Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Friday, December 30, 2011

All time favorite snacks!

Minggu-minggu jelang persalinan, saya memenuhi anjuran dokter untuk banyak makan. Oh, terlepas dari berapa kg lagi berat badan saya akan naik. Selama si baby sehat, saya rela makan lebih banyak kok. Yah, soal nanti menurunkan berat badan sih lihat nanti saja deh...*pasrah*

Saya sedang hobi ngemil ini!
Memajang gambarnya saja bikin saya kepingin......;)

Harus selalu sedia ini satu kotak besar!
Gambar dari sini
Monde Potato Boro Biscuits,
kirain di Bontang nggak ada yang jual! 
Snickers! Saya jadi doyan coklat! Gambar dari sini
Cornetto Strawberry, jadi pengen!
Gambar dari sini

Mumpung lagi musim :p
Gambar dari sini
Nanti malam harus minum ini!
Gambar dari sini






 

Why I love this Rainbow Diary 2012

Awal bulan ini, iseng saya browsing agenda 2012. Ya, sejak mendekati hari perkiraan lahir, saya resmi jadi tahanan kota. Mau nggak mau, saya hanya punya pilihan window shopping lewat internet. Nah, soal agenda, saya sering merasa kesulitan menemukan agenda yang cocok dari segi ukuran, isi, dan desain. Kalau ke Gramedia, modelnya itu-itu saja, warnanya juga itu-itu saja. Sampai akhirnya saya menemukan situs Pikomiko, yang memang menyediakan barang-barang produksi Korea. Semua pernak-pernik khas perempuan ada di situ. Bagian paling menyenangkan sih tentu saja beragam pilihan agendanya! Soal harga juga cukup bervariasi, tetapi yang membuat saya senang desainnya keren! Saya naksir sekali pada hampir semua agendanya!! 

Rupanya Pikomiko menerapkan sistem pre-order, artinya barang baru ada jika ada pembeli yang memesan dan sudah membayar pesanannya. Karena PO dan langsung ke Korea, otomatis barang pun baru sampai di Pikomiko dalam waktu 2 minggu. Ada beberapa barang yang ready stock, tetapi sepertinya mayoritas dipesan berdasarkan pesanan konsumen. 

Meskipun agak lama, toh saya merasa tidak rugi juga. Pelayanan dari Pikomiko juga cukup responsif dan cepat. Setelah saya memesan, segera ada email balasan dari customer service-nya. Saat mereka akan mengirim barang juga akan dikonfirmasi lebih dulu via sms. Ini nih syarat penting kalau belanja online, customer service yang ramah, responsif, dan cepat melayani konsumen!

Akhirnya, saya memesan yang ini, Rainbow Diary 2012.
Warnanya tentu saja hijau! Yang kanan itu weekly plan yang bisa
ditempel seperti post-it
Ehem, saya merasa semangat setiap kali melihat agenda pilihan saya kali ini. Warna favorit ditambah desain isi yang menyenangkan untuk dilihat. Semoga saja nantinya agenda ini bakal penuh dan ramai, paling tidak dengan banyak cerita si baby boy yang akan lahir bulan depan!! Mulai dari jadual dan rutinitas si baby sehari-hari sampai dengan urusan pekerjaan.

Sudah memburu agenda 2012? ;)

Friday, December 23, 2011

My First Five Years in The World

I want this book! Finally I found it! :D :D
All pics taken from Baby Parcel

Kalau lagi kangen rumah...


Meskipun campur-campur bahasa isyarat+ketikan gara-gara nggak bisa dengar suara saya, yang penting bisa lihat wajah masing-masing!

Duh, kangennya sama keluarga di rumah! :')

Anyway, 


Happy holidays!
and 
 to all my friends! ;)


Gambar dipinjam di sini

Tuesday, December 20, 2011

Memilih Diaper Bag Keren!

Mengapa diaper bag alias tas bayi sekarang keren-keren? 
Saya ingat betul, 12 tahun lalu tas bayi punya Gilang pun motifnya masih yang lucu-lucu, standar model di Lemonde yang ukurannya gede, bahannya lembut dan empuk. Sekarang, rasanya ketinggalan zaman banget kalau masih pakai model yang lucu nan imut. Rupanya produsen tas bayi juga berpikir, bagaimana supaya orang tua tetap bisa kelihatan cool meski bawa barang-barang perlengkapan bayi ke mana-mana. Well, ini masalah persepsi sih. Masih ada kok ibu-ibu atau bapak-bapak yang santai saja bawa tas bayi dengan motif teddy bear saat pergi ke mall. Namun, di sisi lain, semakin muncul ibu-ibu yang ingin menjadi stylish mommy dengan bawaan tas bayi yang keren (bahkan nggak terlihat seperti tas bayi!). Pun para bapak, mereka jadi nggak gengsi untuk membawa tas bayi, karena tetap membuat mereka terlihat ganteng! 

Penting banget ya kesannya? 
Ya, soal pencitraan kan bukan cuma punya para politikus. As a parents we also want to be a cool yet stylish mommy or daddy! Bagaimana caranya supaya biar sudah punya buntut (baca: anak), tetap bisa berjiwa muda dan funky

Pilihan diaper bag yang stylish sangat beragam. Mau yang buatan luar negeri? Ada Okiedog dan Skiphop (bisa dilihat di sini dan di sini) yang harganya ya ampun! Iya, seharga tas-tas saya! Ehem, bahkan tas saya juga jarang yang seharga itu, mungkin seharga koper kali ya?

Bagaimana dengan buatan dalam negeri? Harganya lebih bersahabat, tetapi juga dengan kualitas yang (tampaknya) oke. Saya belum pernah membeli salah satunya sih, tapi membaca testimonial dan review dari mommies di Forum Mommies Daily tentang Diaper Bag, meyakinkan saya bahwa produk lokal juga punya kualitas lho!

