Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Friday, April 29, 2011

My first obsession - ballet

Saya terobsesi dengan ballet. Sejak kecil.
Percaya atau tidak? :)
Persisnya sejak saya membaca komik Mari-Chan Bintangnya Cinta waktu SD dulu. Mari-Chan adalah komik kedua yang saya miliki setelah Candy-Candy. Mari-Chan menjadi inspirasi saya untuk jatuh cinta pada ballet. Bahkan, dulu saya sempat bertanya-tanya ke Namarina, sebuah sekolah ballet terkenal di Jakarta. Namun, saya lupa mengapa akhirnya tidak jadi ikut les ballet. Tapiii.................saya tetap suka ballet.

Sekali waktu, ibu saya mengajak kami sekeluarga nonton pertunjukan ballet Namarina di Gedung Kesenian Jakarta. Saya lupa apa judul pementasannya, tetapi saya masih ingat nama pemerannya: Jetty Maika. Selain itu, ada pula Lisa Samadikun, putri salah satu atasan ibu saya di kantor. Meskipun saya hanya bisa mengingat samar-samar pertunjukan tersebut, saya tetap terkesan dengan indahnya gerakan gemulai para penari ballet, juga derap pointe shoes yang digunakan para ballerina handal Namarina. Anggun dan elegan. 

Kekaguman saya pada ballet perlahan berubah menjadi obsesi pertama saya. Saya banyak menuangkan obsesi saya pada gambar-gambar tokoh komik Mari-Chan. Saya suka sekali menggambar sosok perempuan yang sedang menari ballet. Selain itu, saya juga semakin tergila pada serial Mari-Chan. Berturut-turut setelah Mari-Chan, saya mengoleksi semua komik serial Mari-Chan, mulai dari Happy Mari-Chan sampai Nyanyian Angsa Mari-Chan. Begitu juga jika ada komik ballet lainnya, pasti akan saya beli! Lalu terbit komik ballet Swan, dengan gambar yang lebih nyata dan cerita lebih dewasa serta kompleks. Wah...komik ini seperti menjawab semua rasa penasaran saya tentang seluk beluk dunia ballet. Seru, menegangkan, dan menghanyutkan! 

Begitu juga dengan film yang menjadikan penari ballet sebagai tokoh utama. Salah satunya Center Stage 1 dan Center Stage 2, saya menontonnya entah berapa kali. Bahkan, saya sampai hapal gerakan tarinya yang kemudian digunakan sebagai koreografi iklan vitamin oleh ballerina Indonesia, Adella dan Alleta. Tinggal Black Swan yang belum saya tonton. Berharap bisa menontonnya dalam waktu dekat!

Jika harus memilih classical ballet atau contemporary ballet, maka saya akan memilih classical ballet. Impian saya adalah bisa menyaksikan langsung pertunjukan Swan Lake atau Giselle, juga Romeo and Juliet. Membaca di komik saja membuat saya menahan nafas, apalagi menontonnya langsung. Pasti saya bisa histeris! :">

Sekarang saya sedang mencari dvd La Danse - Le ballet de l'Opéra de Paris, sebuah film dokumenter tentang di balik layar pertunjukan ballet di Paris. Mulai dari suasana latihan sampai proses pembuatan pakaian para penari. Haaaa..............mudah-mudahan seorang teman di Belanda bisa menemukan dvd-nya, mengingat di sini bakal agak sulit menemukannya :)

Nah, untuk menutup cerita obsesi pertama saya, berikut beberapa gambar yang berhasil membuat saya speechless dan semakin terobsesi pada ballet. Eh, sebenarnya satu lagi impian saya, ingin sekali memakai pointe shoes! Walaupun nggak yakin saya akan bisa berdiri di atas jempol saya dengan sepatu itu! :D

Ingin memakai sepatu ini!
Odile? ;)
Beautiful!  
Hey, I can do it! :)
Reach the sky!
......

