Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Friday, December 30, 2011

All time favorite snacks!

Minggu-minggu jelang persalinan, saya memenuhi anjuran dokter untuk banyak makan. Oh, terlepas dari berapa kg lagi berat badan saya akan naik. Selama si baby sehat, saya rela makan lebih banyak kok. Yah, soal nanti menurunkan berat badan sih lihat nanti saja deh...*pasrah*

Saya sedang hobi ngemil ini!
Memajang gambarnya saja bikin saya kepingin......;)

Harus selalu sedia ini satu kotak besar!
Gambar dari sini
Monde Potato Boro Biscuits,
kirain di Bontang nggak ada yang jual! 
Snickers! Saya jadi doyan coklat! Gambar dari sini
Cornetto Strawberry, jadi pengen!
Gambar dari sini

Mumpung lagi musim :p
Gambar dari sini
Nanti malam harus minum ini!
Gambar dari sini






 

Why I love this Rainbow Diary 2012

Awal bulan ini, iseng saya browsing agenda 2012. Ya, sejak mendekati hari perkiraan lahir, saya resmi jadi tahanan kota. Mau nggak mau, saya hanya punya pilihan window shopping lewat internet. Nah, soal agenda, saya sering merasa kesulitan menemukan agenda yang cocok dari segi ukuran, isi, dan desain. Kalau ke Gramedia, modelnya itu-itu saja, warnanya juga itu-itu saja. Sampai akhirnya saya menemukan situs Pikomiko, yang memang menyediakan barang-barang produksi Korea. Semua pernak-pernik khas perempuan ada di situ. Bagian paling menyenangkan sih tentu saja beragam pilihan agendanya! Soal harga juga cukup bervariasi, tetapi yang membuat saya senang desainnya keren! Saya naksir sekali pada hampir semua agendanya!! 

Rupanya Pikomiko menerapkan sistem pre-order, artinya barang baru ada jika ada pembeli yang memesan dan sudah membayar pesanannya. Karena PO dan langsung ke Korea, otomatis barang pun baru sampai di Pikomiko dalam waktu 2 minggu. Ada beberapa barang yang ready stock, tetapi sepertinya mayoritas dipesan berdasarkan pesanan konsumen. 

Meskipun agak lama, toh saya merasa tidak rugi juga. Pelayanan dari Pikomiko juga cukup responsif dan cepat. Setelah saya memesan, segera ada email balasan dari customer service-nya. Saat mereka akan mengirim barang juga akan dikonfirmasi lebih dulu via sms. Ini nih syarat penting kalau belanja online, customer service yang ramah, responsif, dan cepat melayani konsumen!

Akhirnya, saya memesan yang ini, Rainbow Diary 2012.
Warnanya tentu saja hijau! Yang kanan itu weekly plan yang bisa
ditempel seperti post-it
Ehem, saya merasa semangat setiap kali melihat agenda pilihan saya kali ini. Warna favorit ditambah desain isi yang menyenangkan untuk dilihat. Semoga saja nantinya agenda ini bakal penuh dan ramai, paling tidak dengan banyak cerita si baby boy yang akan lahir bulan depan!! Mulai dari jadual dan rutinitas si baby sehari-hari sampai dengan urusan pekerjaan.

Sudah memburu agenda 2012? ;)

Friday, December 23, 2011

My First Five Years in The World

I want this book! Finally I found it! :D :D
All pics taken from Baby Parcel

Kalau lagi kangen rumah...


Meskipun campur-campur bahasa isyarat+ketikan gara-gara nggak bisa dengar suara saya, yang penting bisa lihat wajah masing-masing!

Duh, kangennya sama keluarga di rumah! :')

Anyway, 


Happy holidays!
and 
 to all my friends! ;)


Gambar dipinjam di sini

Tuesday, December 20, 2011

Memilih Diaper Bag Keren!

