Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Saturday, July 28, 2012

Pelukan hangat untuk sahabat

Nelly (tengah), saat mengabarkan berita bahagia saya, 1,5 tahun lalu!
Kami semua berteman sejak SD lho!
Kemarin sebuah mention masuk ke akun twitter saya ketika saya tengah bermain bersama Rasya. Ternyata dari seorang sahabat yang memberitahukan bahwa ia menulis tentang saya di blognya. Saya pun langsung meluncur ke blog Nelly, sahabat saya sejak SD. 

Setelah selesai membaca, saya merasa sangat sangat terharu :')

Jujur, saya bukan tipe orang yang memiliki banyak teman dekat. Teman sih di mana-mana, tetapi sepanjang hidup saya, sedikit sekali orang yang betul-betul bisa diajak cerita macam-macam, dari A-Z, apapun, tanpa merasa dihakimi atau dinilai. Namun, sekali sudah ketemu yang klik, maka pertemanan kami akan bertahan lama. Saya memang sulit pindah ke lain hati *halah* :p

Saya pun mengamini apa yang Nelly tulis di blognya, bahwa persahabatan kami bukanlah tipe persahabatan yang selalu bersama, tetapi kami tahu kami selalu ada untuk satu sama lain. Komunikasi saya dengan Nelly belakangan malah lebih sering via dunia maya, seperti email atau twitter, juga mengintip blognya. Saya jarang menelpon atau sms, kecuali jika berniat bertemu di Jakarta, baru deh intensif via telepon/sms, hehehe. 

Agaknya, memang seiring kita dewasa, persahabatan itu akan berubah bentuk. Ketika masa-masa sekolah, sahabat adalah orang yang kita jadikan tempat curhat segala hal. Dan bisa dipastikan orang terdekat itu selalu bersama setiap saat. 

Dalam kasus saya, masa kuliah justru menjadi 'bab baru' bagi persahabatan saya dengan teman-teman dekat. Karena memutuskan kuliah di Jogja, saya jarang berkumpul dengan sahabat-sahabat, tetapi saya juga punya sahabat baru di kota Gudeg itu. Setelah kembali ke Jakarta, kesibukan pekerjaan, bahkan saat weekend sekalipun, membuat saya tetap jarang bertemu sahabat-sahabat. Untuk Nelly, sesekali kami bertemu pada saat bekerja. Kebetulan ia saat itu bekerja di sebuah majalah yang sering berada pada acara sama dengan atasan saya. Jadi, kami malah sering ngerumpi saat bertemu sambil bekerja. 

Perubahan paling drastis dimulai saat kita menikah. Waktu 24 jam full untuk keluarga, terlebih bila sudah punya anak. Pada fase ini, sahabat sejati hanyalah suami dan anak, yang bertemu setiap saat. Kumpul bareng sahabat? Hmm...ini sih sudah tidak ada dalam kamus saya, apalagi saya tinggal jaaaauuuuhhh dari para sahabat.

Bersama para sahabat, sebagian besar teman saya sejak SD

Bersama Indri & anaknya, Andrea, sahabat saya sejak kelas 1 SD!
Namun, terima kasih pada teknologi yang bisa mempertemukan saya dan sahabat-sahabat di dunia maya. Bertukar kabar hanya dipisahkan oleh sekali klik atau jempol saat mengetik BBM/sms. We are so lucky, right?

Nah, tulisan Nelly tersebut membangkitkan rasa rindu saya pada para sahabat. Bukan hanya Nelly, tetapi juga para sahabat saya lainnya. Jarak dan waktu boleh saja memisahkan kami, tetapi kami selalu tahu kami ada untuk satu sama lain. Ini terbukti saat kami berjumpa, langsung saja kami tenggelam dalam obrolan panjang lebar, seolah lupa bahwa sudah lama sekali tidak bertemu. Ya, chemistry itu tetap ada dan terus terjaga! 

Mudah-mudahan saat saya mudik nanti bisa berkumpul bersama para sahabat! 
I miss you all!




Thursday, July 26, 2012

Featured on Mommies Daily, yippieee!