Crazy Little Thing Called Love - first step for everything in your life :)

Minggu ini boleh jadi adalah Thai Movie Week bagi suami dan saya. Perkenalan saya dengan film Thailand berawal dari film Iron Ladies beberapa tahun lalu di Jogja. Berlanjut pada film Bangkok Traffic (Love) Story, Hello Stranger, Crazy Little Thing Called Love (First Love), Best of Times, dan Little Commedian. Ya, film produksi Thailand kini tidak melulu film horor. Senangnya lagi, mulai banyak film Thailand yang diputar di Blitz Megaplex, termasuk film Crazy Little Thing Called Love. Film komedi romantis ini memang bercerita seputar cinta pertama dan perjuangan untuk menyatakan rasa cinta. Latar belakang budaya Thailand yang relatif dekat dengan budaya kita, plus ceritanya yang mengingatkan saya pada masa SMP, membuat saya merasakan 'kedekatan' saat menonton film ini, persis seperti apa yang disampaikan trailer filmnya. 




Nam adalah seorang gadis berkacamata, berkulit hitam, dan culun. Nam yang tampak seperti itik buruk rupa, jatuh hati pada Shone, yang super ganteng, populer, dan tentu jadi pujaan hati para gadis di sekolah Nam. Dengan dukungan dari para sahabatnya, Nam berusaha menarik perhatian Shone. Ia mencoba berbagai cara supaya Shone melihat dan sadar bahwa ia ada. 

Setelah terpilih sebagai Snow White dalam drama sekolah, Nam berusaha untuk tampil lebih cantik. Ia juga berusaha untuk lebih rajin belajar. Pendek kata, ia berusaha menjadi orang yang lebih baik untuk Shone. Ia melakukan segalanya agar Shone juga tertarik pada Nam. Namun, situasi menjadi rumit saat Top, sahabat Shone, pindah ke sekolah yang sama dan terang-terangan mengaku jatuh cinta pada Nam. Sementara Nam mati-matian mengubah penampilan diri untuk menarik Shone, malah Top yang lebih dulu mengatakan cinta dan meminta Nam menjadi pacar.

Apakah Nam akan menjawab pernyataan cinta Top? Lalu bagaimana dengan perasaan Nam pada Shone? Apakah Shone betul-betul tidak tertarik padanya? 

Saya sebenarnya menahan diri untuk tidak menceritakan kelanjutannya, termasuk memasang beberapa adegan yang sukses bikin saya menangis haru. Meskipun film ini sangat tipikal film remaja, tetapi saya sangat suka film ini! Ayo mengakulah....siapa sih yang tidak berdebar-debar saat si gebetan ingat nama kita? Siapa sih yang tidak gelagapan saat bertemu pandang tanpa sengaja dengan si gebetan? Siapa yang tidak terbang sampai langit ke-7 ketika tanpa sengaja bersentuhan tangan dengan si dia? Atau.....beragam kekonyolan yang kita lakukan: pura-pura izin ke toilet supaya bisa lewat depan kelasnya - hanya untuk mengintip si dia, menyimpan barang pemberiannya (meskipun barang itu nggak penting sama sekali!), hingga senyum lebar sampai ke telinga setelah mendengar suaranya lewat telepon.

Ya, semua pernah mengalaminya kan? Saya juga, kamu juga. Menonton film ini membuat kita kembali menjelajahi masa remaja, saat masih polos, lugu, dan bakal melakukan hal bodoh sekalipun untuk mendekati si dia. Romansa cinta pertama yang menghadirkan sejuta pengalaman serba pertama dalam hidup kita. Menurut saya, film ini sukses merajut semua sensasi serba pertama itu dengan rapi dan manis sekali. Tanpa perlu banyak adegan sentuhan fisik, getaran dan reaksi kimia a.k.a chemistry tetap terasa, dan menggugah hati. 

