Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Sunday, March 27, 2011

Sunday morning breakfast!

Hello, rainy Sunday!!
Hujan semalaman bikin saya lapar pas bangun pagi. Intip kulkas, ada rendang yang dikasih mertua. Nasi kemarin paling enak dimasak nasi goreng.

Tadinya saya berpikir akan menghangatkan rendang saja dan dimakan bersama nasi goreng. Namun, suami memberi ide dicampur bersama nasi goreng saja. Woooh! Mantap tuh! Dan jadilah nasi goreng rendang! :)

Ini contekan resepnya.

Bahan:
3 piring nasi putih
1/2 buah bawang bombay
2 siung bawang putih
1 butir telur
1 sdm saus tiram
3-5 sdm kecap manis (tergantung selera juga sih )
1 sdt merica bubuk
1 1/2 sdt gula pasir
Garam sesuai selera
Royco rasa sapi secukupnya
3 potong rendang, iris kasar
Minyak goreng untuk menumis

Cara memasak:
Iris bawang bombay & bawang putih. Panaskan minyak, tumis bawang bombay & bawang putih bersamaan sampai harum. Masukkan telur & buat orak-arik, aduk rata.

Tambahkan nasi putih, aduk rata dengan tumisan bawang & telur.

Masukkan saus tiram, kecap manis, royco, merica, garam & gula. Setelah bumbu tercampur rata, masukkan irisan rendang. Masak hingga irisan rendang merata & sedikit kering.

Sajikan hangat, lebih sedap ditambah bawang goreng & rendang. Dijamin perut kenyang! Suami saya sudah membuktikan!

Enjoy your Sunday! ;)

Thursday, March 24, 2011

Enjoy your afternoon!

It's time to go home!
What about a cup of hot chocolate to cheer up your afternoon?
Don't forget to sing your favorite song!
Mine is 'Marry You' by Glee casts version, originally by Bruno Mars.
Sit back, relax and enjoy your afternoon! ;)

A cup of hot chocolate! :9
borrowed from here


Wondering...

That's why I love him!


Picture taken from here

Thursday morning and it's raining!

Let's singing!
Because it's raining outside. Why don't we enjoy the warmth that rain bring to us?
Put your earphone, and we're singing together!





Raindrops Keep Fallin' on My Head
Raindrops keep fallin' on my head
And just like the guy whose feet are too big for his bed
Nothin' seems to fit
Those raindrops are fallin' on my head, they keep fallin'

So I just did me some talkin' to the sun
And I said I didn't like the way he got things done
Sleepin' on the job
Those raindrops are fallin' on my head, they keep fallin'

But there's one thing I know
The blues they send to meet me won't defeat me
It won't be long till happiness steps up to greet me

Raindrops keep fallin' on my head
But that doesn't mean my eyes will soon be turnin' red
Cryin's not for me
'Cause I'm never gonna stop the rain by complainin'
Because I'm free
Nothin's worryin' me

It won't be long till happiness steps up to greet me

Raindrops keep fallin' on my head
But that doesn't mean my eyes will soon be turnin' red
Cryin's not for me
'Cause I'm never gonna stop the rain by complainin'
Because I'm free
Nothin's worryin' me

Picture taken from here

Wednesday, March 23, 2011

Feel so much better now!

If you brave to say 'goodbye', life will reward you to a new 'HELLO' ~ Paulo Coelho
I got this quote from my very best friend, Nelly.  Thank you, Loy. Those words made me warmth and felt so much better.

Even though, it's really hard to forget.

I feel better physically, except for some 'dizzy' stuffs.
Psychologically, I need some simple therapy.
A very simple therapy that makes me feel happy and excited.
What kind of therapies?

Hug. Hundred hugs from my husband, parents, brothers, and friends!
 Cooking. There are many recipes that I haven't tried yet. Every time I cook, I can make my husband happy, and so do I!


Shopping. When will I go to Samarinda or Balikpapan?



Sleeping. What else can be better than this? I love to sleep earlier every night.


How about you?

#Blissipline

I challenge myself to follow Blissipline program from Dailymeaning :)

Let's start!

Sunday, March 20, 2011

We'll Meet Again :')

What a weekend...
Minggu ini menjadi pengalaman paling berkesan.

Jumat kemarin menjadi pengalaman pertama...
Pertama kalinya mendengar sendiri Blighted Ovum (BO) dari dokter kandungan saya.
Pertama kalinya USG si baby gak muncul
Pertama kalinya pendarahan
Pertama kalinya dirawat di Bontang

Sabtu,pertama kalinya saya dibius total dan menjalani operasi kuret,membersihkan rahim saya dari kantung janin yg memang kosong.