Masih ingat post tentang Menyusui VS Demam Berdarah? Ya, tulisan itu saya kirim juga ke Mommies Daily dan dimuat dengan judul Tetap Menyusui Saat Demam Berdarah. Senangnya! :)

Enjoy!

MPASI 6 bulan versi Rasya (1)

MPASI perdana: pisang
Saya memulai MPASI Rasya pada saat ia berusia 5 bulan 3 minggu lebih, kurang 4 hari dari tanggal  hari lahirnya. Alasan saya, supaya saya jadi penyuap pertama Rasya, bukan orang lain. Kebetulan saat itu juga weekend, sehingga lebih mudah bagi saya menyiapkan semuanya. Sesuai rencana, pertama kali saya memberikan pisang ambon. Reaksi Rasya, doyan banget! Takjubnya lagi, ia juga doyan air putih. Setiap disendoki langsung sluuurrrppppp. Alhamdulillah :)

Aturan menunggu 3 hari untuk setiap buah yang saya kenalkan pun saya terapkan. Selama itu pula saya melihat reaksi Rasya, selain doyan atau tidak, juga soal buang air besarnya. Kenapa penting? Ya, karena memasuki periode MPASI tekstur feses bayi akan berubah, sesuai apa yang ia makan, dan berbeda dengan ketika masih ASI eksklusif. Selain itu, perlu diperhatikan pula apakah ada tanda-tanda alergi pada bayi setelah makanan tertentu. Makanya, aturan menunggu 3 hari untuk setiap makanan baru ini bisa membantu kita menelusuri makanan mana yang menjadi penyebab alergi atau sembelit. 

Soal jadual, tadinya saya menyiapkan jadual makan sebulan. Namun, saya hanya menyiapkan jadual seminggu, agar lebih mudah untuk mengubah dan mengganti bila bahan yang direncanakan tidak ada. Jadual itu hanya bersifat panduan, bukan harga mati. Kadang sudah berencana akan memberi buah A, eh ternyata buahnya belum matang. Jadilah mesti digantikan buah lain kan. 

Minggu pertama, Rasya hanya makan satu kali pada pagi hari sekitar pukul 08.00. Minggu kedua, Rasya mulai makan dua kali pada pagi dan sore (pukul 16.00). Memang sih kalau baca pada banyak sumber, usia 6 bulan masih cukup makan satu kali, sisanya ASI. Namun, setelah berkonsultasi secara intensif dengan Mama, disesuaikan saja dengan si anak. Akhirnya saya memutuskan minggu pertama satu kali, minggu kedua dua kali, minggu ketiga nanti akan tiga kali makan. 

Ya, sejauh ini respon Rasya sangat bagus terhadap makanan. Tepatnya, dia sukaaaaaaaaa sekali makan! Seperti saya, Rasya cepat lapar (_ _)" Tak heran juga sih, saat full ASI pun dia bisa minta mimik dua kali dalam satu jam! Memang saya harus rajin produksi supaya ASI Rasya tetap tercukupi sampai 2 tahun nanti. Meskipun sudah mulai makan makanan pendamping, toh tetap ASI nomor satu! ;)

Oyaa, berikut review dari beberapa buah yang sudah saya kenalkan pada Rasya.
  • Pisang: doyan sekali! Hari pertama dan kedua setengah buah, hari ketiga dan keempat satu buah! 
  • Alpukat: doyan, tapi membuat Rasya absen buang air besar dua hari. Baru hari ketiga ia BAB, tetapi setelah ngeden susah payah.
  • Pepaya: awalnya tidak suka, mungkin karena teksturnya kurang halus. Saya coba lagi dua hari kemudian dengan memarut pepaya dan ia pun suka. Satu potong pepaya bisa ia habiskan.
  • Pear: metode kukus parut ternyata kurang disukai Rasya. Jadi, untuk pear (dan apel) nanti akan langsung diparut saja. Rasya juga suka pear. 
Pepaya diparut
Doyan air putih
Selama makan buah-buahan, buah tersebut tidak saya blender. Hanya dihaluskan, diparut, atau dibejek-bejek, supaya tetap ada tekstur buah dan Rasya cepat belajar mengunyah. Bila diamati, Rasya mulai mampu mengunyah, bukan cuma menyeruput. Saya khawatir bila diblender, teksturnya terlalu halus dan akhirnya malah 'memanjakan' lidah dan mulut Rasya.