Selalu ada yang pertama untuk segala hal bukan? :)

Monday, April 25, 2011

Kicau Kacau - kicauan yang menggelitik


Saya mengagumi Indra Herlambang. Dua kali pertemuan dengan seorang Indra Herlambang, saat saya masih menjadi teman setia 'Emak' Ratih Ibrahim, masih terekam dengan jelas. Pembawaan Indra yang santai, lucu, hangat, dan juga bisa serius memang sukses membuat saya mengaguminya. Lucu dan serius terkesan bertolak belakang. Namun, kalau kamu mengikuti kicauan Indra di twitter (@indraherlambang) setiap tweet yang dikicaukan mewakili suatu pemikiran yang kritis, dibalut dengan rasa jenaka. Itulah mengapa saya merasa saya HARUS membeli dan membaca buku Kicau Kacau. 

Untunglah, saat saya ke Gramedia PIM pada Sabtu lalu buku bersampul kuning itu - lengkap dengan gaya Indra yang berpose dan berkostum burung - langsung mencuri pandangan. Kebetulan sore itu juga akan ada acara book signing Kicau Kacau. Sayangnya, saya tidak sempat mengikuti acara tersebut. Buku sudah di tangan. Buku yang terhitung cetakan ke-4 itu adalah incaran saya selama ini. Rasanya, saya seperti mendapat berkah begitu memegang buku ini! 

Dua hari saya butuhkan untuk melahap habis buku ini. Tulisan-tulisan dalam buku tersebut lebih dari sekadar lucu bagi saya. Bayangkan, ketika kita membaca tweet Indra saja kita bisa tersenyum simpul dibuatnya. Bagaimana jika membaca tulisannya? Tulisan yang terkumpul dari beberapa majalah ini cukup memikat. Saya sering senyum-senyum sendiri membaca kalimat-kalimat yang dituangkan oleh Indra. Di balik itu semua, ada pikiran-pikiran kritis yang muncul. 

Meskipun seorang Indra Herlambang menyebut semua pendapatnya berasal dari hasil analisa sederhana dan bodoh, saya justru berpikir sebaliknya. Dengan berpikir sederhana, kita malah bisa melihat hal-hal kecil yang bisa jadi selama ini kita abaikan. Tanpa berteori panjang lebar nan rumit, berpikir sederhana membantu kita berpijak dan berakar pada esensi kita sebagai manusia sejati. 