So, selain Cocopop Crafts, berikut diaper bag incaran saya yang tampaknya bisa saya jadikan kado akhir tahun untuk diri saya sendiri! 
HDY Wonder Patch Messenger
HDY Little Traveler Messenger
Marss Organizer Diaper Bag
Add caption

Sofia Backpack Picobella IStore
Miabebo Backpack Orange Stripes Diaper Bag 
Baby Inc. Brown & Blue Messenger Diaper Bag
Ehem, yang Baby Inc. Diaper Bag harganya lebih mahal daripada model di atasnya, tapi saya suka motifnya! Kalau lihat harga, pasti kita jadi berpikir,'ya ampun masa' beli diaper bag harganya segitu mahal sih?' Oke, pengecualian yang produk luar negeri yaa (saya sih pasti akan berpikir beribu kali sebelum beli Okiedog atau Skiphop, kecuali ada diskon besar-besaran!). Namun, produk buatan dalam negeri juga cukup menjanjikan. Sesuaikan saja dengan budget, syukur-syukur kalau ada yang berniat memberinya sebagai kado. Yang penting, jangan asal beli karena harga miring tetapi kita tidak memperhatikan kualitas. Sayang lho, beli yang murah meriah, tapi baru dipakai sebentar sudah jebol atau putus talinya. Meskipun jadi ada alasan untuk beli lagi, hihihihi. 

Dari semua produk yang saya incar, I think I'm in love with HDY diaper bag. Oh, Picobella Sofia Bag pack juga! Nah, silakan teman pilih mau memberi kado si baby yang mana ya! *nyengir kuda*
Yang jelas, saya mau 'meracuni' suami untuk melirik diaper bag HDY! It's so stylish, even for him! 

Jadi, pilih yang mana? ;)


Thursday, December 15, 2011

Wall Stickers for baby room!

Sebetulnya saya dan suami memang tidak menyiapkan satu kamar bayi secara khusus, mengingat keterbatasan ruang di rumah kami. Namun, kami memang ingin membeli sebuah baby box (ingat baby box merah pilihan Eyang Uti-nya si boy kan?) dan akan ditempatkan di kamar tidur kami. Kalau pisah kamar, khawatir akan repot saat si baby bangun tengah malam. Sementara sih semua pakaian dan keperluannya sudah saya rapikan dalam satu rak di kamar kami. 

Tetapiiii.....begitu saya browsing  di Busy Mommies dan menemukan stiker-stiker lucu ini untuk mendekorasi ruangan, saya jadi ingin membelinya! Well, meskipun si baby kamarnya akan bergabung bersama kami, rasanya sah-sah saja kalau ingin kamar juga lebih meriah dan berwarna. Apalagi stiker-stiker lucu ini bisa dilepas dengan mudah dan tidak merusak cat. Duh, gambarnya lucu-lucu! How cute they are huh? ;)







Instructions. All pics borrowed from Busy Mommies
Suamiiiiikuuu... ayo kita beli iniiii! :D :D

Wednesday, December 14, 2011

Waiting for a miracle(13):another photo shoot

My curvy body makes me feel so sexy and beautiful! ;)

Edited with GIMP
Edited with Picasa


A mother's joy begins when new life is stirring inside... 
when a tiny heartbeat is heard for the very first time, 
and a playful kick reminds her that she is never alone

Quote taken from here


Wednesday, December 07, 2011

Mata saya tertambat pada...(my wish lists!)

Aduh.
Saya mau bikin pengakuan dosa. Saya sedang kalap belanja, belanja online. Sialnya, alam pun bersahabat dengan keinginan saya. Entah mengapa setiap saya mengetik satu kata di Om Google, selalu muncul situs-situs belanja online yang menarik. Berakhir dengan sukses menarik saya untuk memesan.

Masih ditambah dengan kebutuhan melengkapi perlengkapan bayi. Jadilah awal bulan ini saya tampak serius belanja. Memang susah ya...kebutuhan VS keinginan. 

Boleh dong saya berbagi apa saja yang sedang saya incar sekarang (dan berharap masih cukup dana untuk membelinya!). Jenis barang beragam, dari perlengkapan bayi sampai DVD Super Show 3 Super Junior. Oh my! *tepok jidat*
Ember mandi, by Klikbabylove
Tempat tidur Baby Does. I'm in love with the red color!
Incaran Eyang Uti lho, boy!
Diaper bag yang stylish! By Cocopop Crafts
Ini diaper bag juga lho!
Naksir! Ada yang mau ngasih untuk kado si boy?
By Cocopop Crafts
Wajib beli kalau ngaku ELF! PO on Gasoo Galore
Bacaan selama 'libur' nanti!

Yang mana yang harus dibeli?
Kalau diaper bag sih saya menunggu kado saja kali yaaa....Ayo teman, siapa yang mau kasih kado ini untuk lahiran si boy nanti? *ngareeeppppppp banget!*
DVD Super Show 3.....sepertinya tetap harus masuk daftar wajib beli (sambil berdoa nggak diamuk suami).

Ya Allah, tolong jernihkan pikiran saya!
Amin.

Monday, December 05, 2011

Waiting for a miracle(12): kelas hypnobirthing

Sabtu kemarin menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kelas hypnobirthing, seperti yang disarankan dokter. Sampai menjelang kelas dimulai, saya masih belum membayangkan bagaimana prosesnya. Saya hanya tahu bahwa dengan mempelajari teknik hypnobirthing bumil akan bisa lebih santai menghadapi persalinan, baik normal maupun caesar. Apakah mirip-mirip dengan hypnotherapy? Tampaknya iya. Saya hanya penasaran apakah benar bisa membuat saya santai dan relax, atau sampai membuat saya tidak sadar, hehehe.

Pukul 08.00 saya sudah sampai di RS PKT bersama suami. Tidak lama, seorang bidan datang. Saya masih harus menunggu sekitar 45 menit sampai kelas dimulai. Kelas kemarin hanya diikuti dua orang. Rupanya, untuk kelas hypnobirthing memang dibatasi maksimal empat orang, supaya peserta juga betul-betul bisa mengikuti dan suasana lebih nyaman.

Ruangan kelas tempat hypnobirthing berlangsung tidak besar. Masing-masing peserta dipersilakan duduk di atas matras dengan bantal-bantal empuk. Sebelum dimulai, saya harus mengisi formulir data pribadi dan menjawab beberapa pertanyaan terkait apa saja yang disukai dan tidak disukai. Pada bagian akhir, saya harus menandatangani pernyataan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kelas dimulai dengan perkenalan singkat, nama bidannya adalah Mbak Suriani. Mbak Suriani lebih dulu menceritakan bagaimana proses kehamilan hingga melahirkan, berikut apa saja sih yang akan kita alami menjelang persalinan. Mulai dari proses kontraksi, bagaimana cara bidan mengecek pembukaan 1-10, sampai proses persalinan. Mbak Suriani juga menjelaskan secara singkat, sebetulnya hypnobirthing itu apa dan apa saja keuntungannya. Hypnobirthing adalah suatu metode yang dipergunakan untuk menghilangkan rasa takut, tegang, cemas, dan tekanan lain yang biasa dialami calon ibu dalam proses persalinan. Metode ini mengajarkan bumil berlatih menanamkan sugesti pada alam bawah sadar secara berulang, sehingga saat persalinan ibu bisa lebih santai dan tenang, serta membiarkan rekaman alam bawah sadarnya mengatur jalannya proses persalinan. 