Mengapa diaper bag alias tas bayi sekarang keren-keren? 
Saya ingat betul, 12 tahun lalu tas bayi punya Gilang pun motifnya masih yang lucu-lucu, standar model di Lemonde yang ukurannya gede, bahannya lembut dan empuk. Sekarang, rasanya ketinggalan zaman banget kalau masih pakai model yang lucu nan imut. Rupanya produsen tas bayi juga berpikir, bagaimana supaya orang tua tetap bisa kelihatan cool meski bawa barang-barang perlengkapan bayi ke mana-mana. Well, ini masalah persepsi sih. Masih ada kok ibu-ibu atau bapak-bapak yang santai saja bawa tas bayi dengan motif teddy bear saat pergi ke mall. Namun, di sisi lain, semakin muncul ibu-ibu yang ingin menjadi stylish mommy dengan bawaan tas bayi yang keren (bahkan nggak terlihat seperti tas bayi!). Pun para bapak, mereka jadi nggak gengsi untuk membawa tas bayi, karena tetap membuat mereka terlihat ganteng! 

Penting banget ya kesannya? 
Ya, soal pencitraan kan bukan cuma punya para politikus. As a parents we also want to be a cool yet stylish mommy or daddy! Bagaimana caranya supaya biar sudah punya buntut (baca: anak), tetap bisa berjiwa muda dan funky

Pilihan diaper bag yang stylish sangat beragam. Mau yang buatan luar negeri? Ada Okiedog dan Skiphop (bisa dilihat di sini dan di sini) yang harganya ya ampun! Iya, seharga tas-tas saya! Ehem, bahkan tas saya juga jarang yang seharga itu, mungkin seharga koper kali ya?

Bagaimana dengan buatan dalam negeri? Harganya lebih bersahabat, tetapi juga dengan kualitas yang (tampaknya) oke. Saya belum pernah membeli salah satunya sih, tapi membaca testimonial dan review dari mommies di Forum Mommies Daily tentang Diaper Bag, meyakinkan saya bahwa produk lokal juga punya kualitas lho!

So, selain Cocopop Crafts, berikut diaper bag incaran saya yang tampaknya bisa saya jadikan kado akhir tahun untuk diri saya sendiri! 
HDY Wonder Patch Messenger
HDY Little Traveler Messenger
Marss Organizer Diaper Bag
Add caption

Sofia Backpack Picobella IStore
Miabebo Backpack Orange Stripes Diaper Bag 
Baby Inc. Brown & Blue Messenger Diaper Bag
Ehem, yang Baby Inc. Diaper Bag harganya lebih mahal daripada model di atasnya, tapi saya suka motifnya! Kalau lihat harga, pasti kita jadi berpikir,'ya ampun masa' beli diaper bag harganya segitu mahal sih?' Oke, pengecualian yang produk luar negeri yaa (saya sih pasti akan berpikir beribu kali sebelum beli Okiedog atau Skiphop, kecuali ada diskon besar-besaran!). Namun, produk buatan dalam negeri juga cukup menjanjikan. Sesuaikan saja dengan budget, syukur-syukur kalau ada yang berniat memberinya sebagai kado. Yang penting, jangan asal beli karena harga miring tetapi kita tidak memperhatikan kualitas. Sayang lho, beli yang murah meriah, tapi baru dipakai sebentar sudah jebol atau putus talinya. Meskipun jadi ada alasan untuk beli lagi, hihihihi. 

Dari semua produk yang saya incar, I think I'm in love with HDY diaper bag. Oh, Picobella Sofia Bag pack juga! Nah, silakan teman pilih mau memberi kado si baby yang mana ya! *nyengir kuda*
Yang jelas, saya mau 'meracuni' suami untuk melirik diaper bag HDY! It's so stylish, even for him! 

Jadi, pilih yang mana? ;)


Thursday, December 15, 2011

Wall Stickers for baby room!