Di bawah ini saya ingin mengutip beberapa bagian tulisan dan mengena bagi saya. Izinkan saya ikut mengomentarinya meski sedikit.
  • Lupa adalah hal lumrah. Manusia dikarunia sebuah perangkat canggih bernama otak. Bayangkan otak tersebut diisi banyak hal setiap harinya. Banyak hal yang harus diingat, banyak hal yang harus disimpan. Lupa adalah manusiawi. Namun, bagi Indra lupa adalah anugerah terbesar yang membuat kita tetap waras.
Saya sih cukup yakin bahwa manusia dibikin untuk bisa lupa demi kebaikan kita sendiri. Karena ada banyak hal yang lebih baik dilupakan supaya kita bisa tetap waras. Lupa menurut saya, adalah anugerah terbesar dari Sang Maha. Bayangin kalau kita bisa dan selalu ingat semua hal? Apa nggak ribet hidup kita? (Mengingat Lupa, hal. 37)
  • Boleh dibilang, manusia suka sekali berprasangka. Menilai orang dari apa yang dilihatnya, menilai orang dari penampilan semata. Prasangka tersebut kadang menjadi asumsi, bahkan seolah dianggap memang begitu adanya orang tersebut. Padahal, kita tidak pernah tahu apa saja yang telah dilalui orang itu, karena kita tidak pernah menjadi mereka.
Jadi untuk menjawab pertanyaan: bagaimana rasanya mewawancara Miyabi? Saya hanya bisa bilang: rasanya seperti ditampar dan diingatkan untuk berhenti menghakimi. (Mengulik Miyabi, hal.89)
  • Mengingatkan saya pada artikel Soliter yang menjadikan saya sebagai narasumber di majalah Cita Cinta. Soliter adalah kebutuhan, soliter adalah me time, waktu yang tepat untuk berdialog dengan diri sendiri, tentang apa saja: pilihan hidup, pekerjaan, percintaan, keluarga, juga urusan dengan Tuhan. Justru dari kesendirianlah membuat kita siap untuk nyemplung ke dunia nyata.
Saya cinta keluarga saya, saya cinta sahabat dan teman-teman saya. Tapi saya juga cinta diri saya. Karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Berteman dengan diri sendiri. Berdialog panjang dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya di ujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian. Tanpa teman. (Satu Telunjuk untuk Menjawab Banyak Pertanyaan, hal. 151)
  • Saya adalah pelanggan setia taksi saat bekerja di Jakarta dulu. Entah berapa puluh supir taksi yang sudah saya temui. Penggolongan yang dilakukan Indra dalam tulisan Inter(t)aksi saya amini. Setuju banget! Sekalinya bertemu supir yang doyan curhat, ia curhat panjang lebar soal istri dan anak. Lain waktu saya bertemu dengan supir gaul, lantaran dia memasang lagu Jason Mraz untuk saya, lengkap dengan cerita selera musik dan pelanggan setianya. Pendek kata, interaksi dengan supir taksi bisa membawa kita pada dunia lain, dunia bapak/ibu supir taksi yang memberikan sudut pandang berbeda pada setiap persoalan.
Namun jika mau sedikit saja berinteraksi, kita tidak pernah tahu apa yang akan didapat nanti. Mungkin saja banyak hal berguna. Seperti pengalaman, sudut pandang atau pengetahuan yang baru. (Inter(t)aksi, hal. 172)
  • Kunci penjara yang mengekang kita tak lain adalah kita sendiri. Waktu yang cuma 24 jam ini kita mampatkan dan padatkan sedemikian rupa. Kita yang membatasi waktu dan kesempatan, kita yang membatasi ruang gerak kita sendiri. Jadi, bergantung pada kita saja, mau lepas bebas atau sekreatif mungkin menghias penjara kita?
Kali ini dengan senang hati saya akan mengakui bahwa dalam hidup saya masih banyak penjara kecil yang saya ciptakan sendiri. Mengingat masa tahanan di dalam 'penjara-penjara' ini masih cukup lama, pilihan yang ada tinggal dua. Segera kabur atau mencoba menikmatinya dan mendekorasi 'penjara' ini dengan wallpaper serta pendingin ruangan, hingga menjadi terasa lebih nyaman. (Siapa yang Ada di dalam Penjara? hal. 241)
  • Dalam kehilangan, selalu ada sisi terang yang harus kita lihat. Kehilangan boleh jadi membawa kita kembali ke titik awal, membuka kembali lembaran baru, atau menyadari bahwa semua miliki kita berstatus titipan. Ikhlas, itulah obat mujarab mengatasi kehilangan.
Mungkin benar, orang yang paling beruntung adalah mereka yang sadar bahwa di dunia ini mereka tidak punya apa-apa. Karena mereka pasti tidak akan pernah kehilangan. (Hilang, hal. 256)

Bagi saya, tulisan-tulisan Indra sukses menggelitik untuk berpikir lebih dalam tentang apa saja yang kita lihat. Hal remeh temeh sekalipun bisa menjadi bahan pemikiran menarik dan bisa disikapi dengan kritis. Bukan soal apa yang dibicarakan atau dibahas, tetapi bagaimana kita melihat segala sesuatu hal secara mendalam, mengupasnya selapis demi selapis, hingga kita bisa melihat dasar permasalahnnya. 

Buku ini adalah salah satu buku WAJIB punya di rak buku. Bacalah dan pasti kita tersenyum super lebar dibuatnya!
 

Thursday, April 21, 2011

Saya bangga menjadi seorang perempuan!

Hari ini bertebaran berita para perempuan Indonesia berkebaya di tempat kerja, apapun profesinya. Mulai dari supir bus Transjakarta, polwan, sampai dengan petugas SPBU. Semuanya berusaha tampil cantik dan seanggun mungkin. Ya, mereka merayakan hari Kartini, yang diambil dari hari kelahiran Ibu Kartini, pejuang emansipasi perempuan Indonesia. 