Mbak Suriani menambahkan, jika metode ini diterapkan dalam proses persalinan, maka persalinan bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Bahkan, untuk kehamilan pertama yang biasanya memakan waktu persalinan panjang (bisa lebih dari 10 jam sejak pembukaan 1), bisa berlangsung lebih cepat jika ibu menerapkan metode hypnobirthing, sekaligus mengurangi rasa sakit. Malah ada pengalaman Mbak Suriani membantu seorang ibu yang begitu santai saat persalinan bisa sampai setengah tertidur saat persalinan. Setengah tertidur di sini maksudnya bukan tidur beneran lho, tetapi masih sadar dan mendengarkan instruksi dokter. 


Selanjutnya, Mbak Suriani mengarahkan kami untuk melemaskan otot-otot dengan melakukan beberapa gerakan sederhana senam hamil. Kebanyakan gerakan memang diarahkan untuk membuat otot kita lebih relax, dan berkutat seputar otot paha-betis-kaki, otot panggul, dan punggung. Jadi, semakin sering kita melakukan gerakan-gerakan tersebut, akan membantu mengurangi rasa pegal. 

Setelah otot sudah cukup lemas, kami diminta untuk mengambil posisi santai dan nyaman. Bisa sambil tidur, bersandar, atau duduk. Saya memilih tidur dengan posisi miring kiri dan memeluk bantal. Mbak Suriani pun memandu proses relaksasi diiringi musik instrumental. Proses relaksasi ini memang mirip dengan hypnotherapy. Saya berusaha mengikuti dengan kepala kosong, alias tidak memikirkan apapun. Prinsipnya here and now. Saya hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mbak Suriani dan berusaha 'menyatu' dengan lingkungan yang nyaman, sehingga saya bisa lebih santai dan menikmati proses tersebut.

Berikut proses relaksasi yang saya ambil dari The Urban Mama. Prosesnya mirip seperti yang saya lakukan Sabtu kemarin, dan ini sudah dipaparkan secara detil. Saya sih hanya mengingat apa yang saya alami, tetapi lupa instruksinya apa saja, hehehe.
  1. Pejamkan mata, dan atur napas sesuai dengan metode latihan pernapasan yang telah dibahas sebelumnya. Jika lebih nyaman menggunakan napas biasa dibandingkan napas perut, tidak apa-apa. Gunakan napas yang terasa paling nyaman dan bisa membuat kondisi tubuh dan pikiran menjadi rileks.
  2. Bacalah doa sebelum memulai latihan.
  3. Mulailah langkah pertama latihan dengan merasakan pernapasan anda dan biarkan setiap tarikan dan hembusan napas membawa anda semakin masuk ke dalam kondisi yang tenang dan rileks. Rasakan napas yang nyaman dan biarkan oksigen memenuhi paru-paru anda dan semakin menyebar ke seluruh tubuh. Benar-benar dirasakan seolah-olah anda bisa melihat bagaimana udara yang anda hirup itu menyebar ke seluruh tubuh.
  4. Lalu mulailah merelaksasikan pikiran anda dan niatkan bahwa setiap hembusan napas membuat seluruh beban pikiran anda semakin hanyut dan larut. Jika anda masih memiliki pikiran yang simpang siur, jangan dilawan, jangan dihapus karena saat anda berusaha menghapus pikiran yang tiba-tiba masuk, anda akan kehilangan fokus dan proses relaksasi menjadi terhambat.
  5. Langkah berikutnya, rasakan otot dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pastikan tidak ada otot yang terasa tegang. Niatkan bahwa seluruh otot di tubuh anda semakin rileks dan santai, bahkan menjadi lemas. Rasakan dan telusuri perlahan-lahan mulai dari atas kepala, wajah, leher, pundak, lengan, dada, perut, punggung, pinggul, paha, lutut, betis, hingga jari-jari kaki.
  6. Rasakan kondisi relaksasi yang menjalar seluruh tubuh anda (pernapasan-pikiran-otot) selama beberapa waktu (30 detik hingga 1 menit).
  7. Mulailah memasukkan sugesti sesuai dengan kebutuhan ibu saat itu (Mbak Suriani terus menerus mengucapkan 'proses persalinan Ibu berjalan mudah, cepat, dan lancar, bayi lahir sehat.')
  8. Ulangi sugesti tersebut beberapa kali sambil merasakan betapa rileksnya kondisi ini.
  9. Urban Mama boleh sambil meraba perut untuk menyalurkan energi kasih sayang pada janin, sambil tetap memejamkan mata dan melakukan relaksasi.
  10. Lakukanlah latihan ini sekitar 15-20 menit sambil mengulangi sugesti beberapa kali.
  11. Sesekali kirimkan pesan kasih sayang melalui sugesti urban Mama pada janin. Percayalah bahwa ia dapat merasakan kasih sayang itu, dan ia pun merasakan kondisi rileks urban Mama saat latihan berlangsung.
  12. Jika urban Mama telah siap mengakhiri latihan, niatkan dan persiapkan diri bahwa urban Mama akan mengakhiri latihan ini dan kembali beraktivitas (atau saatnya tidur, jika latihan dilakukan di malam hari).
  13. Fokuslah pada pernapasan yang rileks, niatkan bahwa sebentar lagi seluruh tubuh urban Mama kembali aktif dan normal tetapi tetap merasa nyaman dalam segala kondisi. Lalu hitunglah, “Satu… Dua… Tiga… Latihan selesai.” Atau gunakan kata-kata sendiri.
  14. Rasakan kembali suasana urban Mama di ruangan relaksasi saat itu, kembalikan pikiran urban Mama sambil tetap merasa nyaman.
  15. Rasakan dan niatkan otot-otot tubuh kembali normal sambil tetap nyaman
  16. Bukalah mata urban Mama, dan rasakan rileksnya tubuh dan kondisi yang lebih nyaman.
  17. Lakukan latihan ini setiap hari (jika memungkinkan), atau beberapa hari sekali sesuai dengan kebutuhan urban Mama dan kapan saja dirasa siap dan nyaman untuk melakukan latihan relaksasi ini.

