Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Monday, December 31, 2012

Selamat datang, 2013!

Banyak orang bilang tahun 2012 itu berlangsung begitu cepat. Itu pun berlaku bagi saya. Yang saya ingat, setahun lalu, pada malam pergantian tahun, saya sedang tidur pulas dengan perut buncit saat suami mengucapkan selamat tahun baru. Itu pun saya terkaget-kaget dengan suara kembang api atau petasan.

Tak sampai sebulan, di tahun 2012, seorang bayi kecil meramaikan rumah kami. Hadirnya Rasya membuat saya lupa akan waktu yang berjalan begitu cepat. Cepaaaaattt sekali, karena saya tak memperhatikan hal lain kecuali Rasya!

Sampai saya tersadar, eh Rasya sudah 11 bulan, mau setahun. Berarti tahun 2012 habis ya? Wow.

Ini tahun pertama yang sibuk, tahun pertama saya sebagai ibu. Hidup saya berpusat pada Rasya, tetapi saya juga melihat kebahagiaan dari teman-teman yang mendapat pekerjaan baru, menikah, hamil, melahirkan, atau anaknya bersekolah. Juga keberhasilan adik-adik saya, pun awal baru bagi orang tua saya dengan sederet wirausahanya.

Tahun 2012 penuh warna!

Dan saya berharap tahun 2013 memberikan warna ceria lebih banyak pada saya & keluarga. Resolusi saya sih cuma satu, jadi istri & ibu yang terbaik bagi keluarga.

Bye 2012. Welcome 2013! :D

Thursday, December 27, 2012

Rasya's Long Weekend Vacation @ Balikpapan

Hei, Rasya! Katanya Rasya baru pulang liburan ya? Ke Balikpapan 'kan? 
Iya nih, pas akhir pekan dekat Natal kemarin, Ayah dan Mama ajak Rasya pergi ke Balikpapan. Bertiga aja, nginep di hotel yang persis depan mall. Ya habis Mama maunya pergi ke mall terus! Kata Mama, 'Mumpung di kota, ayo kita puas-puasin dari mall ke mall!' Rencana Mama sih tour de mall, plus ke pantai dan makan enak, tapi yaaa...... karena pergi bareng aku, Ayah dan Mama sering berubah rencana.

Hari pertama ke mana?
Perjalanan ke Balikpapan, yang Rasya ingat cuma goyang sana-sini, soalnya aku tidur. Sampai sudah lewat tengah malam, tapi aku nggak langsung bobo. Inspeksi dulu dong, putar-putar sana sini, padahal Ayah Mama sudah ngantuk. Akhirnya aku disuruh tidur. Paginya, kami bangun agak siang, termasuk aku. Mama mah bangun paling pagi, nggak di rumah nggak di hotel, pasti bangun pagi. Ayah dan Mama mandiin aku bareng-bareng, habis nggak ada bathtub, jadi ribet mandiin aku. Aku diguyur pakai shower, disabunin di wastafel, terus dibilas lagi. Eh sorenya, aku mandi di wastafel lho! Ternyata enakan mandi di sini, jadi aku bisa ngaca, lihat mukaku yang lucu ituh :p
Mandi di wastafel!
Sarapan di hotel, aku makan kentang dan baked bean. Habis itu karena mall belum buka, jalan-jalan sekitar hotel. Mama mau lihat-lihat situasi sekitar hotel, ada apa aja. Ayah sih bosan lihatnya, ya masih begitu-begitu aja. Mama 'kan baru pertama kali. Aku digendong Mama, aaahhh nggak asyik, cuma lihat mobil, jalan, nggak bisa main di bawah. Makanya, aku bosan kalau diajak jalan. Ayo dong Ma, balik ke hotel! 

Terus, Rasya balik ke hotel lagi? Mana asyik, liburan cuma di hotel?
Tapi di hotel bisa main! Kalau jalan-jalan, Rasya cuma digendong aja, huh! 

Kalau cuma di hotel, Rasya nggak belanja dong?
Ah iya, Mama itu lho, seneng banget belanja! Pas mall seberang hotel udah buka, aku digendong (lagi), nyeberang jembatan eh tau-tau sampai mall. Mama langsung norak, hirup-hirup udara mall sambil bilang, 'Hmm....bau mall!' Ayah dan Mama langsung ke Gramedia, lanjut dengan keliling mall. Belanja ini itu, mulai dari yang butuh sampai yang nggak butuh. Hadeehh......

Soal makan, Rasya gimana? 'Kan biasanya makanan Rasya dibuatin Mama
Ah itu yang paling seru! Selama liburan, aku bisa icip-icip makanan orang gede! Bye bye nasi lembek! Jadi, aku ikutan apa yang dimakan Mama, makanya Mama nggak pesan yang pedas. Aku makan sukiyaki, sop iga, mi ayam, sop ayam, kentang, roti, baked bean, puding mangga, bakpau, dan donat. Enak enak 'kan? Mestinya Mama sering ajak aku makan enak nih :D

Rasya pergi ke mana lagi?
Mama itu ngebet pingin karaoke. Sepanjang jalan tempat hotel kami, memang banyak karaoke keluarga. Akhirnya, habis makan malam, Ayah Mama pergi karaoke. Aku? Ikut dong! Dengerin Ayah Mama nyanyi-nyanyi lagu zaman muda atau lagu anak-anak. Aku sih senang soalnya banyak lampu kelap-kelip! Eh, ada kaca gueeeddeee banget, makanya aku nggak bosan. Tapi penasaran sama yang dipegang Ayah Mama kalau nyanyi, ada putih-putihnya, dimakan enak nggak ya?
Karaoke boy ;D
Welehhhh, Rasya jadi karaoke boy. Kalau sudah besar, Rasya bisa ikutan nyanyi dong?
Iya! Nanti aku mau juga joget-joget sambil kecrek-kecrek! 

Nah, hari kedua Rasya pergi ke mana?
Mall lagi, what else? Mama niat banget kok menjelajah semua mall. Yang ini mall-nya lebih keren, kalau kata Mama, mall ini baunya berasa di Jakarta. Padahal ya, kayaknya sama aja, isinya itu-itu juga. Sebelum ke mall, karena hujan, kami sempat mampir KFC sebelah hotel. Aku diajak Mama main di play ground KFC. Haaaa serunya! Nanti kapan-kapan ajak ke sini lagi ya, Ma! Oya, hari ini aku dapat mainan, naik kuda-kudaan, dan ketemu dengan Tante Yuli, teman kuliah Ayah Mama.

Rasya capek nggak sih diajak muter-muter?
Ya capek, tapi seneng, soalnya dapet mainan banyak :D Sayangnya, nggak bisa ke pantai, gara-gara mendung gerimis terus. Giliran hari cerah, eh kami harus pulang. Ayah bisik-bisik ke Rasya, 'Nanti ke pantai pas ke Jogja aja ya.' Yeay! Berarti bakal ada liburan lain! 

Syukurlah :) Rasya doain Ayah Mama, biar tambah rajin bekerja, tambah banyak rejeki, supaya bisa nabung dan liburan lagi dong!
Pasti! Rasya 'kan mau naik pesawat, terus naik kereta api juga. Mama juga cerita di Jakarta banyak tempat rekreasi seru, kayak Sea World, Dufan, terus ada Taman Safari di Bogor. Wah, kayaknya seru kan kalau ke sana bareng Uti-Atung-Om Kiky-Om Gilang. Mudah-mudahan tahun depan Rasya bisa liburan ke Jakarta :)

Amin! Eh, ada foto-foto Rasya selama liburan dong?
Ada! Nih sudah dipilih Mama, sengaja dicari yang muka Rasya lucu atau pose aneh :p
Silakan diintip! :D
Bosan VS Asyik
Di Playground KFC
Tante Yuli dan suami :)

Pose andalan kalau makan

Tuesday, December 25, 2012

Selamat Natal!