Sebetulnya saya dan suami memang tidak menyiapkan satu kamar bayi secara khusus, mengingat keterbatasan ruang di rumah kami. Namun, kami memang ingin membeli sebuah baby box (ingat baby box merah pilihan Eyang Uti-nya si boy kan?) dan akan ditempatkan di kamar tidur kami. Kalau pisah kamar, khawatir akan repot saat si baby bangun tengah malam. Sementara sih semua pakaian dan keperluannya sudah saya rapikan dalam satu rak di kamar kami. 

Tetapiiii.....begitu saya browsing  di Busy Mommies dan menemukan stiker-stiker lucu ini untuk mendekorasi ruangan, saya jadi ingin membelinya! Well, meskipun si baby kamarnya akan bergabung bersama kami, rasanya sah-sah saja kalau ingin kamar juga lebih meriah dan berwarna. Apalagi stiker-stiker lucu ini bisa dilepas dengan mudah dan tidak merusak cat. Duh, gambarnya lucu-lucu! How cute they are huh? ;)







Instructions. All pics borrowed from Busy Mommies
Suamiiiiikuuu... ayo kita beli iniiii! :D :D

Wednesday, December 14, 2011

Waiting for a miracle(13):another photo shoot

My curvy body makes me feel so sexy and beautiful! ;)

Edited with GIMP
Edited with Picasa


A mother's joy begins when new life is stirring inside... 
when a tiny heartbeat is heard for the very first time, 
and a playful kick reminds her that she is never alone

Quote taken from here


Wednesday, December 07, 2011

Mata saya tertambat pada...(my wish lists!)

Aduh.
Saya mau bikin pengakuan dosa. Saya sedang kalap belanja, belanja online. Sialnya, alam pun bersahabat dengan keinginan saya. Entah mengapa setiap saya mengetik satu kata di Om Google, selalu muncul situs-situs belanja online yang menarik. Berakhir dengan sukses menarik saya untuk memesan.

Masih ditambah dengan kebutuhan melengkapi perlengkapan bayi. Jadilah awal bulan ini saya tampak serius belanja. Memang susah ya...kebutuhan VS keinginan. 

Boleh dong saya berbagi apa saja yang sedang saya incar sekarang (dan berharap masih cukup dana untuk membelinya!). Jenis barang beragam, dari perlengkapan bayi sampai DVD Super Show 3 Super Junior. Oh my! *tepok jidat*
Ember mandi, by Klikbabylove
Tempat tidur Baby Does. I'm in love with the red color!
Incaran Eyang Uti lho, boy!
Diaper bag yang stylish! By Cocopop Crafts
Ini diaper bag juga lho!
Naksir! Ada yang mau ngasih untuk kado si boy?
By Cocopop Crafts
Wajib beli kalau ngaku ELF! PO on Gasoo Galore
Bacaan selama 'libur' nanti!

Yang mana yang harus dibeli?
Kalau diaper bag sih saya menunggu kado saja kali yaaa....Ayo teman, siapa yang mau kasih kado ini untuk lahiran si boy nanti? *ngareeeppppppp banget!*
DVD Super Show 3.....sepertinya tetap harus masuk daftar wajib beli (sambil berdoa nggak diamuk suami).

Ya Allah, tolong jernihkan pikiran saya!
Amin.

Monday, December 05, 2011

Waiting for a miracle(12): kelas hypnobirthing

Sabtu kemarin menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kelas hypnobirthing, seperti yang disarankan dokter. Sampai menjelang kelas dimulai, saya masih belum membayangkan bagaimana prosesnya. Saya hanya tahu bahwa dengan mempelajari teknik hypnobirthing bumil akan bisa lebih santai menghadapi persalinan, baik normal maupun caesar. Apakah mirip-mirip dengan hypnotherapy? Tampaknya iya. Saya hanya penasaran apakah benar bisa membuat saya santai dan relax, atau sampai membuat saya tidak sadar, hehehe.