Pertanyaannya, apa yang saya rasakan setelah mengikuti sesi tadi?
Yang jelas, saya merasa sampai pada suatu keadaan ketika saya setengah sadar. Saya tahu saya tertidur, tetapi saya tetap dapat mendengar suara Mbak Suriani dan suara musik. Ketika itu saya merasa sudah hampir tidur nyenyak, tapi saya tetap in touch dengan situasi sekitar, terutama pada apa yang saya dengar. Saat Mbak Suriani 'memanggil' saya untuk kembali ke alam sadar, saya seperti dibangunkan kembali, dan saya pun mengikuti perintah tersebut. 

Menarik ya, karena memang selama ini saya percaya bahwa kekuatan pikiran itu maha dahsyat! Selama hamil, saya berusaha menciptakan pikiran-pikiran positif dan menikmati betul setiap perubahan yang saya alami. Ya terkadang saya juga mengalami masa-masa galau, terutama jika menyangkut kabar kesehatan Ibu (Eyang Putri) atau saat mood saya naik turun karena perubahan cuaca ekstrem (baca: kalau Bontang lagi panas!). Terlepas dari semuanya, pengalaman kelas hypnobirthing semakin meyakinkan saya bahwa kita dan pikiran kita mampu mengendalikan apapun yang kita hadapi. Bahkan, saya penasaran dengan pijat endorfin yang kata Mbak Suriani mampu mengeluarkan hormon endorfin untuk membantu otot-otot kita relax saat persalinan. 

Saya jadi nggak sabar mengikuti kelas selanjutnya!
Satu lagi, saya juga ingin datang ke klinik laktasi dan bertemu konselor ASI untuk mendapatkan panduan tentang ASI dan si baby nanti. Berdasarkan informasi Mbak Suriani, RS PKT sudah menganut metode IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan rooming-in (rawat gabung ibu dan bayi, dengan syarat kondisi keduanya normal). Wah, mendengar ini saya tentu saja senang! Sekalipun saya akan operasi, saya tetap bisa menjalani IMD dan Insya Allah juga rawat gabung. Semoga saja! :)

Friday, December 02, 2011

Waiting for a miracle(11): my baby bump is getting bigger!



Perempuan selalu takut bertubuh besar. Saya juga begitu. Apalagi sudah bawaan lahir bahwa saya dianugrahi badan besar dengan tulang besar juga. Tebal. Silakan dicek pada keluarga saya, semuanya besar!  Ndilalah, suami juga berperawakan mirip. Sudah bisa dipastikan si baby akan membawa gen 'besar' ini hehehe.

Namun, selama kehamilan saya malah sangat menikmati pembesaran di mana-mana. Ehem, kapan lagi bisa menjadi besar tanpa perlu khawatir? Makan apa saja, semua yang enak-enak. Pedoman saya cuma dua soal makanan: enak dan enak banget. Selama hamil ya semuanya masuk. Tapi sampai terakhir kontrol, berat badan si baby normal. Hmm...mungkin semua yang saya makan larinya lebih banyak ke badan saya ya? 

Soal foto cantik, tinggal foto studio nih yang belum kesampaian. Inginnya sih suami juga ikut serta, biar ikut mejeng, nggak cuma jepret aja. Mudah-mudahan suami mau yaaaaa!

Besok saya akan mengikuti kelas hypnobirthing, seperti yang pernah saya ceritakan. Belum ada bayangan akan seperti apa, tetapi jelas bermanfaat untuk saya dan si baby. Sekalipun saya akan menjalani persalinan operasi, tetap diperlukan latihan untuk membuat saya lebih santai menghadapi operasi nanti. Tunggu ceritanya ya! 

Badan Mama VS badan saya :D

Wednesday, November 30, 2011

Never thought about this before!

Mendekati hari kelahiran si baby, semakin banyak hal yang harus dipikirkan, direncanakan, dimatangkan, dan dilakukan. Salah satu isu yang paling penting sedunia versi saya adalah soal pembantu alias ART (asisten rumah tangga). Isu ini bikin saya pusing tujuh keliling sampai detik ini. 

Selama hampir setahun menikah, saya dan suami terbiasa tinggal di rumah hanya berdua. Urusan rumah tangga biasanya ditumpuk pada akhir pekan karena kami bekerja. Pulang kerja ya tinggal istirahat, leyeh-leyeh sambil mesra-mesra hehehe. Sehari-hari pun saya jarang masak, lebih sering beli makan di luar. Maklum cuma berdua, urusan perut lebih simpel kalau beli masakan matang. Kalau masak, energi untuk memasak akan bertambah, belum lagi nyuci piringnya. Ehem, tapi Sabtu-Minggu saya masak kok. Urusan cuci-seterika, kami mengandalkan tenaga Mbak Bugis, panggilan untuk si Mbak yang menangani urusan itu. Mbak Bugis sudah diminta untuk mengurus cuci-seterika pakaian kami oleh ibu mertua saya. Mbak Bugis ini perkasa banget! Badan boleh kecil tapi tenaga besar. Hasil kerjanya juga rapi dan bersih. Orangnya pun jujur. Mbak Bugis nggak datang setiap hari, rata-rata tiga hari seminggu, dengan hari yang tak tentu. Maklum, selain mengurus di rumah kami, Mbak Bugis juga mengurus di tempat lain. 

Nah, semua rutinitas yang sudah dilakoni setahun ini pasti akan berubah total ketika si baby lahir. Apalagi saya juga tetap bekerja. Setelah izin melahirkan nanti habis, bagaimana dengan si baby? Dia sama siapa? Lalu bagaimana dengan soal kebersihan rumah dan acara cuci mencuci pakaian si baby? 

