu

1-2 jam
- Nyalon!
- Pijat
- Tidur!
- Nonton acara TV favorit
- Beberes rumah
- Bikin kue/cemilan
- Makan makanan penuh dosa tanpa perlu dibajak anak kecil: indomie, snack gurih, es krim >:D

Lebih dari 2 jam
- Artinya cuma satu, lagi KERJA di kantor! Itu sih menunaikan tugas sekaligus jadi me-time. Mestinya mah kalau dah di rumah cuma fokus ke anak & suami, sesuatu yang masih perlu ditingkatkan lagi sampai sekarang. Semoga!

*ambil remote TV, nonton serial favorit sementara anak bobo siang*

Friday, September 06, 2013

Catatan Rasya (18): Berdamai dengan Alergi

*sapu-sapu, lap-lap teras blog yang nyaris berdebu ditinggal 2 minggu*

Ceritanya, saya sedang galau gara-gara Rasya sudah 2 minggu lebih badannya hangat plus batuk pilek. Sudah tiga kali bolak-balik ke dokter anak langganan. Saya kira karena saya juga batuk pilek maka Rasya kena dampaknya. Meski sekarang batuk pilek saya juga belum sembuh, Rasya pun ikutan belum sembuh. Namun, suhu badannya sering bikin khawatir. Apalagi Rasya sudah dua kali kejang demam. 

Memang suhu badan Rasya paling tinggi 'cuma' 37,8 derajat Celcius. Sisanya berkutat di angka 36,5 - 37,5 derajat Celcius. Plus batuk dan meler-meler berkepanjangan. Belakangan batuknya reda, tapi meler masih nongol plus suhu badan yang hangat. Ya segitu sih masih belum panas ya, tetapi kepala Rasya selalu lebih panas daripada tubuhnya. 'Kan bikin khawatir............. :'(

Sampai saya curiga apakah ini Roseola Infantum? Tapi nggak ada bercak-bercak merah. Atau gara-gara fimosis yang menyebabkan ISK? Rasya memang belum jadi disunat, seperti rencana saya dulu

Akhirnya, setelah tiga kali bolak-balik, dokter menyimpulkan ini adalah alergi. Saat menerima kenyataan bahwa Rasya punya alergi, saya sempat menyangkal. Masalahnya, sejak perkenalan MPASI, Rasya tak menunjukkan gejala alergi parah pada makanan umum penyebab alergi (telur, susu sapi, kacang-kacangan, ikan laut). Ia hanya nggak cocok dengan ubi dan buah naga, pasti agak mencret sesudahnya. 
Ragam penyebab alergi | dipinjam di sini
Ditambah dia suka dengan semua makanan yang saya berikan. Makanyaaaaa, sempat nggak bisa terima kenyataan. Padahal sih, jelas-jelas ia punya bakat alergi karena saya dan suami punya asma. Belakangan, suami bilang, sebetulnya dia alergi ayam. Apaaa?!! Nggak bilang-bilang..... Lanjut suami, kalau mau diusut apa yang nggak boleh dia makan, ya sebetulnya banyak, tapi 'kan sistem pertahanan tubuhnya sudah terbentuk baik. Kalau gatal-gatal dikit langsung bisa minum CTM. Lha kalau Rasya? :( 

Lagipula, masih kata suami, reaksi alergi 'kan macam-macam. Ada yang langsung muncul, ada yang nggak. Bisa lewat bruntusan atau bentol-bentol, bisa juga lewat batuk pilek. Ya seperti saat kami alergi debu pasca bersih-bersih, ingus bakal meler terus menerus dan kepala rasanya lebih panas. Hmmm....iya juga sih. Penjelasan yang masuk akal (ketahuan nggak akrab sama penyakitnya sendiri). Kemudian, suami juga menjelaskan alergi itu berhubungan dengan sistem pertahanan tubuh. Bisa saja, makanan yang sebetulnya baik-baik saja jika dimakan, pas kondisi Rasya kurang fit malah menimbulkan alergi. Atau kondisi makanan yang kurang segar juga bisa bikin alergi. Pendek kata, mendeteksi alergi terhadap makanan itu susah-susah gampang. Apalagi, dokter anak Rasya enggan melakukan tes alergi. Mungkin harus cari dokter anak spesialis alergi untuk memeriksa Rasya lebih lanjut ya (berpikir untuk ke kota demi misi ini :p).

Dan setelah baca di sini, memang kesimpulan dokter tadi lebih bisa diterima. Karena lendir Rasya belakangan cenderung encer, berarti indikasi alergi. Walaupun sebelumnya memang berwarna lebih keruh, yang berarti betul pilek juga. Tadi siang pas saya lihat Rasya, sekarang ada bekas kemerahan pada kulit di sekitar leher, sebagian perut, dan sebagian punggung. Ini pun saya belum tahu apakah salah satu gejala alergi atau biang keringat (karena Rasya habis pakai baju lengan panjang dan kalau keringat saat tidur, kulitnya cenderung memerah). Browsing lagi, ketemu artikel ini yang menyatakan salah satu gejala anak alergi saat batuk pilek adalah kulit memerah.

Saya pun langsung mendedikasikan weekend ini untuk berburu resep anak alergi. Kalau makanan utama sih masih nggak terlalu masalah, tetapi cemilan harus cari variasi tanpa telur, plus harus bisa bikin dalam waktu tak lama. Nah! 

Untunglah, zaman semakin canggih. Saya nggak perlu cari buku saja, tetapi tinggal googling dan langsung ketemu banyak. Ada Tanpa Telur, Learning to Eat Allergy Free, dan Allyson Kramer. Ternyata oh ternyata, kue-kue basah pun bisa dibuat tanpa telur. Haaaahhh, leganya. Kembali pada kemauan saya untuk mencobanya di rumah, penasaran bagaimana hasilnya. Besok mau coba bikin Churros versi tanpa telur. Pembuatannya mudah dan bisa untuk cemilan selingan pas weekdays

Langkah berikutnya, saya ingin membuat menu harian di rumah, sesuatu yang jarang saya lakukan. Tempe, tahu, daging, sayuran, mari mendekatlah ke Mama (buka menu tempe-tahu-daging-sayur-buah). Artikel dari Ayahbunda ini bisa jadi panduan. Jauh-jauh dulu sama ayam dan turunannya, ikan laut, coklat, keju, dan susu sapi.
Anak kecil ini mah tetep aktif dan asyik main seperti biasa
Semoga Rasya lekas membaik, bebas meler dan suhu tubuh normal kembali!
Semangaaaattt, Mamaaaa! :D *menyemangati diri sendiri*