Pukul 08.00 saya sudah sampai di RS PKT bersama suami. Tidak lama, seorang bidan datang. Saya masih harus menunggu sekitar 45 menit sampai kelas dimulai. Kelas kemarin hanya diikuti dua orang. Rupanya, untuk kelas hypnobirthing memang dibatasi maksimal empat orang, supaya peserta juga betul-betul bisa mengikuti dan suasana lebih nyaman.

Ruangan kelas tempat hypnobirthing berlangsung tidak besar. Masing-masing peserta dipersilakan duduk di atas matras dengan bantal-bantal empuk. Sebelum dimulai, saya harus mengisi formulir data pribadi dan menjawab beberapa pertanyaan terkait apa saja yang disukai dan tidak disukai. Pada bagian akhir, saya harus menandatangani pernyataan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kelas dimulai dengan perkenalan singkat, nama bidannya adalah Mbak Suriani. Mbak Suriani lebih dulu menceritakan bagaimana proses kehamilan hingga melahirkan, berikut apa saja sih yang akan kita alami menjelang persalinan. Mulai dari proses kontraksi, bagaimana cara bidan mengecek pembukaan 1-10, sampai proses persalinan. Mbak Suriani juga menjelaskan secara singkat, sebetulnya hypnobirthing itu apa dan apa saja keuntungannya. Hypnobirthing adalah suatu metode yang dipergunakan untuk menghilangkan rasa takut, tegang, cemas, dan tekanan lain yang biasa dialami calon ibu dalam proses persalinan. Metode ini mengajarkan bumil berlatih menanamkan sugesti pada alam bawah sadar secara berulang, sehingga saat persalinan ibu bisa lebih santai dan tenang, serta membiarkan rekaman alam bawah sadarnya mengatur jalannya proses persalinan. 


Mbak Suriani menambahkan, jika metode ini diterapkan dalam proses persalinan, maka persalinan bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Bahkan, untuk kehamilan pertama yang biasanya memakan waktu persalinan panjang (bisa lebih dari 10 jam sejak pembukaan 1), bisa berlangsung lebih cepat jika ibu menerapkan metode hypnobirthing, sekaligus mengurangi rasa sakit. Malah ada pengalaman Mbak Suriani membantu seorang ibu yang begitu santai saat persalinan bisa sampai setengah tertidur saat persalinan. Setengah tertidur di sini maksudnya bukan tidur beneran lho, tetapi masih sadar dan mendengarkan instruksi dokter. 


Selanjutnya, Mbak Suriani mengarahkan kami untuk melemaskan otot-otot dengan melakukan beberapa gerakan sederhana senam hamil. Kebanyakan gerakan memang diarahkan untuk membuat otot kita lebih relax, dan berkutat seputar otot paha-betis-kaki, otot panggul, dan punggung. Jadi, semakin sering kita melakukan gerakan-gerakan tersebut, akan membantu mengurangi rasa pegal. 

Setelah otot sudah cukup lemas, kami diminta untuk mengambil posisi santai dan nyaman. Bisa sambil tidur, bersandar, atau duduk. Saya memilih tidur dengan posisi miring kiri dan memeluk bantal. Mbak Suriani pun memandu proses relaksasi diiringi musik instrumental. Proses relaksasi ini memang mirip dengan hypnotherapy. Saya berusaha mengikuti dengan kepala kosong, alias tidak memikirkan apapun. Prinsipnya here and now. Saya hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mbak Suriani dan berusaha 'menyatu' dengan lingkungan yang nyaman, sehingga saya bisa lebih santai dan menikmati proses tersebut.