Namun,semua pengalaman pertama itu menjadikan saya lebih kuat. Lebih tegar. Dan lebih sadar bahwa Allah sangat menyayangi saya.
Meski saya baru 10 minggu merasa hamil, Allah memberikan waktu lebih cepat untuk memberi tahu kondisi kandungan saya,sehingga saya bisa lebih cepat dipulihkan :')
Dan suami saya terus menjaga dan menemani saya.
Dia menemani saya bernyanyi lagu2 anak-anak setelah saya siuman pasca kuret.
Dia mengawasi saya sepanjang malam.

Saya semakin sayang pada suami saya :)
Dukungan Ayah,Ami,Irfan & Ita juga membuat saya kuat.begitu juga teman2 di sini.
Pun keluarga saya yang jauh di Jakarta terus2an memantau kondisi saya lewat telepon.

Allah SWT sayang pada saya.
Makanya saya kuat & berjuang melewati masa pemulihan.

Hi lil' baby,see you next time. We'll meet again,soon.

Tuesday, March 15, 2011

Cepat sembuh, Ibu......

Bersama Ibu & suami pada hari resepsi pernikahan :)

Saya memanggil beliau 'Ibu'.
Sejatinya, Ibu adalah nenek saya. Namun, entah karena terbiasa mendengar para orang tua kami memanggil beliau 'Ibu', jadilah kami - cucu-cucu yang tergolong senior- ikut memanggil beliau 'Ibu'. 

Saya dan Ibu sangat dekat. Moment kedekatan kami adalah sejak saya kuliah di Jogja. Ketika Eyang Kakung meninggal tepat pada hari pertama pelaksanaan UAN SMA tahun 2003, Ibu pasti merasa kesepian. Tanpa saya sadari, saya jadi lebih sering menengok Ibu, hanya untuk sekedar melihat atau menanyakan apa yang Ibu lakukan hari itu. Begitu saya pindah ke Jogja, otomatis lebih jarang bertemu. Namun, setiap saya pulang ke rumah, saya selalu ngobrol panjang lebar dengan Ibu. Ibu jugalah yang pertama kali menyatakan setuju dengan pacar pilihan saya (yang sekarang jadi suami), sementara Mama bilang masih belum sreg.

Setelah saya bekerja pun, setiap pagi sebelum berangkat dan pulang kerja saya menyempatkan diri melihat Ibu. Selalu. Saat saya memasak sesuatu, saya pasti minta Ibu untuk mencicipi apakah rasanya sudah pas atau belum. Ibu senang sekali saat saya memasak pasta dengan saus keju. Sepiring sedang habis dimakan Ibu! Rupanya, lidah Ibu masih lidah Londo alias Belanda. Maklum, Ibu besar pada zaman penjajahan. Jadi, Ibu masih fasih berbahasa Belanda! 

Saat dipingit sebelum menikah kemarin juga saat-saat menyenangkan bagi saya. Ibu  sibuk mempercantik rumahnya yang hanya dibatasi satu pintu dengan rumah saya. Karena rumah Ibu juga akan bersolek saat hari pernikahan saya. Ibu membongkar peti yang berisi harta karun! Harta karun? Iya, harta karun Ibu adalah kain, gorden, taplak meja, sprei, dan barang-barang lain yang dulu dibeli Ibu di luar negeri, atau oleh-oleh dari teman yang baru pulang dari luar negeri. Wuiiihhh.......barang-barang vintage! Semua barang itu masih tersimpan rapi dan Ibu masih ingat ini dari siapa, beli di mana. 

Sampai kemarin sore, saya masih menelpon Ibu. Ibu menanyakan kondisi saya, mengingatkan saya untuk tidak terlalu banyak mikirin macam-macam. 'Memang apa sih yang kamu pikirin? 'Kan nggak ada apa-apa yang mesti dipikirin toh?' Begitu kata Ibu. Ibu juga mengingatkan saya untuk tidak naik turun tangga terlalu sering. Lalu saya bertanya pada Ibu, apakah Ibu sehat. Ibu bilang, Insya Allah akan sehat selalu. Ibu ingin sekali diberikan lagi umur panjang, supaya bisa menanti kelahiran cicit kedua dari saya. Saya pun berucap amin dan mengingatkan Ibu supaya tetap jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah.

Namun, semalam sepupu saya mengabarkan bahwa Ibu sakit. Saya panik dan menghubungi Mama. Saya menangis. Hampir semalaman saya sedih dan kalut. Setiap terbangun yang saya ambil selalu HP, mengecek apakah ada kabar terbaru. Ternyata, kata Mama, mendadak Ibu sesak napas dan nggak nyambung diajak berbicara. Ibu juga tidak mengenal siapapun di rumah. Menjelang tengah malam, Mama membawa Ibu ke Eka Hospital BSD, dan Ibu masuk UGD. Tadi pagi, Mama mengabarkan, Ibu masuk HCU, semacam ICU tapi tingkatnya masih di bawah ICU. Kondisi Ibu belum stabil, tekanan darahnya tinggi, dan nggak nyambung diajak ngomong. 