Dulu saat masih sekolah, saya dan teman-teman punya 'ritual' menjelang hari raya masing-masing. Setiap Lebaran saya selalu kebanjiran kartu Lebaran dari para sahabat. Ketika Natal datang, giliran saya yang berkeliling memberikan kartu Natal untuk para sahabat.

Masuk bulan Desember pasti saya sibuk mencari kartu Natal, mana yang cocok untuk sahabat perempuan, mana yang untuk sahabat laki-laki, mana yang pas untuk guru. Setelah berburu, saya menulisnya satu persatu dengan tulisan terbaik dan terbagus yang saya bisa. Lalu hari terakhir sekolah sebelum libur, saya dan teman-teman bak sinter klas berkeliling membagikan kartu Natal.

Mungkin 'hanya' kartu, tapi melihat senyuman dan ucapan terima kasih para sahabat, membuat saya ikut senang!

Dan saya rasa, kartu beserta tulisan tangan kita di dalamnya berarti ribuan kali lebih dalam daripada sekedar memasang status 'selamat Natal' di FB atau Twitter ;)

Selamat Natal! :D

Sunday, December 16, 2012

MPASI 10 bulan Versi Rasya

Semakin besar si kecil, ibu bisa semakin santai untuk urusan makanan! 

Saya termasuk salah satunya. Sejak awal MPASI hingga usia 9 bulan, saya masih membatasi makanan Rasya. Maksudnya, Rasya hanya boleh makan makanan yang saya buat sendiri. Kecuali biskuit bayi sih. Selebihnya, ini jangan, itu jangan. Apalagi makanan bayi instan! Rasya hanya beberapa kali makan bubur bayi instan, itu pun karena darurat dan sedang perjalanan jauh. Lagipula, rasa bubur instan nggak seenak bikinan sendiri, hehehe.

Masuk usia 10 bulan, saya lebih longgar dalam menetapkan jenis makanan untuk Rasya. Untuk makanan sehari-hari, saya tetap memberikan nasi tim buatan sendiri. Lagipula, variasi makanan yang bisa dilahap Rasya lebih banyak. Seperti saya sebutkan di sini, Rasya sukses melahap hampir semua makanan yang saya buat. Maka, saya pun bisa sesering mungkin mengganti bahan pangan dan mengkombinasikannya dengan sayur-daging atau jenis protein lain.
Singkong Thailand
Kentang kukus saus bolognese
Ogah disuapi, maunya makan sendiri!
Meskipun demikian, saya harus pandai membaca nafsu makan Rasya. Katanya sih, semakin besar anak, ia semakin 'pandai' memilih makanan. Karena lidahnya mulai kenal dan tahu rasa, bisa membedakan mana yang  enak dan tidak enak, mana yang ia suka dan tidak suka. Begitu juga dengan cara makannya. Sehari-hari ia disuapi sambil digendong oleh ART. Makan sore bersama saya, biasanya saya dudukkan di high chair. Kadang ia mau disuapi, kadang ingin makan sendiri. Jadi, memang agak tricky, saya harus pintar-pintar tahu apa keinginan Rasya.

Salah satu trick yang saya lakukan adalah menyiapkan finger food sayur kukus untuk dimakan bersama makanan utama. Misalnya, wortel/brokoli/kembang kol/kentang kukus. Saat disuapi, Rasya menggenggam finger food, sehingga ia bisa makan sendiri. Tips lainnya, variasikan jenis pangan, tidak melulu nasi. Bisa diganti dengan oatmeal, kentang, makaroni, atau roti tawar.

Untuk buah-buahan, saya mempersilakan Rasya makan sendiri. Buah dipotong dadu atau seukuran jari, diletakkan dalam piring di meja high chair (habis itu piringnya dibalik Rasya :p), pasti ludes! 

Nah, bulan ini saya juga sukses memperkenalkan singkong. Singkong ala Thailand, tepatnya. Ya, singkong dimasak bersama puree buah lalu diberi saus santan. Resepnya saya intip di MPASI Rumahan. Singkong rebus saja doyan, ditambah santan manisnya makin lahap :D 

Selain itu, saya juga memberikan ikan tuna dan ikan gabus/haruan. Alhamdulillah, Rasya lulus, nggak alergi. Hanya saya masih hati-hati memberikan telur. Kadang kalau saya makan telur (omelette atau telur rebus), telinga kanannya langsung gatal. Namun, ketika saya memberikan tim roti atau schotel (yang pasti ada telurnya), Rasya baik-baik saja tuh. Aneh 'kan?

Bagian paling serunya adalah saya dan suami kerap membiarkan Rasya icip-icip kue, roti, biskuit yang kami makan. Jajan pasar semacam nagasari, talam, kue bolu, Rasya suka icip-icip. Pokoknya, apapun yang dikukus dan dipanggang boleh. Serba goreng masih saya tunda, apalagi cemilan gurih ber-MSG. Itu nanti saja ya, Rasya. 

Selain itu, sesekali saya memberikan nasi (bukan nasi lembek) pada Rasya. Lauk favoritnya tempe bacem, hehehe. Dia makan sendiri dan oh...lahap banget! Belepotan ke mana-mana pasti, tapi nikmat banget melihat caranya makan, hahaha xD

Sebetulnya, ini juga persiapan jika kami jalan-jalan. Rasya sekarang nggak doyan biskuit Farley, pasti nggak pernah habis, jadi selalu saya yang habiskan. Cuma cimit-cimit. Makanya, nggak selamanya saya bisa mengandalkan biskuit. Tidak semua rumah makan di sini ada buah juga. Jadi, semakin ia akrab dengan table food, semakin mudah bagi Rasya untuk beradaptasi dalam peralihan makanan saat 1 tahun nanti. 

Saya sih cuma berdoa semoga selamanya ia akan suka sekali makan! Semoga terus berlanjut!

Whooosshh *menghembuskan energi positif ke diri sendiri*

Monday, December 10, 2012

Ride on!

Ride on #1 - Odong-odong
"Rasya, tuh ada odong-odong! Mau main?"
Rasya diam mengamati odong-odong selama beberapa saat, sementara odong-odong bergerak naik turun.
"Ayo, Rasya, mau coba?" *ini Mama yang excited :p*
(Akhirnya Rasya yang sedang digendong bergerak ke arah odong-odong)
"Hup, duduk sini. Mama pegangin ya. Rasya pegangan ke sini (stang motor) ya."
Rasya memperhatikan dengan seksama, kakak yang duduk di odong-odong sebelah, bapak yang mengayuh odong-odong. Lagunya heboh, tapi ekspresi wajahnya tetap sama. Dua lagu habis, Rasya mau diajak pulang. Apa karena Rasya sudah mengantuk?

Ride on #2 - Trolley
"Rasya sudah bisa duduk di sini belum sih?" tanya Ayah saat belanja. Mama mendudukkan Rasya di trolley. Uwoooo, bisa euy!
"Tapi Ayah pegang Rasya terus ya," Mama khawatir karena nggak ada seat belt (ya dikira kursi pesawat gitu?).
Mama asyik belanja, Rasya sibuk memandang dunia dari trolley.
'Asyiikk, Rasya bisa ikut ngambil barang-barang kayak Mama!' pikir Rasya sambil menarik barang apapun yang bisa ia jangkau dari rak.
"Ayaaahh, itu Rasya nyaaa," Mama heboh pas lihat Rasya ngambil barang dari rak.
"Rasyaaaaa, jangan!" Ayah sigap menahan tangan Rasya, eh tapi Rasya balik badan dan menarik barang yang ada di trolley.
"Rasyaaaaaaaaaaa!!" *akhirnya Rasya digendong lagi deh*

"Rasya sudah ngantuk nih, makanya tadi pas di trolley gerakannya pakai setting auto-pilot, nggak terkontrol," begitu komentar Ayah pas jalan pulang di mobil.