Berikut proses relaksasi yang saya ambil dari The Urban Mama. Prosesnya mirip seperti yang saya lakukan Sabtu kemarin, dan ini sudah dipaparkan secara detil. Saya sih hanya mengingat apa yang saya alami, tetapi lupa instruksinya apa saja, hehehe.
  1. Pejamkan mata, dan atur napas sesuai dengan metode latihan pernapasan yang telah dibahas sebelumnya. Jika lebih nyaman menggunakan napas biasa dibandingkan napas perut, tidak apa-apa. Gunakan napas yang terasa paling nyaman dan bisa membuat kondisi tubuh dan pikiran menjadi rileks.
  2. Bacalah doa sebelum memulai latihan.
  3. Mulailah langkah pertama latihan dengan merasakan pernapasan anda dan biarkan setiap tarikan dan hembusan napas membawa anda semakin masuk ke dalam kondisi yang tenang dan rileks. Rasakan napas yang nyaman dan biarkan oksigen memenuhi paru-paru anda dan semakin menyebar ke seluruh tubuh. Benar-benar dirasakan seolah-olah anda bisa melihat bagaimana udara yang anda hirup itu menyebar ke seluruh tubuh.
  4. Lalu mulailah merelaksasikan pikiran anda dan niatkan bahwa setiap hembusan napas membuat seluruh beban pikiran anda semakin hanyut dan larut. Jika anda masih memiliki pikiran yang simpang siur, jangan dilawan, jangan dihapus karena saat anda berusaha menghapus pikiran yang tiba-tiba masuk, anda akan kehilangan fokus dan proses relaksasi menjadi terhambat.
  5. Langkah berikutnya, rasakan otot dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pastikan tidak ada otot yang terasa tegang. Niatkan bahwa seluruh otot di tubuh anda semakin rileks dan santai, bahkan menjadi lemas. Rasakan dan telusuri perlahan-lahan mulai dari atas kepala, wajah, leher, pundak, lengan, dada, perut, punggung, pinggul, paha, lutut, betis, hingga jari-jari kaki.
  6. Rasakan kondisi relaksasi yang menjalar seluruh tubuh anda (pernapasan-pikiran-otot) selama beberapa waktu (30 detik hingga 1 menit).
  7. Mulailah memasukkan sugesti sesuai dengan kebutuhan ibu saat itu (Mbak Suriani terus menerus mengucapkan 'proses persalinan Ibu berjalan mudah, cepat, dan lancar, bayi lahir sehat.')
  8. Ulangi sugesti tersebut beberapa kali sambil merasakan betapa rileksnya kondisi ini.
  9. Urban Mama boleh sambil meraba perut untuk menyalurkan energi kasih sayang pada janin, sambil tetap memejamkan mata dan melakukan relaksasi.
  10. Lakukanlah latihan ini sekitar 15-20 menit sambil mengulangi sugesti beberapa kali.
  11. Sesekali kirimkan pesan kasih sayang melalui sugesti urban Mama pada janin. Percayalah bahwa ia dapat merasakan kasih sayang itu, dan ia pun merasakan kondisi rileks urban Mama saat latihan berlangsung.
  12. Jika urban Mama telah siap mengakhiri latihan, niatkan dan persiapkan diri bahwa urban Mama akan mengakhiri latihan ini dan kembali beraktivitas (atau saatnya tidur, jika latihan dilakukan di malam hari).
  13. Fokuslah pada pernapasan yang rileks, niatkan bahwa sebentar lagi seluruh tubuh urban Mama kembali aktif dan normal tetapi tetap merasa nyaman dalam segala kondisi. Lalu hitunglah, “Satu… Dua… Tiga… Latihan selesai.” Atau gunakan kata-kata sendiri.
  14. Rasakan kembali suasana urban Mama di ruangan relaksasi saat itu, kembalikan pikiran urban Mama sambil tetap merasa nyaman.
  15. Rasakan dan niatkan otot-otot tubuh kembali normal sambil tetap nyaman
  16. Bukalah mata urban Mama, dan rasakan rileksnya tubuh dan kondisi yang lebih nyaman.
  17. Lakukan latihan ini setiap hari (jika memungkinkan), atau beberapa hari sekali sesuai dengan kebutuhan urban Mama dan kapan saja dirasa siap dan nyaman untuk melakukan latihan relaksasi ini.