Saya lemes sekali mendengarnya....
Rasanya ingin bisa pulang ke Jakarta hari ini juga....
 
Alhamdulillah, menjelang siang ini kondisi Ibu sudah lebih stabil. Hasil lab juga baik, gula darah, kolesterol, asam urat, semuanya dalam kondisi normal. Memang ada pembengkakan di jantung. Selain itu, Ibu terserang stroke, yang mengenai otak kiri beliau. Akibatnya, Ibu kehilangan fungsi memori dan bicara. Ibu tidak mengenal siapapun yang mengajaknya ngobrol. 

Kondisi inilah yang membuat Mama meyakinkan saya untuk tetap di Bontang. Apalagi kondisi kandungan saya belum kuat benar. Terlalu bahaya jika pulang ke Jakarta. Dengan berat hati, saya mengiyakan saran Mama. Walaupun rasanya ingin sekali terbang ke sana.... :(

Hhhhh.............
Hari ini saya berjuang untuk mengusap air mata saya. Paling tidak, saya juga tidak ingin membuat suami, Mama dan keluarga saya lebih khawatir karena kondisi saya. Saya harus kuat! Untuk calon bayi saya dan untuk Ibu. 

Saya hanya bisa berdoa...
Semoga keadaan Ibu semakin membaik dan Ibu bisa menjalani proses pemulihan, sehingga kembali seperti sedia kala. Mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk Ibu. Amin. 

Mohon doa ya teman-teman...

Monday, March 14, 2011

Moody - what makes me down, what makes me happy

Akhir pekan kemarin saya lewati dengan perasaan campur aduk, bahkan agak kacau.

Diawali dengan empati terdalam untuk bangsa Jepang setelah tsunami mahadahsyat mengguncang Jepang.
Berlanjut pada kelelahan luar biasa pada hari Jumat sore.
Belum lagi kondisi rumah yang listriknya byar-pett selama hari Sabtu dan Minggu.
Ditambah udara Bontang yang luar biasa PANAS pada akhir pekan lalu.

Itu bagian yang cukup membuat mood saya naik turun. Dari sedih dan gemetar, sampai lelah, berganti pada kesal karena kegerahan.

Namun, mood jelek itu banyak terselamatkan oleh beberapa hal lain yang membuat saya tersenyum lebar, bahkan ingin joget-joget karenanya.

Mulai dari bisa sepuasnya leyeh-leyeh bersama suami.

Dua buah es krim yang sudah ludes dan meluncur ke perut saya. 

Masak fettuccine saus bolognaise permintaan suami.

Plus pesanan sepatu Wondershoe sudah datang!

Juga es teler madu yang menyegarkan dahaga pas siang bolong nan panas terik!

Ditutup dengan membeli 1 L susu Ultra box biru yang relatif jarang ditemui di sini (dan kemarin malam ada di Koperasi!!)

Oh, satu lagi, saya sangat senang karena minggu ini saya akan kontrol ke-2 ke dokter kandungan. Penasaran apa yang terjadi di perut saya yang belum terlalu buncit ini. Mudah-mudahan si kecil baik-baik saja dan sehat selalu! Apalagi ibunya super aktif seperti saya. Semoga dia betah di dalam sana sampai nanti tiba saatnya lahir ke dunia! :)

Semangat awal minggu! Supaya semua kerjaan cepat selesai dan bisa ketemu akhir pekan dengan super happy! :D

Friday, March 11, 2011

Pray For Japan :(

Berita mengejutkan sore ini, datang dari Jepang. Gempa bumi dengan kekuatan 8,8 SR mengguncang Jepang pada Jumat siang pukul 14.46 waktu setempat hari ini. Gempa maha dahsyat itu menimbulkan gelombang tsunami. Waktu saya nonton berita di TV, tampak keadaannya sangat sangat mengerikan. Semua kapal terseret sampai jauh ke tengah kota, menerobos sebuah jembatan layang. Mobil-mobil hanyut terbawa arus yang deras, tidak lagi mampu berjalan melawan arus. Gelombang tsunami mencapai 4 meter.

Tsunami yang melanda Jepang, sumber di sini

Astagfirullah....
Seram banget ya......
Saya sampai tidak tahan menonton beritanya di TV. Apalagi ada peringatan juga untuk daerah yang berada di pesisir Samudera Pasifik, termasuk beberapa daerah di Indonesia. Semoga saja keadaannya tidak semakin parah. Semoga warga Jepang di sana diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Semoga WNI di sana selamat.

Mari kita terus berdoa untuk keselamatan semua warga Jepang, dan seluruh umat manusia di bumi. Amin.