Lesson learned, beri anak pengalaman baru saat ia sedang bersemangat main. Kalau setengah ngantuk, cuma bereaksi datar atau gerakan yang kurang terkontrol :p


Friday, December 07, 2012

Menuju Wajah Blog Impian!

Saat sedang blog walking di liactk, eh ternyata ada giveaway dari Shintaries untuk make over blog gratis! Wuoh! Langsung saya bersemangat menuju pranala yang dimaksud.

Sebagai penggemar dan pelaku blog sejak lama, saya selalu terobsesi mengganti wajah blog ini. Pernah berkutat dengan HTML dan sekitarnya, dengan panduan seorang teman plus buku. Pernah juga memakai blog skin atau blog template, sampai yang paling sering saya lakukan adalah berganti background blog. Prinsip saya, blog skin/background boleh sama, tetapi header blog harus beda! Maka, saya selalu berusaha mengutak-atik header blog, dari customized header yang sudah ada atau membuat sendiri seperti yang saat ini saya pakai.

Jujur saja nih, hingga saat ini saya belum bertemu dengan tampilan wajah blog impian. Bak gayung bersambut ketika saya mengetahui giveaway dari Shintaries :)

Sebenarnya wajah blog impian saya itu seperti apa?

Satu, nuansa warna hijau yang kental! Ya, ditilik dari nama blog ini, Cerita Si Hejo, saya adalah penggemar berat warna hijau. Maka, nuansa hijau selalu menjadi ciri khas dari setiap tampilan wajah blog ini. Lebih spesifik lagi, saya suka hijau lemon, hijau yang kekuningan, ada semburat kuning atau orange memberi kesan segar. Ah, sentuhan warna merah marun juga menarik! Berikut palet warna hasil buruan saya di Design Seeds.


 
Dua, ingin tampilan yang sederhana, rapi, tetapi tetap berwarna dan tegas. Persis seperti blog The Meanest Mom. Entah background blog berwarna putih atau background post saja yang berwarna putih. Oiyaa, saya juga sedang gandrung dengan huruf bersambung ala font Instagram. Ya seperti di blog The Meanest Mom atau tampilan blog Renduty Kitchen yang memang karya Shintaries. Lengkap dengan icon Facebook, Twitter, Pinterest, dll, plus email. 

Tiga, saya ingin menggunakan ilustrasi siluet wanita yang membaca buku untuk header blog seperti ini. Bisa juga gambar ibu dan anak yang menggambarkan bonding atau ikatan antara keduanya. Nah, nanti di sebelahnya tertulis 'Cerita Si Hejo.' Mantap 'kan? :D

Benar juga apa yang diungkap Shintaries di sini, bahwa jarang sekali menemui blog templates yang feminin, elegan, anggun, dan cewek banget! Lebih mudah menemui tampilan blog yang berstruktur, tegas, tajam, dan kaku. Cari model yang berlekuk-lekuk, bersudut bulat, lengkung, dan warna-warni itu susah! Kalaupun ada, paling hanya satu dua. Makanya saya belum menemukan tampilan impian blog sampai sekarang, hehehe.

Jadi, saya berharap semoga Cerita Si Hejo mendapat rejeki untuk berubah wajah alias make over. Setelah 6 tahun meramaikan jagat dunia maya, kini waktunya Cerita Si Hejo berganti wajah, menuju wajah blog impian! :)

Thanks Shintaries for blog's design inspirations! 

Monday, December 03, 2012

Catatan Rasya(12): The Curious Lil'

Dear Rasya,

Halooooo bayi 10 bulan!!! Bagaimana petualanganmu di dunia ini? Sudah semakin seru ya?! Mama lihat Rasya semakin senang menjelajah semua hal yang Rasya lihat. Malah Ayah punya sebutan baru untuk Rasya: Curious Lil' saking penasarannya kamu terhadap berbagai hal.

Rasya tahu? Semakin Rasya besar semakin Mama kagum dengan kemampuan Rasya. Kamu semakin cepat belajar sesuatu, semakin cepat menguasai sesuatu. Setiap hal kecil pasti nggak luput dari perhatian kamu. Bersama Rasya setiap hari mengajarkan Mama untuk selalu sabar menemani Rasya belajar. Ya, belajar hal-hal kecil yang menjadi dasar bagaimana Rasya bertahan hidup kelak. Ibarat mengisi satu persatu survival kit  Rasya!

Di usia 10 bulan ini, ada banyaaaaakk sekali keahlian yang mulai Rasya kuasai. Apa saja itu?
  • Sudah mau dititah, meski kadang langkahnya besar-besar
  • Suka dorong-dorong benda, bisa sambil merangkak atau berdiri. Iyaaa, jadi Rasya mulai belajar jalan dari sini! :D
  • Merambat dengan sangat cepat!
  • Mengintip bawah kursi, apalagi kalau ada kabel yang menjuntai, pasti penasaran mau ngambil
  • Turun dari lantai yang lebih tinggi dengan kaki lebih dulu! Eh, kadang suka lupa sih kalau sudah bisa begitu, jadi tetap turun dengan tangan duluan :p
  • Menjimpit benda kecil dan tipis
  • Melempar semua barang dengan sengaja (terus bikin Mama kerepotan ngambil berkali-kali)
  • Bisa mengikuti petunjuk sederhana seperti,"Yuk, Rasya ikutin Mama."
  • Tepuk tangan sesekali, emmm...mungkin kebetulan? *ragu*
  • Cekikikan dengan hal-hal aneh, bahkan Mama endus-endus mangga saja Rasya tertawa geli
  • Mulai bisa duduk tenang walau sebentar untuk membaca buku karton kecil. Oiyaaa Rasya juga bisa membalikkan halaman bukunya sendiri 
  • Mengejar bola atau mobil-mobilan, juga mendorong pesawat mainan
  • Nangis lebay kalau ditinggal Mama sebentar :p
  • Semakin cerewet dan ramai: "yayayayayyaa" atau "mamamaa maamm" atau "hheeeeeeee"
  • Lihat iklan Ultra Mimi di TV sambil bengong
  • Paling ngehits, nonton video di HP Mama dengan khusyuk, plus merengek minta diputar lagi

Lihat, Rasya, kamu sungguh luar biasa! 
Ayo lekas perlihatkan lagi keahlian Rasya lainnya! :*


Sunday, December 02, 2012

12 become 1 on #Lombablog Ayahbunda


Hari yang ditunggu tiba!! Sama sekali nggak berharap untuk bisa menang, karena menurut saya peserta lain bagus-bagus. Jumat sore kemarin saya mantengin timeline @Ayahbunda. Sampai tweet yang ditunggu datang juga. Aduh aduh, kok prolog tweet pengumumannya panjang beneeeerrrr.........  Sudah senewen tapi penasaran. Sampai akhirnya tweet yang ditunggu muncul. 

Ayo ayo klik pranalanya! Klik! Klik!
Scroll ke bawah daaannn....................

Lihat di sini
Alhamdulillah! *sujud syukur*
Peluk-pelukan sama Bu Rani (rekan kerja), cengar-cengir sendiri, telepon suami, telepon Mama. 
Huwaaaaa!!!!! 