Serentetan pertanyaan masih belum terjawab. 
Kemarin Mama sudah menawarkan anak yang penjaga rumah keluarga di Sukabumi. Memang mereka sekeluarga sudah ikut kami sangat lama, saya pun kenal dengan anak itu. Sekarang usianya sudah remaja, sudah lulus SMP. Namun, pemikiran saya dan suami: apakah ia akan betah? Ini Bontang lho, bukan Jakarta. Saya sih nggak kebayang kalau suatu saat dia nggak betah dan minta pulang. Selain itu, kami yang selama ini terbiasa berdua saja di rumah, rasanya akan agak canggung saat ada orang lain menginap di rumah. Meskipun saya sadar betul, dengan adanya orang yang bisa bantu-bantu di rumah, pasti urusan rumah tangga bakal beres. Saya juga mengamati anak itu kalau sedang di Sukabumi, sudah cukup bisa diandalkan untuk urusan beres-beres rumah. Namun, rasanya kok deg-degan yang menitipkan si baby padanya, mengingat ia masih minim pengalaman. Nggak berniat meremehkan, tetapi perasaan khawatir wajar kan...

Masih dilema nih untuk saya. Dan saya menceritakan ini di blog juga karena ingin merenungkan sekali lagi, jadi nggak ya meminta dia ikut saya? Sambil menulis pun, saya sambil berpikir panjang lebar, menimbang plus minusnya. 

Memikirkan hal ini membuat saya agak terperangah dan menyatakan diri bahwa saya memang sudah jadi emak-emak. Mulai memikirkan banyak hal terkait urusan rumah dan keluarga. Padahal, tahun lalu saat menikah nggak pernah menyangka akan berpikir sampai sejauh ini. Sampai tahun lalu, saya masih sibuk mengurus diri sendiri saja. Tahun ini saya wajib mengurus suami dan si baby nanti.

Time change us, huh?

Hmmm, saya sih ingin jadi emak-emak yang funky! Boleh ribet mikirin plus mengurus rumah dan keluarga, tapi tetap ngefans Super Junior! Hihihihi :D

I'm the next Super Mom! :D



Monday, November 21, 2011

Waiting for a miracle(10): 8 weeks to go!

Akhir pekan kemarin jadi akhir pekan paling menyenangkan untuk saya. Selain karena Mama datang dengan sejumlah oleh-oleh (ada makanan dan juga perlengkapan bayi), saya juga sudah kontrol lagi ke dokter. Salah satu tujuan Mama datang ke Bontang juga untuk kenalan dan ngobrol panjang lebar dengan dr. Rachmad. Jadilah, saat kontrol kemarin Mama yang lebih heboh dan banyak bertanya daripada saya, hehehehe.

Apa kabar si baby?
Kata dokter, beratnya sudah 1,5 kg. Wooohooo, kamu sudah besar! Semakin jelas juga apa jenis kelaminnya, dokter sudah menunjukkannya pada Mama. Hello, Ilham Junior! :) Alhamdulillah semua kondisi normal dan bagus. Detak jantungnya juga semakin hebooooohhhh! I love it!

Saya juga sudah harus menghitung berapa gerakan baby setiap harinya, dimulai dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 8 malam. Biasanya, si baby ini aktif luar biasa saat pagi dan sore. Saya suka kagum melihat bagaimana perut saya 'benjol' sana-sini dan betapa kuatnya dia menendang. Entah menendang, salto, menyikut, atau menyundul. Hmm...mau jadi pemain bola ya, Nak? 
Untuk mencatat gerakan si baby, saya menggunakan aplikasi Kickberry, bisa diunduh di sini

Tampilan Kickberry di blackberry | dipinjam di sini

Sayangnya, saya juga sedang dalam kondisi flu. Jadilah harus banyak istirahat. Migrain dua hari berturut-turut ditambah hidung mampet dan tenggorokan gatal betul-betul nggak enak. Tubuh juga mulai cepat lelah, bahkan meski hanya duduk seharian. Posisi paling enak cuma satu: tiduran miring ke kiri!

Oya, perkiraan tanggal operasi belum ditentukan. Namun, kemungkinan besar akan lahir pada sekitar pertengahan Januari atau tanggal 20-an Januari, tepat pada usia 38 minggu. Yup, saya memang sudah direncanakan untuk caesar karena dengan minus mata tinggi, dokter tidak berani mengambil resiko untuk persalinan normal. Saya pun hanya bisa pasrah karena memang tidak ada pilihan lain. Selain itu, saya juga masih menunggu kabar dari suster untuk jadwal kelas hypnobirthing. Meskipun saya akan melahirkan secara operasi, dokter tetap menyarankan ikut kelas hypnobirthing supaya saat persalinan nanti saya lebih santai dan tenang.

Nah, setelah bertemu dengan dokter, Mama saya tampak lebih tenang dan lega. Maklumlah, seumur-umur Mama tinggal di kota besar, sehingga ketika saya memutuskan untuk melahirkan di Bontang pun Mama merasa harus memastikan semuanya aman dan baik. Namanya juga seorang ibu, kan tetap menginginkan yang terbaik untuk anak dan cucunya. Karena itu pula, soal perlengkapan bayi, Mama dan Papa pun sudah sangat siap. Ya, orang tua saya sangat senang menyambut cucu pertamanya, sehingga apa saja yang bisa dibeli untuk si baby, dibelikan! Apalagi di Jakarta lebih mudah mencarinya. Sepertinya Mama punya hobi baru nih, keluar masuk Mothercare! Jadi, bukan cuma saya saja dong, hehehe. Alhamdulillah, ini rejeki kamu, baby! ;) 
Om Gilang beraksi!
Ini sebagian perlengkapan bayi yang sudah dibeli
Kontrol berikutnya dijadwalkan pada tanggal 19 Desember. Berarti hari persalinan sudah semakin dekat ya, nak! Delapan? Ya, delapan minggu lagi kita akan segera bertemu, baby! Sehat-sehat ya, Boy! :*
 

Wednesday, November 16, 2011

Oleh-oleh dari konser 2PM di Jakarta

Sebetulnya sudah lama sekali saya tidak mengikuti perkembangan 2PM. Mereka mengeluarkan album baru pun saya tidak segera mencari tahu. Sampai ketika tersiar kabar 2PM akan konser di Jakarta. Wah! Membayangkan Nichkhun saja mata saya sudah berbinar-binar. Ternyata eh ternyata, dua orang teman SMA saya yang penggila KPop menonton konser 2PM di Jakarta minggu lalu. Kehebohan persiapan mereka di twitter pun terbaca oleh saya. Pengen nonton juga? Iyalah! Itu lho, aksi Nichkhun nggak boleh terlewatkan begitu saja. Namun, pastinya ini mustahil saya lakukan, mengingat saya jaaaaauuuuh sekali dari Jakarta. Akhirnya, special request pun saya ajukan pada teman saya: foto Nichkhun! 