Dari sekian berita yang saya baca di internet, ada satu komentar pembaca yang cukup menggelitik. Pembaca itu mengatakan, mengapa tidak membuat desain kebaya yang lebih simpel, supaya bisa nyaman dikenakan dan membuat penggunanya bebas bekerja.

Pernyataan itu membuat saya berpikir, si komentator ini mungkin seorang laki-laki yang belum pernah mengenakan kebaya seumur hidupnya. Bisa juga ia melihat perempuan-perempuan di sekelilingnya yang selalu 'berjuang' menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdandan saat mengenakan kebaya. 

Hmmm...padahal, dari pengalaman saya sebagai perempuan, saya paling suka saat-saat saya harus mengenakan kebaya. Walaupun koleksi kebaya saya tidak banyak, tetapi saya selalu jatuh cinta dengan kebaya! 

Salah satu kebaya favorit saya!

I love this outfit! ;)


Para lelaki di luar sana, ketahuilah ada beragam jenis kebaya yang bisa dipakai perempuan. Mulai dari kebaya encim, kebaya kutu baru, baju kurung, sampai kebaya yang penuh payet. Ketika zaman semakin modern, perempuan juga lebih pintar dan ahli dalam memadumadankan kebaya. 

Memakai kebaya ke tempat kerja? Siapa bilang tidak mungkin? Saya dan PG Girls dulu selalu berkebaya setiap tanggal 21 April, dan kami terbilang jago lho memadukan kain sarung dengan atasan modern. Sekaligus tetap enak dikenakan sehingga nyaman dipakai bekerja seharian.

Kartini modern! ~ Personal Growth 21 April 2010

Kecintaan saya pada kebaya mencapai puncaknya saat saya menikah kemarin. Ibu saya membelikan saya beberapa bahan untuk dijahit menjadi kebaya-kebaya anggun, termasuk kebaya akad nikah. Beruntung saya bertemu dengan penjahit kebaya yang cocok, sehingga kebaya saya jadi luar biasa cantik! Itu juga yang membuat saya tidak sabar menjelang hari pernikahan: ingin memakai semua kebaya cantik itu!!! Walaupun untuk itu saya memang harus sedikit melangsingkan tubuh, semata supaya lebih enak dipandang. 

Kebaya akad nikah saya :)
Like a dream come true!!! :')

Bagi saya, kebaya adalah identitas dan jati diri perempuan Indonesia. Kebaya adalah kebanggaan perempuan Indonesia. Berpakaian kebaya pada hari Kartini bukan semata mengingat kembali kodrat kita sebagai perempuan, tetapi merayakan kemenangan para perempuan Indonesia, yang diawali oleh perjuangan Ibu Kartini pada masa silam. Kita sebagai perempuan kini tumbuh menjadi perempuan yang bermental baja, tangguh, dan kuat. Penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri adalah hal pertama dan terutama bagi para perempuan Indonesia. Kita sendiri yang menentukan kebahagiaan kita, dan pasti akan berpengaruh pada orang-orang di sekitar kita: suami, anak, sampai masyarakat. Ya, perempuan punya peranan besar dalam keluarga, masyarakat, bahkan sampai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara!

Saya bangga menjadi seorang perempuan!