Ehm, maaf, saya terlalu senang, hehehe. Yaaa ini pengalaman pertama saya menjadi pemenang lomba menulis, tidak menyangka bakal sampai di puncak! *mewek terharu*

Alhamdulillah, ini rejeki Rasya yaa....
Terima kasih Ya Allah, telah memberikan saya kemampuan merangkai kata & menjalinnya dalam sebuah tulisan.
Terima kasih Rasya, sudah menjadi inspirasi Mama untuk menulis.
Terima kasih suami, sudah meminjamkan laptop untuk ngeblog (plus sering baca post meski tanpa komentar :p)
Terima kasih Papa-Mama & adik-adik, sudah sering mampir baca blog, obat kangen yaaa dengan saya dan Rasya :D
Terima kasih teman-teman yang rajin mampir di blog saya, sampai Cerita Si Hejo jadi seramai ini. Aahh, saya berhutang cerita tentang bagaimana Cerita Si Hejo dimulai ya? Kapan-kapan saya post ;)

Terima kasih Ayahbunda, telah memilih saya menjadi pemenang #Lombablog Aku dan Ayahbunda. 

Terima kasih, terima kasih, terima kasih! :') *peluk satu-satu*

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.” 

Thursday, November 29, 2012

Tentang bersyukur

Akhir pekan lalu, ada seorang anak kenalan yang bermain ke rumah. Kalau tidak salah, usianya sekitar 7 tahun, masih kelas 2 SD. Anak laki-laki ini punya adik perempuan yang seumuran dengan Rasya. Ketika ia bermain bersama Rasya, ia tampak asyik memainkan semua mainan Rasya. Setiap mainan ia tanya,"Ini untuk apa?" Ia juga memainkan mainan-mainan tersebut dengan Rasya. Saya mengamati ia dengan senyum-senyum geli. Sampai ia melontarkan sebuah pernyataan yang membuat saya berpikir, merenung.

Anak (A) : Mainan Rasya banyak yaa.
Saya (S)  : Oyaa, memang kalau adikmu di rumah sukanya main apa?
A            : Apa aja suka sih, tapi mainan Adek sedikit banget, nggak sebanyak punya Rasya.

Deg!
Oh, ternyata mainan Rasya (yang padahal kecil-kecil, printilan, sebetulnya satu set, maka terlihat banyak) dianggapnya luar biasa. Ternyata tidak semua anak dilimpahi sebegitu banyak mainan. Ternyata tidak semua orang tua selalu membelikan mainan untuk menstimulasi bayinya. Ternyata Rasya memang sangat beruntung. Ternyata...

Saya sampai bingung, tidak tahu harus menjawab apa, jadi hanya 'Ooo' yang keluar dari bibir saya. Lalu membiarkan ia asyik bermain semua mainan yang ada di situ. 

Memang status Rasya sebagai cucu pertama dari kedua keluarga kami membuatnya mendapatkan tempat istimewa di hati kakek neneknya. Setiap pulang dari Jawa, mertua selalu membawakan oleh-oleh untuk Rasya, ya pakaian, mainan, sampai cemilan biskuit. Belum kiriman dari orang tua saya yang pastinya 'semua untuk Rasya.' Masih ditambah pula dengan hasil berburu suami ketika dinas. Tak heran jika belum genap setahun, saya dan suami merasa perlu ada kotak mainan khusus untuk Rasya. 

Berbeda dengan adik si anak laki-laki tadi. Ia terlahir sebagai anak bungsu, kakak-kakaknya laki-laki. Mungkin ya faktor urutan lahir juga berperan. Biasanya, anak pertama 'kan semua pasti dibelikan, semua pasti ada. Semua melimpah ruah untuk si kecil, hadiah, barang, perhatian, kasih sayang, dan lain-lain. Kalau anak kedua dan seterusnya, masih ada punya kakak 'kan. Pakai punya kakak saja, apalagi kalau beda usianya dekat.

Hayoooo, orang tua manapun pasti berpikiran begini, penghematan! :p

Namun, terlepas dari semua itu, saya yakin semua yang Rasya miliki saat ini memang menjadi rejekinya. Kelahiran Rasya menjadi berkah bagi kami sekeluarga, anggaplah ini memang rejeki yang dibawa Rasya untuk kami. Alhamdulillah :)

Maka, saya berjanji saat Rasya besar nanti, saya ingin Rasya senantiasa mensyukuri apapun yang ia miliki. Sekecil apapun barang itu, semuanya spesial dibelikan untuk Rasya, oleh orang-orang yang luar biasa sayang padanya. Membuatnya paham untuk berhitung pada berapa banyak yang sudah ia punya, bukan berapa banyak yang belum dimiliki.

Kebahagiaan itu lahir dari berapa banyak nikmat yang sudah diberikan Allah SWT pada kita, maka berterima kasih dan bersyukur itu menjadi keharusan.

Semoga Rasya kelak mengerti!

Friday, November 23, 2012

Twinkle twinkle little staaarr...

Sebagai anak yang terlahir di era teknologi modern, sejak kecil Rasya akrab dengan gadget, pertama dan terutama Blackberry saya. Ya gimana nggak akrab, kalau sejak lahir ke dunia saja saya sudah sibuk mengabadikan setiap momen Rasya dengan ponsel pintar itu. Jangan heran ya kalau foto-foto di BB saya isinya semua Rasya, videonya semua Rasya, apalagi? Pasti emak-emak lain pun demikian :D

Lucunya, Rasya mulai mengerti siapa yang ada di BB Mama. Ia selalu tertawa kecil setiap saya memperlihatkan foto-foto atau videonya. Apalagi sekarang Rasya suka sekali pegang-pegang BB (saat turun tanah, ia mengambil BB pertama kali!). Maka saya pun berpikir untuk mengenalkan beragam lagu lewat video. 

Cari di Youtube, saya menemukan nursery rhymes Super Simple Songs. Sukaaaa sekali dengan tampilan videonya, berwarna cerah ceria dan menarik. Lagu yang ada pun populer dan sering dipakai dalam mainan bayi yang berbunyi. Jadi, cukup akrab di telinga Rasya.

Nah, favorit Rasya saat ini adalah Twinkle Twinkle Little Star. Jika sedang berisik, menangis, atau agak rewel, video ini sukses menjadi pengalih perhatiannya. Ketika pertama kali diputar, Rasya belum merespon, yang ada BB saya digigit (_ _)" Setelah beberapa kali, ia mulai memperhatikan dengan seksama dan menonton dengan tenang, meski kalau pegang BB sendiri masih kebalik atau miring, hehehe. 

Kini di BB saya ada enam video lagu yang khusus untuk Rasya, yaitu Twinkle Twinkle Little Star, Good Morning, Mr. Rooster, Row Row Your Boat, Anak Gembala (Tasya), Kapal Api, dan If You're Happy and You're Know It. Sebenarnya ingin cari video lagu anak-anak Indonesia, tapiiiiiii sulit menemukan video yang gambarnya cerah ceria dan menarik. Sementara cukup dinyanyikan saja oleh Mama atau Ayah (meski suara kami nggak merdu :p). Atau ada yang berminat membuatkan? ;)



Tuesday, November 20, 2012

12, my lucky number today on @Ayahbunda

Masih ingat saya membuat post tentang Aku dan Ayahbunda yang berjudul Ayahbunda, Sumber Inspirasi Saya? Setelah menunggu hampir satu bulan, datanglah pengumuman yang dinanti. Saya kira pengumuman akan dilakukan lewat majalah, eh ternyata lewat twitter.