Pertanyaannya, apa yang saya rasakan setelah mengikuti sesi tadi?
Yang jelas, saya merasa sampai pada suatu keadaan ketika saya setengah sadar. Saya tahu saya tertidur, tetapi saya tetap dapat mendengar suara Mbak Suriani dan suara musik. Ketika itu saya merasa sudah hampir tidur nyenyak, tapi saya tetap in touch dengan situasi sekitar, terutama pada apa yang saya dengar. Saat Mbak Suriani 'memanggil' saya untuk kembali ke alam sadar, saya seperti dibangunkan kembali, dan saya pun mengikuti perintah tersebut. 

Menarik ya, karena memang selama ini saya percaya bahwa kekuatan pikiran itu maha dahsyat! Selama hamil, saya berusaha menciptakan pikiran-pikiran positif dan menikmati betul setiap perubahan yang saya alami. Ya terkadang saya juga mengalami masa-masa galau, terutama jika menyangkut kabar kesehatan Ibu (Eyang Putri) atau saat mood saya naik turun karena perubahan cuaca ekstrem (baca: kalau Bontang lagi panas!). Terlepas dari semuanya, pengalaman kelas hypnobirthing semakin meyakinkan saya bahwa kita dan pikiran kita mampu mengendalikan apapun yang kita hadapi. Bahkan, saya penasaran dengan pijat endorfin yang kata Mbak Suriani mampu mengeluarkan hormon endorfin untuk membantu otot-otot kita relax saat persalinan. 

Saya jadi nggak sabar mengikuti kelas selanjutnya!
Satu lagi, saya juga ingin datang ke klinik laktasi dan bertemu konselor ASI untuk mendapatkan panduan tentang ASI dan si baby nanti. Berdasarkan informasi Mbak Suriani, RS PKT sudah menganut metode IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan rooming-in (rawat gabung ibu dan bayi, dengan syarat kondisi keduanya normal). Wah, mendengar ini saya tentu saja senang! Sekalipun saya akan operasi, saya tetap bisa menjalani IMD dan Insya Allah juga rawat gabung. Semoga saja! :)

Friday, December 02, 2011

Waiting for a miracle(11): my baby bump is getting bigger!



Perempuan selalu takut bertubuh besar. Saya juga begitu. Apalagi sudah bawaan lahir bahwa saya dianugrahi badan besar dengan tulang besar juga. Tebal. Silakan dicek pada keluarga saya, semuanya besar!  Ndilalah, suami juga berperawakan mirip. Sudah bisa dipastikan si baby akan membawa gen 'besar' ini hehehe.

Namun, selama kehamilan saya malah sangat menikmati pembesaran di mana-mana. Ehem, kapan lagi bisa menjadi besar tanpa perlu khawatir? Makan apa saja, semua yang enak-enak. Pedoman saya cuma dua soal makanan: enak dan enak banget. Selama hamil ya semuanya masuk. Tapi sampai terakhir kontrol, berat badan si baby normal. Hmm...mungkin semua yang saya makan larinya lebih banyak ke badan saya ya? 

Soal foto cantik, tinggal foto studio nih yang belum kesampaian. Inginnya sih suami juga ikut serta, biar ikut mejeng, nggak cuma jepret aja. Mudah-mudahan suami mau yaaaaa!

Besok saya akan mengikuti kelas hypnobirthing, seperti yang pernah saya ceritakan. Belum ada bayangan akan seperti apa, tetapi jelas bermanfaat untuk saya dan si baby. Sekalipun saya akan menjalani persalinan operasi, tetap diperlukan latihan untuk membuat saya lebih santai menghadapi operasi nanti. Tunggu ceritanya ya! 

Badan Mama VS badan saya :D