Monday, April 18, 2011

The Blind Side - that's why we need a place called 'home'


Silakan bilang saya nggak gaul untuk urusan film. Saya baru nonton film The Blind Side tadi malam dan re-run tadi siang. Padahal, film ini produksi tahun 2009. Yah, saya memang bukan tipikal orang yang tergila-gila pada bioskop. Itulah mengapa saya membutuhkan saluran HBO di rumah :)

The Blind Side dibuat berdasarkan kisah nyata Leigh Anne dan Sean Tuohy yang mengadopsi seorang remaja Afrika-Amerika, Michael Oher. Michael disapa Big Mike oleh orang-orang di sekitarnya, sementara ia tidak menyukai panggilan itu. Michael dijemput oleh petugas pemerintah atau dinas sosial saat 7 tahun. Mereka membawanya ke panti asuhan karena negara menganggap ibu kandung Michael tidak mampu mengurus dan merawat Michael, lantaran sang ibu adalah pecandu narkoba. Sejak kecil ia pun tidak tahu siapa ayahnya. Ia juga tidak mendapatkan pendidikan formal yang layak dan bisa dibilang ia memiliki kemampuan yang sedikit kurang dalam berbagai hal. Namun, Leigh Anne tergerak untuk membantu Michael  dan ia yakin Michael bisa sukses. 

Satu hal yang unik, Michael memang memiliki kemampuan yang kurang dalam berbagai aspek. Namun, hasil pemeriksaan psikologis Michael menunjukkan ia punya insting melindungi sangat tinggi. Inilah yang membantu Leigh Anne yakin bahwa Michael berpotensi. Ketika Michael mulai tertarik pada football, Leigh Anne meyakinkan Michael bahwa ia bisa bermain sangat baik dalam tim. Michael hanya perlu melaksanakan perannya sebagai pelindung dan menganggap teman satu timnya adalah keluarga yang harus ia lindungi. Keyakinan ini menumbuhkan rasa percaya diri Michael dan ia sukses menjadi pemain hebat.

Leigh Anne dan keluarga Tuohy memberikan Michael sebuah keluarga yang penuh kehangatan, tempat yang bisa ia bilang sebagai rumah. Keluarga Tuohy sangat mendukung Michael 100%, dan menerima Michael sebagai bagian sekaligus anugerah terindah bagi mereka. Pada akhir cerita, Michael berhasil mendapatkan beasiswa ke Ole Miss, almamater Sean dan Leigh Anne. Namun, Michael tahu, pilihannya ke Ole Miss dilakukan penuh kesadaran dan karena seluruh keluarganya berkuliah di sana. Michael menunjukkan kecintaan dan rasa terima kasihnya pada keluarga Tuohy dengan memutuskan sesuatu yang terbaik bagi hidupnya.

Michael Oher dan keluarga Tuohy

Cerita tersebut sangat menyentuh, apalagi ini betul-betul kisah nyata. Michael Oher mendapatkan sebuah keluarga yang penuh totalitas dalam menerima sekaligus mendukung setiap langkahnya. Masa lalu Michael yang kelam tidak menjadikannya jatuh dan terjerumus. Saya ingat satu adegan ketika Leigh Anne bertanya pada Michael, bagaimana ia bisa keluar dari lingkungan tempat ia tinggal - yang penuh kekerasan, kejahatan, dan narkoba. Michael menjawab, ibunya selalu meminta ia untuk menutup mata, salah satunya saat sang ibu tengah kecanduan kokain. Dengan begitu, ia tidak perlu melihat hal-hal buruk. Ia hanya perlu melihat hal-hal baik.

Dalam film ini, Quinton Arron memerankan Michael Oher dan menghidupkannya sebagai sosok yang pendiam, pemalu, tetapi hangat dan berhati emas di dalam. Sementara Sandra Bullock berhasil memunculkan energi Leigh Anne yang luar biasa dan selalu penuh semangat, serta punya keyakinan pada keputusan yang diambilnya. Leigh Anne dan keluarga Tuohy berbesar hati menerima keberadaan Michael dalam keluarga mereka, tanpa membedakan siapa dan dari mana ia berasal. Rumah keluarga Tuohy yang hangat dan penuh cinta adalah supporter utama bagi Michael. Ia pun punya tempat untuk selalu kembali pulang.  

Satu hal yang saya petik dari film ini adalah manusia di mana pun di dunia ini membutuhkan satu tempat untuk pulang, yakni sebuah keluarga. 

That's why we need a place called 'home'.