Saya membuka twitter dari BB, langsung menuju ke pranala yang dimaksud. Saya membaca urutan 12 Finalis Lomba Menulis Blog 'Aku dan Ayahbunda.' Nomor satu, dua, tiga, empat, lima, .... ah, saya mulai ragu. Tepat saat mata saya menyapu finalis nomor terakhir, ....CERITASIHEJO.

Eh itu saya!!!! :D :D *joget-joget, tebar confetti, sambil senyum lebar bergigi*
Luar biasa senang!
Pemenang baru akan ditentukan minggu depan, tetapi menjadi 12 finalis sudah luar biasa bagi saya.

So, here is my lucky number today ;)

Breakfast time!

Saya paling suka sarapan karena ada begitu banyak variasi makanan yang bisa kita santap. Mulai dari ala Indonesia sampai ala Barat. Dari yang super mengenyangkan sampai yang cukup mengenyangkan alias camilan. Nasi, mie instan, roti, oatmeal, pancake, makaroni, semuanya suka! Untunglah saya dan suami termasuk gampang urusan makan pagi, sarapan apa saja oke. Inilah yang ingin saya perkenalkan ke Rasya, bahwa sarapan itu bisa beragam jenisnya, nggak melulu nasi.

Maka, saya memulainya dengan menghidangkan dua sarapan cemilan favorit kami pada Rasya, yaitu french toast alias roti goreng dan pancake. Saat sarapan ini, Rasya makan sendiri. Alhamdulillah dia suka dan makan dengan asyik. Jadi, ketika saya membuat roti goreng dan pancake, kami bisa makan bersama sekarang! :D


Pancake Pisang Hijau (resep dari Buvino-Female Daily)
Bahan:
2 buah pisang ambon matang, hancurkan
2 - 3 sdm tepung gasol kacang hijau (bisa diganti tepung beras merah atau tepung terigu)
1 butir kuning telur
1 cangkir susu UHT plain (kira-kira sampai adonan kental, tidak terlalu encer)
1 sdm unsalted butter, lelehkan sebentar

Cara membuat:
  1. Campur seluruh bahan hingga menjadi adonan kental. 
  2. Panaskan teflon, beri sedikit butter. Tuang satu sendok sayur (atau sesuai selera) ke dalam teflon, panggang hingga salah satu sisi berwarna coklat, balik dan tunggu hingga kecoklatan. 
  3. Angkat, sajikan hangat.

Roti goreng ala Mama Bhuy 
Bahan:
5 lembar roti tawar gandum, belah menjadi 2 bentuk segitiga
2 butir telur
1 cangkir susu UHT
1 sdm mentega
bubuk kayu manis secukupnya

Cara membuat:

  1. Kocok lepas telur, tambahkan susu dan bubuk kayu manis.
  2. Panaskan teflon, lelehkan mentega. Celupkan potongan roti ke dalam kocokan telur hingga roti agak lembek dan masak di teflon hingga salah satu sisi kecoklatan, dan lakukan sebaliknya. Teruskan hingga seluruh roti matang.
  3. Sajikan hangat. Versi suami sih dengan segala sesuatu yang gurih, seperti omelete, sosis, dicocol mayonaise plus sambal. Kalau saya termasuk sweet tooth, jadi lebih suka diberi olesan selai atau madu, ditambah dengan bubuk kayu manis. Nah, untuk Rasya, cukup diberi tambahan bubuk kayu manis :)

Tuesday, November 13, 2012

MPASI 9 bulan Versi Rasya


Wow, jagoan kecil saya sudah 9 bulan! Memang benar sekali bahwa tumbuh kembang anak itu berlangsung begitu cepat. Seolah dalam sekejap mata ia tumbuh besar. Begitu juga dengan selera makan Rasya. Dari usia 6 bulan yang hanya sebanyak 2 sendok teh, menjadi 3 sendok makan untuk 1 porsi. Belum lagi hobi cemal-cemil Rasya. Segala macam buah disantap, segala macam cemilan dimakan. Ckckckck, pantas badan Rasya mangstap, keras, padat, dan sekel.

Nah, pada usia 9 bulan, saya memperkenalkan beberapa jenis makanan untuk Rasya. Dari buah-buahan sih tidak ada makanan baru. Hampir semua buah yang mudah saya dapatkan di sini sudah saya berikan pada Rasya, mulai dari pisang, alpukat, pepaya, melon, pir, apel, mangga, hingga semangka. Rasya tetap paling doyan pisang, semangka, dan pepaya. Biasanya Rasya makan sendiri saat makan buah-buahan. Buah dipotong sebesar jarinya dan sukses ia lahap sampai tandas. Lucu deh melihat Rasya belepotan buah di wajah dan jari-jarinya, sambil sibuk mengunyah dan menjilati jari :9 Selain itu, buah-buahan kadang saya variasikan menjadi puding buah atau schotel roti isi apel. Namun, saya masih belum memberikan jeruk lagi, habis yang sudah-sudah Rasya kurang suka. Paling jeruk saya jadikan campuran ke puree buah atau ke puding biskuit susu jeruk.

Urusan sayuran, pas di usia 9 bulan saya memperkenalkan Rasya pada terong, dibuat menjadi tumis ati terong, resepnya saya contek di sini. Saya juga memberikan oyong atau gambas, dicampur jadi satu dengan nasi. Rasa oyong mirip-mirip dengan zucchini, Rasya sih suka-suka saja.

Tahu putih yang super lembut juga saya campurkan dalam nasi tim. Sulit memperoleh tofu atau tahu sutra di sini, jadi tahu putih satu-satunya pilihan. Tahu saya potong dadu kecil, bisa dimasak bersama nasi atau jadi sup terpisah bersama daging/ayam/ikan atau bayam. Oiya, setiap memasak bayam, saya selalu memasaknya terpisah, mengingat bayam tidak boleh dipanasi lagi. Jadi, satu kali masak bayam, paling hanya untuk dua kali makan. Salah satu olahan favorit Rasya adalah oatmeal ayam bayam untuk sarapan. Gurih dan yummy!

Paling nge-hits di usia 9 bulan Rasya adalah saya memberinya ikan untuk pertama kali! Saya memilih ikan air tawar, yaitu patin. Dibandingkan dengan sebangsanya, ikan patin segar hadir dalam bentuk potongan melintang dan durinya besar-besar, sehingga mudah dipisahkan. Tanya sana-sini, ikan patin saya rebus bersama bawang putih, daun bawang, dan geprekan jahe, jadi deh sup ikan patin! Pas mau makan, suir-suir ikannya, ditambah kuah, makan pakai nasi tim yang sudah bersayur juga. Alhamdulillah, ludes tandas dilahap Rasya.
Makaroni saus keju :9
Selain ikan, saya juga mulai memperkenalkan bahan pangan lain, yaitu roti dan makaroni. Roti gandum menjadi pilihan. Pertama kali makan, Rasya saya beri ¼ bagian roti, dimakan begitu saja. Eh, doyan donk, seperti pernah saya ceritakan di resep Tim Roti Amuntel. Asyiknya, roti bisa jadi makanan berat atau selingan untuk Rasya. Untuk makaroni, saya membuat Makaroni Saus Keju, sesuai resep buku Variasi Makanan Bayi karya Wied Harry. Pas membuat saus keju, aduh aroma kejunya nggak nahan deh¸ minta diserbu. Untung buat makaroninya banyak, jadi dibagi dua, untuk Rasya dan Mama, hehehe. 

Oiya, saya juga menggunakan susu cair untuk campuran makanan mengingat kalau pakai ASIP bisa merusak kandungan gizi ASI dan baunya kurang sedap. Nggak banyak kok, hanya 100 ml saja, toh porsi yang saya buat juga kecil. Baca di Mommies Daily, susu UHT sudah boleh diberikan sebagai CAMPURAN makanan pas usia 9 bulan. Jadi, hajar bleh!