Foto-foto ini diambil oleh Khamilla Randie yang berbaik hati memfoto semua pose Khun di layar lebar, sampai lupa mengambil foto personil 2PM lainnya hihihihihi.
It's him! Khunnie!!! <3
Awww...pipi Khun bersemu merah!
Lalu saya juga menelusuri fancam 2PM di youtube. Uwoooooooooo.............banyak banget!!! Ini beberapa video yang saya suka dan sukses bikin saya meleleh.....
Saya lagi suka lagu I Can't! :*





All videos taken with full credits from thaal07

Monday, November 14, 2011

Waiting for a miracle(9): Halo trimester tiga!

Wow! Rasanya amazing setiap melihat pregnancy ticker  pada blog saya. Sekarang kehamilan saya memasuki usia 29 minggu, kira-kira kurang 77 hari menuju HPL (Hari Perkiraan Lahir).

Alhamdulillah. Sudah semakin dekat dengan hari H, berarti sudah semakin banyak hal yang harus dilakukan. Perlengkapan bayi sudah hampir semuanya dapat (terima kasih untuk Eyang Uti dan Atung si baby, alias orang tua saya yang begitu bersemangat belanja! Padahal, saya saja santai, hehehe). Beberapa barang di rumah juga semakin mengakomodasi kehamilan saya (ehm, spring bed dan kloset duduk yang sudah terpasang manis di tempat seharusnya, terima kasih untuk Ayah dan Ami). 

Hebatnya, suami saya semakin sabar menghadapi saya yang semakin rewel dan banyak mengeluh ini itu. Jagoan banget deh suamiku! :*

Keluhan apa saja sih?
Banyak, apalagi dengan kondisi perut semakin membesar. Keluhan seperti ini pun sudah jadi santapan sehari-hari.

  • Sakit punggung dan sakit pinggang. Belakangan semakin menjadi. Duduk terlalu lama bikin punggung nyeri dan pinggang pegal! Memang sudah waktunya untuk memulai senam hamil nih!
  • Nafas pendek dan sesak. Saya punya riwayat asma, tetapi saat dicek ke dokter yang menangani saya sejak kecil, semuanya dalam kondisi baik. Ya, tetapi ketika perut semakin membesar dan menekan dada, ditambah punggung yang mudah terasa nyeri, nggak heran rasa sesak kian sering. Ditambah jika cuaca sedang panas luar biasa. Pengap dan sesak. Berkali-kali menarik nafas panjang pun jadi solusi, kecuali jika memang parah sekali barulah Ventolin beraksi. 
  • Mudah berkeringat dingin, terutama jika berdiri terlalu lama. Itulah sebabnya saya sudah dua minggu ini absen upacara hari Senin. Nggak kuat berdiri lama. Lebih sering berakhir dengan keringat dingin dan mau pingsan. Mending saya duduk - berdiri - duduk - berdiri saja deh.
  • Gampang berkeringat. Mau AC di ruang kelas sedingin apapun, pasti saya tetap gemerobyos alias mandi keringat setiap selesai mengajar. Jadilah ke mana-mana saya selalu mengandalkan kipas!
  • Terpaksa mengajar di kelas sambil duduk. Dulu saya lebih suka mengajar sambil berdiri atau berjalan-jalan. Sekarang, saya hanya sanggup duduk. Itu pun kadang membuat suara saya tidak bisa selantang biasanya. Susahnya lagi, produksi suara juga terhambat oleh kesulitan bernafas dengan baik. Jadi, ngos-ngosan di tengah-tengah pelajaran adalah hal biasa. 
  • Harus mengurangi kehebohan memasak. Sampai sekarang saya masih suka memasak. Saat memasak saya suka lupa kalau saya sedang hamil (sampai si baby perlu menendang kuat-kuat untuk mengingatkan), sehingga saya terlalu bersemangat. Setelah selesai memasak, barulah saya merasa sangaaaaaaaaattttt capek! Bahkan, sampai berkeringat dingin dan kliyengan. Kalau sudah begitu, saya pun terpaksa menyusun ulang rencana masak besar dan cukup masak yang mudah-mudah saja. Eh, tapi tetap enak kok rasanya. Boleh dicek pada suami ;)
Sampai usia kehamilan 29 minggu, berat badan saya sudah naik 10 kg. Jangan tanya jadi berapa ya sekarang. Beberapa orang mengatakan, perubahan bentuk tubuh saya lebih banyak di perut yang semakin membuncit. Saya sendiri sih merasa selain perut, paha dan tangan saya juga semakin membesar. Namun, beberapa pakaian sewaktu belum hamil masih ada yang muat, paling hanya sedikit mengetat di bagian perut. Bagian lainnya masih aman :D

Akhir minggu ini saya akan kontrol ke dokter lagi, bersama suami dan Mama (iya, Mama saya mau ke sini!). Semoga hasilnya bagus dan si baby sehat selalu sampai tiba waktunya brojol nanti! 

29 minggu :)

Sunday, November 06, 2011

Waiting for A Miracle(8): Masih bingung cari nama

Mencari sebuah nama tidak semudah yang saya kira. Masih ingat post saya tentang utak-atik nama?
Dua bulan sejak saat itu pun saya dan suami belum mencapai kata sepakat soal nama bayi kami ini. 
Tambahan buku nama dan beberapa rangkaian nama bikinan Papa juga belum membuahkan hasil. 
Aih, memang memilih nama untuk bayi tidak segampang memilih nama tokoh utama dalam cerpen ya.

Satu lagi, rasanya memilih nama anak laki-laki lebih sulit daripada anak perempuan. Ini menurut saya lho.
Walaupun suami bilang, nanti juga akan ketemu. Toh si baby masih punya waktu dua bulan lagi sebelum dia lahir. Iya sih, tapi memilih nama tetaplah sulit. Apalagi nama yang akan disandang anak seumur hidup. Nama yang juga membawa doa dan harapan setiap orang tua. 

Memilih sekian nama dari begitu banyak nama di dunia ini saja sudah sulit, apalagi menentukan nama mana yang layak disematkan pada si baby. Hampir setiap malam saat bersantai dengan suami, nama menjadi bahan diskusi kami, dan saya lebih banyak memilih nama ini dan itu. Suami bagian menyeleksi. Saya suka nama A,B, C, dst, maka suami akan memilih dan mempersempit pilihan kami menjadi tinggal empat atau lima nama saja.