Pictures taken from here

Sunday, April 17, 2011

Superb Weekend!!!!

Hola!
Akhir pekan ini cukup menyenangkan bagi saya, setelah aktivitas luar biasa padat pada awal minggu menjelang UAN SMP dua pekan mendatang. Saya sangat menanti akhir pekan ini! Kegiatan beres-beres rumah dan memasak adalah pelarian saya minggu ini. Saya dan suami bahu membahu membereskan rumah. Makan enak adalah ganjaran paling tepat setelah bermandi keringat saat beres-beres. Penasaran dengan apa yang saya masak? :)

Pancake with homemade apple jam

Pancake with homemade apple jam

Bahan Pancake:
1 bungkus adonan pancake Pondan
1 butir telur
100 cc susu cair
150 cc air
1/8 sdt vanili bubuk
Mentega

Bahan Selai Apel:
3 buah apel royal gala, kupas dan potong kotak-kotak
100 gr gula pasir
2 buah jeruk nipis ukuran sedang
5 cm batang kayu manis
1/8 sdt garam

Cara membuat:
  1. Selai apel : kupas dan potong kotak-kotak apel. Lalu belah 1 buah jeruk nipis, dan peras di atas apel, aduk merata. Perasan jeruk nipis ini akan membuat warna apel tetap kuning muda, tidak berubah menjadi kecoklatan. Masukkan apel ke dalam blender, hancurkan, tetapi tidak terlalu halus, sehingga masih ada potongan kecil apelnya. Panaskan wajan anti lengket, tuang adonan apel ke dalam wajan. Masak dengan api kecil sampai air meresap. Setelah air meresap, baru tambahkan gula pasir, kayu manis, garam, dan air perasan 1 buah jeruk nipis. Masak hingga mengental dan matang. Angkat dan dinginkan. Setelah uap panasnya hilang, simpan dalam wadah tertutup dalam lemari es.
  2. Pancake : tuang adonan pancake siap pakai dalam wadah. Tambahkan susu cair, air, telur, dan vanili bubuk. Aduk dengan kocokan telur hingga merata dan adonan mengental. Panaskan wajan anti lengket, olesi dengan sedikit mentega. Tuang adonan pancake sebanyak satu sendok sayur dalam wajan. Setelah muncul gelembung di permukaan adonan pancake, balik dan masak hingga pancake berwarna coklat keemasan.  Satu adonan pancake bisa menghasilkan 12 - 15 pancake.
  3. Penyajian : Taruh satu buah pancake, olesi dengan selai apel. Tutup dengan satu buah pancake, oleskan lagi selai apel. Bisa juga disajikan dengan sirup maple sesuai selera. 

Chicken Teriyaki
Chicken Teriyaki

Bahan :
2 buah dada ayam tanpa tulang, potong kotak-kotak
1/2 buah bawang bombay
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah ukuran kecil
1 sachet saos teriyaki Saori
1 sdm saos tiram
2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt pala bubuk
2 sdt gula pasir
Minyak untuk menumis
Air secukupnya

Cara membuat :
  1. Panaskan wajan dan minyak goreng. Masukkan bawang bombay, bawang putih, dan bawang merah. Tumis hingga harum. Masukkan potongan ayam dan air secukupnya. Masak sampai ayam berubah warna/setengah matang.
  2. Tambahkan saos teriyaki, saos tiram, merica bubuk, garam, pala bubuk, dan gula pasir. Aduk semuanya sampai rata. Masak hingga ayam matang dan bumbu tercampur rata. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.
Senangnya!!! Dua-duanya enak banget!!! Suami saja sampai ketagihan! Inilah enaknya masak! :DD
Selamat mencoba! :)

Sunday, April 10, 2011

Bhuy's Spicy Spaghetti


Akhir pekan ini saya habiskan di rumah mertua. Dua malam menikmati ac plus udara dingin karena hujan. Nikmatnya tidur berselimut!