Senang ya kalau anak suka makan. Sama seperti doa saya terdahulu, semoga Rasya tetap doyan makan sampai besar. Terlebih lagi, kebiasaan saya TIDAK MENYARING nasi tim sejak usia Rasya 8 bulan itu merangsang pertumbuhan gigi Rasya. Makanan bertekstur mendorong anak untuk mengunyah. Misalnya, bila pada awal MPASI wortel diserut, sekarang cukup potong tipis-tipis. Usia 8 bulan Rasya sudah jago mengunyah. Meskipun sekarang lagi sering gerakan ngemut, tetap saja kunyahannya itu cepat dan lucu banget kalau mulutnya lagi penuh! Kalau sudah begitu, saya harus putar otak supaya Rasya mau mengunyah lagi!! Ah, gigi Rasya sekarang sudah DELAPAN! Mama harus menyiapkan jenis makanan yang lebih menantang untuk dikunyah Rasya. Bubur encer lewat! Nasi lembek, selamat datang! J

Rangkuman jenis makanan untuk MPASI 9 bulan versi Rasya
Jenis
Deskripsi
Buah
Pisang, alpukat, melon, mangga, semangka, apel, pir, jambu merah
Sayuran
Wortel, bayam, tomat, sawi hijau, terong, oyong, zucchini, labu kuning, buncis, brokoli, kembang kol
Pangan
Beras, kentang, oatmeal, ubi kuning, makaroni elbow, roti gandum
Daging & olahannya
Daging ayam, sapi, ikan air tawar, telur, keju, susu
Kacang-kacangan & olahannya
Tempe, tahu, kacang merah, (tepung) kacang hijau
Bumbu penyedap
Bawang putih, bawang merah, bawang bombay, daun salam, jahe, kayu manis, daun bawang, seledri

Catatan:
Saya memberikan biskuit bayi juga pada Rasya, seperti Farley, Milna, Baby Choice, Gerber Puff, dan Heinz Biscotti. Tidak setiap hari kok, hanya bila kami pergi ke luar rumah atau jam-jam di mana Rasya belum ngantuk, tetapi baru makan, sementara kami perlu mengerjakan sesuatu. Jadi, Rasya duduk di high chair bersama mainan dan satu buah biskuit. Kalau Baby Choice, pasti selalu habis. Biskuit lain lebih sering berakhir dengan dibuang setelah beberapa gigitan (jadi masuk perut Mama). Padahal, masih ada dua kotak Farley di rumah, kalau Rasya nggak mau ya buat mamanya aja :D
Sebenarnya sih ingin buat biskuit sendiri, apa daya peralatan tidak mendukung. Padahal, saya yakin biskuit bikinan saya enak luar biasa! :P Intinya, untuk anak yang doyan ngemil, silakan sediakan biskuit di rumah, sehingga bisa bergantian antara buah dan biskuit. Saya tetap mengutamakan buah dan olahannya sebagai selingan, tetapi nggak dosa kok sekali-sekali memberikan ini pada anak :)

Thursday, November 08, 2012

Zalora, serasa belanja di department store!

Sebagai 'penggila' belanja online (yang terpaksa dilakukan karena kepepet dan nggak punya pilihan), saya jarang melirik belanja di one-stop online shopping semacam Blibli.com atau Rakuten.co.id. Kebanyakan barang dan agak malas untuk hunting, meski tinggal masukkan kata kunci di kolom search. Saya lebih suka belanja di toko yang lebih spesifik barangnya, seperti di Market Plaza Female Daily, online shop di Facebook, atau brand tertentu yang punya online shop. Kadang belanja online cuma bisa bikin kangen berat belanja beneran di department store, hiks. Kangen bau Centro, Metro, atau Sogo. Kangen ngemall :( 


Sampai akhirnya pas iseng window shopping, saya buka Zalora. Saya lihat brand yang ada di sana, wah, ternyata hampir semua brand produk yang biasa saya beli ada semua di sana!!! Persis seperti yang ada di Centro atau Metro. Mulai dari sepatu (Calliope, Prima Classe, Fly, Symbolize) sampai pakaian ((X)S.M.L, Chic Simple, Contempo, Noir Sur Blanc). Kosmetik ada sih beberapa yang mereknya tergolong bersahabat, seperti The Face Shop. Namun, untuk pilihan kosmetik yang cocok dengan saya dan sesuai kantong, lebih banyak pilihan di Blibli.com (NYX, Maybelline, Revlon).  

Kesimpulan awal, menjelajahi Zalora seperti sedang berada di department store favorit saya. Semua ada, semua tersedia, tinggal pilih, cek ukuran, klik, dan belanja (kalau kantong lagi penuh tapi, hehehe). Sambil membayangkan suasana mall saja, lengkap dengan musik Bacharach yang sering diputar di PIM. Bau mall sudah terbayang-bayang! *mengkhayal*

Ehm, saya belum pernah belanja di Zalora dan web sejenisnya, tapi akan!!!! Mengingat ada beberapa barang yang perlu dibeli dan belum tahu kapan akan pergi ke mall, hehehe. Nanti kalau sudah coba belanja di sana, saya bagi-bagi ceritanya di sini lagi ya ;)

Meanwhile, please enjoy one of my favorite song from Burt Bacharach, Close to You. 
Langsung adem setiap masuk PIM dan dengar lagu ini. 
Enjoy! ;)



Tuesday, November 06, 2012

Kalau lagi kangen Rasya...

Kalau lagi kangen Rasya (yang cuma terpisah jarak tidak sampai 2 km dari tempat saya bekerja, dan beberapa jam kemudian pasti saya ketemu Rasya), saya tinggal lihat fotonya di laptop atau HP. Kali ini saya mengekspresikannya dengan cara lain, cara yang sudah lama sekali 
tidak saya lakukan! :)


Sunday, November 04, 2012

Cocopop Crafts, tas Mama atau diaper bag?


Saya lupa bagaimana ceritanya bisa kenalan dengan Cocopop Crafts, tetapi yang jelas saat hamil dulu saya sudah kepingin punya diaper bags tapi yang bukan model bayi banget. Maunya diaper bags yang model keren, dan bikin saya jadi stylish, tetap gaya, seperti saya ceritakan di sini.

Pas menjelang lahiran, saya kesengsem berat dengan tas Cocopop. Modelnya lucu-lucuuuu, nggak nahan deh buat bilang nggak! Apalagi untuk maniak tas seperti saya.... Akhirnya saya memesan model Jack & Jill. Beberapa hari sebelum lahiran, tas itu sampai dengan selamat di rumah dan langsung saya pakai untuk membawa perlengkapan perang ke RS.
My first cocopop!
Tas ini pula yang selalu saya bawa kalau bepergian jauh, untuk semua barang-barang Rasya! Termasuk saat berpetualang Balikpapan-Jakarta berdua Rasya saja. Dimensinya tidak terlalu besar tetapi di dalamnya cukup luas. Cocok dipakai kalau menginap semalam pas di rumah mertua atau kalau pergi seharian. Banyak kantong yang bisa digunakan untuk menyimpan pospak, baju, bahkan botol. Tahan banting banget deh! Apalagi talinya bisa disesuaikan, mau dipakai selempang, jadi tote bag, atau backpack juga bisa. Digantung di stroller pun oye! Pas banget untuk saya yang sering menyalahgunakan tas (baca: isi tas sampai penuhhh banget), hehehe :))

Tas kedua adalah Little Lamb, ini hadiah dari Mbak Asti, kakak sepupu saya. Tas ini biasa saya pakai untuk membawa perlengkapan perang memerah ASI saat bekerja. Ketika Rasya masih ASI eksklusif, setiap hari saya membawa tas ini, komplit dengan pompa, botol kaca atau kantong ASI, plus nursing apron. Karena ada pemanas/pendingin alias thermal di sisi dalamnya, maka saya biasa menambahkan hot/cold pack Tommee Tippee supaya ASIP tetap bagus. Setelah Rasya mulai MPASI, tas ini jadi andalan membawa makanan Rasya saat pergi seharian atau travelling. Ruang dalam tas lega dan pas untuk meletakkan wadah makanan dan perlengkapannya. Praktis!