Saya juga sudah memperkenalkan Rasya pada biskuit bayi. Mengapa? Selain dibuatkan bubur susu, juga untuk teething Rasya. Ia jago sekali mengemut biskuit sampai heboh sendiri memegang biskuit karena teksturnya yang lumer di mulut. Lalu, mengingat bulan depan saya akan melakukan perjalanan jauh ke Jakarta, maka Rasya perlu berlatih makan biskuit. Saya sih berharap biskuit ini betul-betul hanya selingan, bukan jadi makanan utama. Untuk makanan utama, sebisa mungkin tetap homemade!

Fiuuuhhh.....perjalanan MPASI Rasya baru saja dimulai. Masih ada bulan-bulan berikut yang penuh tantangan untuk makanan Rasya. Saya semakin semangat untuk memberikan MPASI terbaik bagi Rasya. Doakan semoga Rasya terus doyan makan yaa! :D
Senyum lebar habis ngegigit biskuit

Wednesday, July 25, 2012

Catatan Rasya (8): bayi 6 bulan!

Wuih, sudah setengah tahun Rasya eksis di dunia! Seiring semakin bertambahnya usia Rasya, semakin banyak pula keterampilan yang ia kuasai. Mengacu pada tumbuh kembang bayi seusianya, kini Rasya sudah jago:

  • Berguling! Akhir usia 5 bulan, masih berguling satu sisi, sekarang dia jago berguling kanan kiri, bahkan menggelinding seperti galon :p *ekstra ketat mengawasi!*
  • Berdiri saat digendong. Kaki Rasya pasti heboh berpijak pada pangkuan saya dan kadang sambil bergerak naik turun, bouncing.
  • Meraih apapun yang berada dalam jangkauannya. Dia juga akan berusaha sekuat tenaga memanjangkan tangan supaya bisa meraih benda itu dan biasanya berhasil.
  • Bergerak mundur saat tengkurap sambil mengangkat pantatnya. Hmm....tangan masih menjadi media utama Rasya untuk bergerak. Kata suami sih, lama-lama ia akan belajar kok untuk menggerakkan kakinya dan maju. Ayo Rasyaaa...kamu pasti bisa! :D
  • Menyembur! Apalagi saat hari-hari pertama mulai makan, setiap minum air putih, pasti ia akan heboh menyembur. Begitu pula jika main ludah, brrrrffffff.......
  • Mengenal orang terdekatnya. Rasya super happy jika melihat saya pulang. Dari jauh ia akan tersenyum lebar. Ketemu ayahnya juga demikian, yang tadinya sedang mimik langsung menoleh dan tersenyum. Pun bila ketemu pengasuhnya. 
  • Makan! Yeay! Sejak usia 5 bulan 3 minggu, saya sudah memberikan Rasya makan karena ia tampak siap sekali makan. Selain ia mampu menopang kepalanya dan posisi duduk disangga, kemampuan mulutnya melakukan gerakan mengemut sudah muncul. Benar saja, hari pertama makan, ia makan pisang, lahap sekali! Hebatnya lagi, ia juga langsung doyan air putih. Sluuurrrppp....air putih yang saya sendoki langsung habis sekejap. Kini memasuki minggu ke-2 MPASI, Rasya sudah kenal beberapa macam buah dan senangnya, ia selalu lahap makan. Nanti untuk MPASI akan saya bahas pada post tersendiri. 
  • Ngoceh. Ya, semakin ramai ocehannya, semakin ramai pula tawanya. Aaaaaaahhh, bbbbbbrrrrrrrr, baabababba, waaaaaaa, dan lain-lain. Heboh!
  • Merespon pada permainan cilukba atau saat dikelitik, ketawanya terkekeh-kekeh, hehehe.
  • Sadar kamera!!!! Serius, setiap difoto ia sering sekali menoleh ke kamera, apalagi bila flash nyala. Pasti dia langsung melotot dan berpose. Oiyaaa, Rasya juga lagi tertarik dengan benda kotak bersinar alias handphone saya. Ia pasti akan berusaha meraih benda itu jika saya letakkan di dekatnya. Mungkin karena saya sering memotretnya dengan HP :D