Kami memulainya dari nama panggilan. Setiap saya melontarkan nama tertentu, suami akan memutuskan 'dipertimbangkan' atau 'aneh.' Kalau jawaban 'aneh' yang terlontar dari suami, artinya tidak. Biasanya, kami juga akan membahas nama dengan meruntut pada nama-nama orang yang kami tahu, temui, atau kenal sepanjang hidup kami. Ujung-ujungnya sih, jadi membahas bagaimana karakter si pemilik nama tersebut, hehehe. 

Nah, jadi saya sudah punya berapa calon nama? 
Banyak. Namun, untuk nama panggilan saya sudah punya beberapa nama jagoan. Entah kenapa pilihan saya selalu jatuh pada nama yang mengandung huruf R, entah di depan, di tengah, atau di akhir. Kebanyakan nama pilihan saya juga selalu berima A. Nggak tahu juga, saya lebih suka nama berima A, seperti nama saya dan nama suami, hehehe. Membaca pilihan nama saya, semuanya selalu berakhiran A, jarang sekali yang berakhiran huruf vokal lainnya. Sejauh ini pun, pilihan nama saya tetap berbau Indonesia atau Sansekerta. 

Masih ada sekitar dua bulan lagi. Doakan kami segera mendapat pencerahan untuk nama si baby! :)

Antologi Rasa: bagaimana mencampuradukkan cinta dan persahabatan

Ini pertama kalinya saya membaca novel Ika Natassa. Sejak demam chicklit merambah dunia perbukuan Indonesia, dan sejak Gramedia menerbitkan novel-novel bergenre Metropop, saya jarang sekali menemukan novel yang benar-benar membuat saya ketagihan membaca hingga halaman terakhir. 

Selama ini, hanya novel Sitta Karina yang selalu berhasil membius saya hingga halaman terakhir, bahkan sampai tidak rela ceritanya habis. Kalaupun ada yang lain, pilihan saya jatuh pada Travelers' Tale - Belok Kanan: Barcelona (karya keroyokan Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya, dan Imam Hidayat). Setelah sekian tahun absen membaca genre Metropop, saya pun terpesona dengan Antologi Rasa. 

Sebenarnya, saat berada di Gramedia di PIM, saya sempat menimang-nimang buku ini. Namun, saya belum tergerak untuk membelinya. Sinopsisnya tidak begitu menggoda dan saya belum pernah membaca novel Ika Natassa. Sampai saya sedang memilih buku di Buka Buku, saya pun memesan Antologi Rasa, bersama buku merawat bayi dan komik Skip Beat. 

Saya baru membuka halaman pertama buku itu setelah selesai mengajar di sekolah. Dalam waktu hampir satu setengah jam, saya sudah melahap 1/3 isi buku.Wah! Saya pun tergoda untuk menyelesaikannya malam itu juga.


Antologi Rasa bercerita tentang cinta dan persahabatan antara Keara, Harris, Rully, dan Denise. Keempat orang ini dipertemukan dalam sebuah dunia kerja di bidang banker. Kedekatan mereka berawal ketika mereka  ditempatkan di daerah yang sama di Pulau Sumatera. Siapa sangka, persahabatan itu ternyata diwarnai rasa cinta antara mereka. Cinta segiempat! 

Keara jatuh cinta setengah mati pada Rully (dan menganggap Rully sebagai satu-satunya pria yang tak bisa ia taklukan hatinya, sementara Keara punya reputasi sebagai perempuan yang penuh pesona. Hampir semua laki-laki takluk padanya, kecuali satu nama: Rully).

Rully yang mati-matian merawat cintanya pada Denise, sementara Denise sudah menikah dan mengalami permasalahan dengan suami yang selingkuh (Rully menahan diri untuk tidak menghantam Kemal, suami Denise).

Harris yang menahbiskan Keara sebagai 'cinta gue' dan jatuh cinta pada pandangan pertama sejak mereka bertemu di lift (Harris ini sebelas duabelas dengan Keara, playboy yang bisa meluluhkan hati setiap perempuan, kecuali Keara tentu saja).

Konflik bergulir antara Keara-Harris-Rully. Pada bagian awal novel, lebih banyak mengungkap cerita perjalanan Keara dan Harris ke Singapore, yang berakhir bencana bagi persahabatan mereka. Tengah novel mengungkap banyak kisah antara Keara dan Rully. Bagian akhir novel menentukan arah persahabatan mereka: apa yang dialami Denise, dampaknya bagi hubungan Keara dan Rully, serta bagaimana Harris bertahan dengan apa yang ia impikan: cinta Keara.

Alur novel ini maju-mundur. Ika Natassa dengan cerdas meramu sudut pandang tiga tokoh utama: Keara-Harris-Rully. Dalam satu adegan pun bisa dengan mudah berganti sudut pandang, tetapi tetap terasa halus dan tidak mendadak berganti begitu saja tanpa makna. Dengan demikian, tetap ada kesatuan yang muncul dari setiap adegan.

Saya suka pada cerita ini karena pergantian sudut pandang yang cerdas. Juga karena kehidupan kota Jakarta yang membuat saya kangen. Ehm, bukan bagian kehidupan yang suka dugem atau sebangsanya ya, seperti yang lazim dilakukan oleh Keara dan Harris dalam cerita tersebut. Namun, hiruk pikuk dunia kerja Jakarta dengan segala rutinitasnya yang saya kangeni. I was there anyway

Selain itu, selipan humor yang kerap sukses membuat saya tertawa terbahak-bahak. 
Adegan favorit saya saat Keara memuji Harris setelah Harris menemani Keara belanja sana sini di Singapore.
"You know what, Risjad, kalau lagi nggak berusaha tebar pesona setengah mati, elo itu adorable juga ya," kataku tersenyum padanya.
Harris
Dia barusan tersenyum menggoda gue? Anjrit! Ada gunanya juga tangan gue mau copot dari engselnya karena jadi kacung seharian ini. Gue adorable!
Keara
"Sayangnya gue udah tahu aja kalau elo itu PK," tawaku.
Harris
And we're back to square one. Crap. 
LOL!