Tas ketiga Cocopop milik saya adalah Mrs. Penny. Sebenarnya dari koleksi sebelumnya sudah ada yang mencuri hati, tetapi saya masih ragu. Entah mengapa begitu koleksi terakhir diluncurkan, insting belanja saya muncul dan langsung memesan, hahaha. Iya, akibatnya dipelototin suami dehhh....sambil nunjuk ke dus besar berisi tas-tas yang jarang saya pakai, bawaan dari Jakarta dulu (kayaknya bisa dijadiin garage sale deh, ada yang mau??). 

Mrs. Penny ini malah saya gunakan sehari-hari untuk bekerja. Sudah bawaan lahir kalau saya bawa tas itu pasti penuh dan berat, persis seperti Mama. Maka tas ini jadi pilihan saya sekarang. Pas weekend,tas ini baru beralih fungsi sebagai diaper bag Rasya. Lebih ringkas untuk membawa keperluan Rasya saat pergi daripada Jack and Jill yang relatif lebih besar. Bagian dalam Mrs. Penny juga penuh dengan kantung, enak untuk simpan macam-macam keperluan Rasya. Oiya, sama seperti Jack and Jill, tas ini sudah dilengkapi dengan changing mat juga lho! Jadi, kita nggak usah bawa changing mat lagi.  

Ahhh....memang kalau mengulas produk untuk bayi itu nggak ada habisnya yaaa. Apalagi kalau Mama juga bisa ikutan menikmati produk tersebut, seperti diaper bag keren Cocopop Crafts yang selalu memikat hati saya dan para mama. Asli buatan Indonesia!

Nggak perlu mahal-mahal untuk punya diaper bag keren! :)

Wednesday, October 31, 2012

Catatan Rasya(11): bermain dan bermain!


Rasya, 9,5 bulan
Hobi yang lagi ngehits sekarang:

  • makan, ngemil, mimik susu
  • nemplok ke Mama
  • menjelajah seisi rumah
  • teriak-teriak sambil bilang 'bababadadadamamamamam'
  • merambat kalau pegangan ke meja/kursi/box
  • bergaya kalau difoto
  • marah-marah kalau didudukkan di high chair, tapi langsung anteng pas dikasih cemilan
  • main air (pas mandi atau pas makan)
  • ikutan duduk pegang setir mobil bareng Ayah atau Akas
  • kepo, pengen lihat apa yang lagi ditulis Ayah atau Mama di HP
  • gigit semua barang
  • nangis kalau barang yang dipegang diambil
  • heboh mencari barang yang disembunyikan Mama
  • tidur berserakan alias melintang sana-sini
  • bisa cium pipi Mama atau Ayah, tapi ada jejak ilernya
  • sering nyempil-nyempil di sekitar meja dan bawah meja 
  • berdiri di mana saja, asal ada pegangan
  • ngeliatin orang yang baru dikenal dengan seksama
  • ketawa ngikik ketika dikelitik, main cilukba, atau nyanyi bareng
  • belajar sikat gigi!(minus pasta gigi tentunya)


almost a year! :D

Monday, October 29, 2012

Sop kambing segaaar!!

Saya termasuk jarang memasak daging di rumah. Daging sapi saja jarang, apalagi daging kambing. Buta soal cara mengolah daging-dagingan. Kadang bumbu sudah oke tapi daging kurang empuk. Bikin rada kapok bin malas masak daging.

Namun, karena Idul Adha dan ada daging kambing jadi deh tetap coba masak. Pas banget suami lagi nggak dibolehin makan santan sama dokter, buat sop kambing menjadi pilihan paling oke. Pengennya mah kambing guling, tapi begimana lagi tuh masaknya? Mending ke kondangan aja kalau mau kambing guling, hehehe :p

Setelah browsing di internet & hasil tanya Bi Eti, jadilah sop kambing segar ala Mama Bhuy ;)

Bahan:
250-300 gr daging kambing, potong dadu kecil, rebus bersama tulangnya kalau ada
1 buah wortel, iris bundar
2 buah kentang, potong dadu
1/2 buah bawang bombay, potong dadu
3 siung bawang putih, geprek
1 sdt pala bubuk
1 batang kayu manis
5 buah cengkeh
1 ruas jahe, geprek
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
5 buah tomat kecil, belah jadi 4
1 btg seledri, potong sebesar satu ruas jari
1 btg daun bawang, potong sebesar satu ruas jari
1 L air
Minyak untuk menumis
Daun bawang & daun seledri, iris tipis untuk taburan

Cara membuat:
1. Panaskan air dalam panci bersama daging & tulang hingga mendidih. Ketika mendidih, buang busa-busa yang mengambang dari rebusan daging. Teruskan masak dengan api sedang, sampai daging agak empuk.
2. Tumis bawang bombay & bawang putih hingga harum. Tambahkan wortel & kentang, aduk rata.
3. Masukkan tumisan ke panci berisi rebusan daging, aduk rata. Beri bumbu-bumbu: pala, kayu manis, cengkeh, jahe, garam, merica, gula, serta batang daun bawang & seledri. Masak sampai daging benar-benar empuk & wortel-kentang lunak.
4. Setelah daging empuk, baru masukkan tomat. Masak sebentar hingga tomat matang.
5. Setelah matang semua, matikan api. Taburi dengan daun bawang & seledri. Sajikan hangat bersama nasi.

Enaaaaaakkkkk! :9

Busy baby on the (long) weekend!

Howdy!
Akhir pekan lalu menjadi akhir pekan sibuk untuk Rasya. Pas banget lagi long weekend, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadilah Rasya wara-wiri sana-sini, main dan gegayaan. Di sekolah, di rumah, di mana-mana selalu jadi bayi super sibuk! Di rumah pun Rasya nggak berhenti wara-wiri, menclok sana, menclok sini, sampai bikin saya rajin lap keringat *phew*

Baru 9 bulan nih, kalau sudah bisa jalan pasti lebih heboh lagi. Kalau nitah kamu bisa bikin Mama kurus nggak ya, Rasya? :p
Kambing berwajah sendu
Rasya terpana lihat kambing :p
Gayaaaaa :D
Haaaaa ada apa tuh, Yah?
Asyik makan puding labu kuning bikinan Mama

Rasya syubidubpapapppp.....*Rasya's jazz style*
Ohiyaaa, kemarin Sabtu saya juga masak sop kambing. Nanti ya di post berikutnya, kali aja ada yang mau intip resepnya ;)

Wednesday, October 24, 2012

Tim Roti Amuntel :9

Berhubung Rasya sudah 9 bulan, semakin banyak variasi makanan yang bisa saya kenalkan padanya. Bisa semakin seru bereksperimen juga deh! Sekali lagi, saya sangat suka dengan cara Rasya makan. Semua mau, semua dimakan lahap, semua tandas! Benar-benar anak Ayah dan Mama, ketahuan sama-sama doyan makan :D

Nah, minggu ini saya memperkenalkan roti tawar gandum ke Rasya. Variasi jenis karbohidrat juga, supaya Rasya nggak bosan makan nasi-kentang-jagung-oatmeal melulu. Tes hari pertama, saya iseng memberikan potongan roti pada Rasya. Eh doyan! Giliran saya mau ambil lantaran Rasya agak seret, nggak boleh dong sama Rasya. Rotinya tetap dikekepin, hehehe.