Setiba kembali di rumah, saya menjanjikan suami akan memasak spaghetti. Niatnya sih spaghetti aglio olio, ehm semacam spaghetti tumis. Tapi setelah jadi kok rasanya kurang cocok menyandang nama itu. Jadilah diberi nama Bhuy's Spicy Spaghetti lantaran saya memang menambahkan banyak merica ke dalamnya. Pedas tapi nendang!! Skor 8 dari suami! *melirik suami yang melahap habis spaghetti*

Bahan:
Segenggam spaghetti, kira2 150 g
3 buah sosis, iris memanjang
1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
4 siung bawang putih, cincang kasar
100 g sayuran beku
1 sdm merica butir, ulek kasar
1 sdt garam
1 sdt pala bubuk
2 sdt gula pasir
1 sdm kecap maggi
Parutan keju
Sedikit air
Minyak untuk menumis

Cara membuat:
Rebus spaghetti dalam air mendidih yang diberi sedikit minyak hingga al dente. Angkat, tiriskan & sisihkan.

Panaskan minyak, tumis bawang putih & bawang bombay hingga harum. Masukkan sosis. Tambahkan sedikit air, lalu bumbu2: merica, garam, pala bubuk, kecap maggi, dan gula pasir. Bumbu2 ini bisa disesuaikan dengan selera lho.

Aduk semua bumbu hingga rata. Masukkan sayuran beku, aduk sebentar. Baru tambahkan spaghetti dan aduk merata. Masukkan parutan keju. Aduk sampai semua rata & matang.

Angkat, sajikan dengan parutan keju chedar & saos sambal.


Note:
Kecap maggi sudah asin, sehingga saya hanya menambahkan 1 sdt garam saja. Namun, kembali lagi silakan disesuaikan dengan selera :)


Selamat mencoba! :D

Saturday, April 09, 2011

AMT >> Refreshing my body, mind and soul!

Rasa bosan yang luar biasa melanda saya minggu ini. Bosan saja dengan rutinitas yang saya jalani. Apalagi saya belum juga berkesempatan jalan-jalan di pulau Kalimantan. Padahal, sudah penasaran setengah mati ingin lihat-lihat kota lain selain Bontang! Haduh!

Manusia itu memang butuh keseimbangan.
Di sela rutinitas saya seminggu ini, kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) untuk siswa kelas 9 pada pertengahan minggu sukses menyegarkan kembali diri saya. Yap, tidak cuma sekedar menyehatkan tubuh, tetapi juga pikiran dan jiwa saya.

Judulnya memang AMT, tetapi isi kegiatannya luar biasa FUN! Apalagi siswa didorong untuk bisa lepas dan all out sepanjang kegiatan. Tujuan kegiatan ini  memberi kesempatan pada siswa kelas 9 untuk melepas lelah sejenak, setelah menjalani persiapan menuju UAN. Bayangkan, jadi siswa kelas 9 itu nggak mudah lho! Berat! Try out, les privat, matrikulasi, tambahan pelajaran di sore hari. Wah! Saya saja melihatnya sudah lelah, bagaimana para siswa yang menjalaninya?

Nah, kegiatan ini adalah ajang para siswa melepas segala pikiran SEJENAK. Sebagai sarana refreshing, supaya mereka bisa lebih siap lagi menghadapi UAN yang tinggal menghitung hari. Selama dua hari, saya bertugas menjadi tukang foto. Ehem, kameranya sih kamera siswa, mereka minta tolong saya untuk memotret. Saya senang-senang saja, sekaligus mengobati rasa kangen pegang DSLR. Habissss....sejak menikah dan suami belum beli DSLR, modal saya kamera pocket digital saja. Kurang mantap, hahaha. Jadi, senang banget bisa memotret dengan kamera DSLR.

Pendek kata.....
Semoga siswa jadi lebih bersemangat setelah AMT. Perjuangan kalian masih beberapa hari lagi! Tetap semangat ya!!! \(^o^)/

Kehebohan di akhir acara! :D
Foto ini dipinjam dari photo album salah satu siswa saya :)