Enam bulan lagi ia akan mencapai usia satu tahun! Betul-betul tidak terasa dan ternyata saya sangat sangat menikmati peran sebagai mama!

Cepat besar, Lil', jadi anak pintar, kuat, dan hebat! :*

Tuesday, July 10, 2012

Catatan Rasya(7): akhirnya tengkurap sendiri!

Yeay! Minggu ini, di usia Rasya 5 bulan 3 minggu, Rasya resmi bisa tengkurap sendiri! Ditambah keahliannya berputar 180 derajat dari posisi semula, juga kegigihannya mengambil barang yang ada di depannya.

Wow!
Dalam satu bulan saja, perkembangan Rasya begitu cepat. Jika bulan lalu saya masih ragu kapan ia bisa tengkurap, ternyata ya tinggal menunggu waktu saja. Pada akhirnya, memang bayi itu pintar! Mereka bisa tahu sendiri kapan waktu yang tepat untuk melakukan kemampuan dasarnya: mengangkat kepala, menggenggam, tengkurap, ngoceh alias mumble, duduk, mengunyah, merangkak, berjalan, dan lain sebagainya. Kalau kata suami, tunggu sampai mereka dapat momen 'AHA!' seperti Archimedes dengan 'Eureka!' Nah, tinggal tugas kita sebagai orang tua untuk merangsang/menstimulus bayi sesuai tahapan tumbuh kembangnya :) 

Jadi, percayalah pada bayi Anda, ibu-ibu. Sepanjang mereka aktif dan ceria, maka setiap gerakan yang dilakukan si kecil tak perlu dirisaukan, asal tetap dijaga dan diawasi yaaaa. Seperti Rasya yang maunya duduk lalu sambil pegang kaki, atau duduk di stroller sambil berpegangan pada penahan bagian depan, juga bagaimana ia menahan tubuhnya dengan kedua siku tangan saat ditidurkan. Semakin bertambah usia bayi, pasti gerakannya semakin heboh! Itu tanda ia tumbuh sehat dan kuat! 

Sssttt...ini ada video aksi Rasya berputar 180 derajat dan mencoba meraih mainannya. Lucu banget! Enjoy!


Sunday, July 08, 2012

Selamat datang, 27! \(^o^)/


Selamat datang, 27 tahun! 

Usia 27 tahun menjadi sesuatu yang spesial bagi saya. Jika dirunut ke dua tahun sebelumnya, maka perjalanan menuju 27 tahun ibarat serentetan golden moments hidup saya. 

25 tahun = a-wife-to-be, sudah jadi tunangan si (mantan) pacar, menghitung hari menuju pernikahan.
26 tahun = a-mommy-to-be, tepat setahun lalu saya tengah hamil 12 minggu dan mendapat kado berupa detak jantung si janin saat USG!
27 tahun = Rasya's mommy! Ya, sudah 6 bulan saya menyandang status Mama Rasya. Janin kecil yang tahun lalu bahkan belum saya ketahui jenis kelaminnya itu sudah lahir dan tumbuh sehat, seorang laki-laki kecil nan ganteng dan menggemaskan! Ini namanya hadiah paling berharga yang pernah saya terima :)

Semoga saya panjang umur, menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi istri dan mama yang terbaik untuk suami dan Rasya, serta....selalu bahagia! 

Amin! 

PS.
Untuk teman-teman yang mendoakan 'tambah anak', boleh ya didoakan lagi pas ulang tahun ke-29 :p 

My birthday dinner ;)
My birthday 'cake', yep it was a pizza! :D




Saturday, July 07, 2012

Being parent is (never) easy, but it's FUN!