Membaca novel ini membuat saya hidup dalam dunia imajinasi, seolah saya bagian dari mereka (saya memang orang yang amat sangat imajinatif!). Membaca novel ini juga mengingatkan saya betapa asyiknya menulis cerita, satu hal yang sudah lama sekali saya tinggalkan: menulis cerpen. Novel ini juga memunculkan beberapa quote yang menurut saya bermakna dalam.
“Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka kelepek-kelepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love." That's probably as close as I can get hearing that she loves me. (Harris - Antologi Rasa) 
“How can we be so different and feel so much alike?” (Keara - Antologi Rasa) 
Satu-satunya yang membuat saya sedikit kecewa adalah ketika mendadak alur cerita terasa dipercepat menjelang ending cerita. Memang akhir cerita menggantung, tetapi ada satu bagian yang menurut saya bisa diceritakan lebih rinci, daripada sekadar diceritakan di permukaan saja, tanpa merasakan emosi dan gejolak perasaan yang dialami Keara, Rully, dan Harris. Justru mendekati bagian akhir itulah yang lebih menentukan, bagaimana ujung kisah cinta dan persahabatan mereka.

Secara keseluruhan, saya memberikan nilai tiga setengah bintang (3,5 of 5) untuk novel ini. Novel ini juga membuat saya tertarik membaca novel karya Ika Natassa lainnya. 

Btw, saya ngefans pada Harris Risjad di novel ini. Saya menjagokan Harris untuk bersama Keara. Namun, untuk tahu bagaimana akhir cerita sebenarnya, silakan langsung membeli novel Antologi Rasa! ;) 

Wednesday, November 02, 2011

Waiting for A Miracle(7): Mari Membaca!

Sudah tahu 'kan bahwa saya adalah penyuka buku, book lovers. Apapun yang ingin saya ketahui, maka saya akan kembali pada sebuah benda bernama buku. Bolehlah kini zaman internet, tinggal googling, setiap pertanyaan akan langsung terjawab. Namun, bagi saya, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan membaca buku. Punya e-book reader sekalipun tetap tidak akan menggantikan kemewahan memegang buku, membaca setiap halamannya, dan bisa dibaca kapan saja, di mana saja.

Kepada buku-buku pula saya kembali mencari tahu, apa saja sih yang perlu dipersiapkan untuk melahirkan nanti. Mulai dari perlengkapan bayi yang harus dibeli, sampai bagaimana cara menyusui yang baik dan benar. Sekalipun saya sudah menandai alias memberikan bookmark pada beberapa artikel yang saya temukan saat browsing, saya tetap akan berpaling pada buku untuk mendalami segala sesuatu lebih jauh. 

Seperti saya ceritakan pada post sebelumnya, pengalaman mengurus seorang bayi bukan sesuatu yang asing bagi saya. Ini bukan yang pertama saya berinteraksi penuh dengan bayi, tetapi ini adalah pertama kalinya saya akan mengurus seorang bayi dimulai dari NOL. Maka pengalaman mengurus Gilang pun pasti tidak ada apa-apanya dengan mengurus si baby nanti! It will be a long and an amazing journey for me and my husband! 

Nah, daripada saya hanya mengandalkan bantuan Mama atau Ami (ibu mertua saya) saat mengasuh baby, lebih baik saya mempersiapkan diri sejak awal. Ini anak saya lho. Maka saya dan suami pasti akan punya gaya mengasuh tersendiri. This is our own style of parenting! :D

Mulailah saya mengumpulkan berbagai macam buku panduan merawat dan mengasuh bayi. Ada yang saya beli online lewat Buka Buku, atau hasil menitip pada Mama dan dikirim ke Bontang. Bagian paling menyenangkan dari menitip beli buku lewat Mama adalah .... Mama membelikan lebih dari satu buku! Saya pun girang luar biasa saat membuka paket kiriman tersebut karena mendapat empat buku sekaligus! 

Jadi, buku apa saja yang sedang saya baca sekarang?

Saya punya buku ini sejak kehamilan pertama. Bacaan wajib untuk bumil! 
Bagian paling saya sukai adalah penjelasan tentang perubahan
fisik yang dialami pasca melahirkan normal & caesar. Beli di BukaBuku
Ini bukan buku, tapi kumpulan makalah yang dipresentasikan
dalam Peringatan Pekan ASI Sedunia IDAI di Jakarta, 19 Agustus 2010.
Saya mendapatkan ini dari Emak Ratih Ibrahim sebelum menikah
dan masih saya simpan sampai sekarang :)
Favorit saya: Ensiklopedia Perkembangan Bayi! Lengkap banget,
hingga perkembangan anak 2 tahun. Berasa baca buku psikologi perkembangan :D
Btw, ini kiriman dari Mama ;)
Kiriman dari Mama juga. Sama lengkapnya dengan dua buku sebelumnya,
dengan tambahan beberapa kebiasaan yang lazim dilakukan oleh
keluarga Muslim saat menyambut kelahiran bayi :)

Hayooo....pasti ada yang bertanya, yakin nih akan melahap semua bacaan itu? 
Saya sih nggak berani menjamin semuanya akan saya hapal luar kepala. Lagipula, buku-buku panduan semacam ini bukanlah tipe buku yang harus habis dibaca sampai tuntas seperti novel (karena penasaran bagaimana ending-nya!). Buku-buku seperti ini lebih enak dibaca pada bagian-bagian tertentu yang memang ingin kita ketahui. Ibarat text book zaman kuliah dulu, tinggal buka bab atau bagian mana yang ingin dicari tahu. Buku-buku ini pas untuk teman bersantai sambil menikmati tendangan si baby yang semakin heboh! :)

Pasti ada juga yang berkomentar, ahhhh itu kan cuma teori aja. Prakteknya pasti beda 'kan?
Iya, betul sekali. Namanya juga sedia payung sebelum hujan. Daripada buta sama sekali, hanya bisa membayangkan segala sesuatu yang masih samar, lebih baik membaca untuk tahu lebih dalam lagi. Minimal teorinya sudah paham dan terbayang, tinggal dipraktekan dan dirasakan saat si baby lahir. 

Lucunya, si baby ini selalu menendang-nendang perut saya setiap kali saya membaca buku-buku ini. Saya pun bercerita padanya, bahwa saya sedang belajar dan bersiap-siap menyambut kelahirannya :) Oya, si baby juga bereaksi terhadap cerita-cerita yang saya bacakan dari Buncil (sisipan untuk anak pada majalah Ayah Bunda). Saya terpikir, bulan depan saya mau membeli buku cerita anak-anak juga, supaya ia juga terbiasa didongeng dan membaca sejak dini, bahkan sejak ia dalam perut saya! 

Yuk, mari membaca!