Setelah menjadi seorang ibu atau mama bagi seorang laki-laki ganteng, ada banyak hal yang berubah dalam diri saya. Kadang saya tidak menyadari bahwa perubahan ini bisa terjadi dalam diri saya, meski banyak orang bilang saya itu punya sifat keibuan (well, thanks to my little brother who bring out this motherhood in me earlier :p). Ya tapi jadi mama serep untuk Gilang dan mama Rasya ya sangat berbeda.
Bersama Rasya, saya benar-benar menjadi mama sepenuhnya. Sejak tahu ia ada dalam tubuh saya, lalu bertumbuh hingga cukup usia untuk lahir, sampai sekarang ia hampir 6 bulan. Perjalanan jadi mama yang baru seumur jagung.

Namun, saya belajar banyak hal!
Bagaimana nikmatnya menyusui Rasya, lengkap dengan kehebohan memerah ASI setiap hari.
Bagaimana menenangkan Rasya ketika ia demam setelah imunisasi.
Bagaimana mengajaknya bermain sampai membuat ia tertawa geli.
Bagaimana mengajaknya jalan-jalan melihat dunia dan belajar bersosialisasi.
Bagaimana menimang Rasya hingga ia tertidur pulas.
Juga bagaimana saya berpikir dan merancang persiapan MPASI Rasya kelak.

Pun ada kalanya saya sedang sakit atau lelah, dan saya merasa butuh waktu untuk sendiri dan istirahat. Maka suami adalah dewa penolong.

Namun, Rasya tetap membutuhkan kehadiran saya. Saat sakit dan terpisah dari Rasya, saya baru bisa tidur jika tahu ia sudah tidur. Rasya juga tahu bila saya tak di sampingnya, ia akan gelisah dan mencari saya.
Menjadi seorang mama (dan juga ayah) itu berarti 24/7 alias 24 jam 7 hari seminggu tanpa libur! Jadi pegawai bisa libur saat Sabtu dan Minggu, tetapi menjadi orang tua itu selalu on duty alias bertugas! :)

Toh meski begitu, 24/7 itu sangat sangat menyenangkan untuk dilakukan. Walau kadang Rasya menangis, Rasya marah-marah, Rasya gelisah, kami tetap selalu ada untuk Rasya. Ke mana pun, apapun yang saya lakukan, suami lakukan, selalu melihat 'eh, Rasya bagaimana?'

Prioritas hidup kami berubah, satu: Cakrasyadhia Nafii Pradana!


So, yes, being parent is (never) easy. We have a lot of things to think, to do for our child. But I'm sure about one thing, being parent is FUN!


Happy parents = happy child! ;)

Thursday, July 05, 2012

Webcam-ing in #webcamtoy

Ketika cuma berdua Rasya dan bingung mau ngapain, makaaaaa........mejeng dan foto-foto pake webcam jadi seru banget!!!! Empat foto pertama pakai Cameroid, tapi lebih seru pakai Webcamtoy, efeknya lebih banyak!!!!! Mainan baru nih, maapkeun kalau agak norak :p 













Monday, July 02, 2012

Featured on Nakita No.690/Th.XIV/18-24 Juni 2012

Yeay! Akhirnya hasil wawancara tiga bulan lalu dimuat di Nakita! Kali ini berjudul 'Lihat, Baby-ku Tertawa!'
Foto yang dipajang adalah foto hamil besar, maklum pasca melahirkan masih belum banyak foto cantik :p

Eh,nama Rasya juga dicantumkan lho. Sayang, salah ketik. Sudah saya ralat juga ke Mas Zali, mudah-mudahan ralatnya muncul di edisi berikut.

Oh iya, saya suka sekali lho dengan artikel ini! Saat menjawab wawancaranya, saya jadi belajar lagi soal bagaimana membuat bayi tertawa. Kalau tiga bulan lalu Rasya baru tersenyum lebar, sekarang saya bisa membuatnya tertawa terkekeh-kekeh. Practice makes perfect! ;)