Hari kedua, saya buatkan tim roti spesial untuk Rasya. Resepnya saya ambil dari 112 Resep Makanan Tim Bayi karya Tuti Soenardi, dimodifikasi sesuai sayuran yang ada di rumah. 

Namanya Tim Roti Amuntel (AyaM-bUNcis-worTEL) *maksa dikit boleh yaaaaaaa*

Bahan:
2 lembar roti tawar gandum, potong pinggirannya dan iris dadu atau dicabik-cabik
40 gram daging ayam cincang
1/2 buah wortel, serut kasar
2 buah buncis, iris tipis
1/4 buah bawang bombay, cincang halus
100 ml susu 
1 butir kuning telur 
5 gram keju (pakai bellcubes)
1 sdt unsalted butter 
Sedikit air

Cara membuat:

  1. Panaskan butter, tumis bawang bombay hingga harum. Masukkan ayam cincang, tambahkan sedikit air. Masak hingga ayam sedikit matang. Tambahkan wortel serut dan irisan buncis, masak sampai matang dan kuah menyusut. Angkat.
  2. Campurkan susu dan kuning telur, kocok ringan. Masukkan tumisan isi dan campur merata. 
  3. Susun sebagian potongan roti tawar di dasar wadah tahan panas (saya pakai yang stainless steel). Tuangkan campuran susu dan isi. Tutup dengan potongan roti tawar lagi di atasnya. Beri parutan keju.
  4. Kukus selama 25 menit hingga matang.
  5. Hidangkan hangat. 
Kalau Rasya, satu mangkok stainless steel bisa untuk tiga kali makan. Ambil secukupnya (2-3 sendok makan), sisanya bisa disimpan di lemari es.  Oiya, pas mengukus, tutup pancinya dikasih serbet kain ya, supaya uapnya tidak langsung kena tim roti :) 


Hasilnya? Doyan banget! Teksturnya lembut dan mirip schotel, jadi Rasya makan dengan cepat dan lahap. Asyik!!!!

Minggu depan mau coba makaroni ah!


Monday, October 22, 2012

Ayahbunda, sumber inspirasi saya

Pertama kali saya baca majalah Ayahbunda justru ketika masih SD. Iya, baca sisipan Buncil di rumah tante yang kebetulan baru melahirkan anak pertamanya. Setiap ke rumah tante, saya pasti langsung ngubek tempat majalah, mencari Ayahbunda dan melahap habis Buncil. Waktu itu, Buncil masih mengisahkan Si Tongki Bebek, juga Koko-Moni dan Moko. Favorit saya? Tentu saja cerita pendek yang nama tokohnya diganti gambar si tokoh. Lagi senang-senangnya membaca, jadi cerita model tersebut bikin semangat membaca!

Berpisah dengan Ayahbunda sekian lama (dan bergaul dengan para saudara sedarah Ayahbunda), saya kembali melirik Ayahbunda saat dinyatakan hamil pada bulan ke-2 pernikahan kami. Pertama kali hamil, saya jadi sering membeli atau meminjam Ayahbunda di perpustakaan sekolah tempat saya bekerja. Ketika saya keguguran pada usia kehamilan 10 minggu karena blighted ovum, saya sempat terpuruk, sedih luar biasa. Saya pun mundur teratur dulu dari dunia para calon ibu.

Alhamdulillah, Allah Maha Baik, selang 45 hari kemudian saya kembali hamil (meski dokter menyuruh saya libur 3 bulan, seperti dikatakan di sini). Kehamilan kedua ini membuat saya lebih hati-hati. Termasuk menunda pengumuman kehamilan pada dunia, kecuali pada keluarga dekat dan rekan kerja. Saya kembali rajin membaca Ayahbunda. Entah mengapa, setiap kegelisahan atau kekhawatiran yang saya risaukan, pasti Ayahbunda tengah mengupas tuntas masalah tersebut. Mulai dari mitos-mitos kehamilan, perubahan fisik yang dialami, hingga memperdengarkanmusik ke si calon bayi. Saya juga langganan newsletter kehamilan Ayahbunda. Setiap menerima newsletter, saya langsung mencocokkan dengan kondisi saya, maklum sering khawatir. Pendek kata, saya coba memberi nutrisi terbaik bagi pikiran saya selama hamil, supaya “rumah kontrakan”  ini nyaman bagi si kecil selama 9 bulan berada di dalamnya! J
Rasya saat baru lahir
Pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA pada Rabu, 18 Januari 2012, seorang bayi laki-laki lahir dari rahim saya melalui operasi caesar di rumah sakit terbesar di kota saya. Dengan berat badan 2,88 kg dan panjang 46 cm, laki-laki paling tampan di dunia itu (versi saya tentunya!) kami beri nama Cakrasyadhia Nafii Pradana. Lengkaplah sudah kebahagiaan saya sebagai seorang ibu.

Pulang ke rumah, hari-hari sebagai ibu dimulai. Menimang, memandikan, mengganti popok,  menyusui Rasya, semua menjadi kebiasaan baru bagi saya dan suami. Pertama kali kami menjadi orang tua, pertama kali kami menjadi ayah dan mama untuk Rasya. Meskipun kami berdua lulusan psikologi, teori-teori psikologi perkembangan yang kami pelajari langsung menguap begitu saja! Semua kembali ke nol, kami belajar dari awal.
Foto JUARA! :D
Lagi-lagi Ayahbunda menjadi teman setia kami, betul-betul bacaan yang cocok untuk pasangan muda! Malah Ayahbunda sudah menyemarakkan dapur saya dengan hadiah yang kami dapatkan dari lomba Twitpic Ayahbunda. Ketika itu foto Peluk Anak versi Ayah dan Rasya berhasil menjadi juara. Ada hadiahnya lho, yaitu Philips Citrus Press Juicer. Keren banget! Selain itu, saya dan suami kerap mencocokkan tumbuh kembang Rasya dengan tumbuh kembang bayi pada umumnya, seperti yang selalu disajikan dalam Ayahbunda. Benar lho, mendampingi Rasya yang sedang asyik menjelajah dunia barunya itu terasa lebih menyenangkan berbekal segudang tips Ayahbunda.

Pun ketika Rasya sudah makan, mengintip resep-resep Ayahbunda itu HARUS! Saya sering kehabisan ide membuat makanan Rasya, maka berburu resep di web Ayahbunda bisa memunculkan inspirasi untuk memasak. Apalagi Rasya selalu lahap menghabiskan makanan buatan saya. Bikin saya bersemangat memasak!

Tak terasa, artikel yang saya baca mulai bergeser ke bagian tengah majalah Ayahbunda, karena Rasya sudah 9 bulan. Persahabatan saya dengan Ayahbunda tampaknya masih akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan, saat Rasya menyandang status balita, ketika ia siap masuk ke dunia sekolah, hingga ia memiliki adik nantinya ;)

Selamat ulang tahun, Ayahbunda! Terima kasih sudah menjadi sahabat setia dan inspirasi bagi semua orang tua di Indonesia!   


*) Tulisan ini disertakan dalam Lomba Menulis Blog "Aku dan Ayahbunda" dalam rangka ulang tahun ke-35 majalah Ayahbunda.

Wednesday, October 17, 2012

Permainan masa kecil

Terinspirasi post Randompeps #317 tentang mainan yang sering dimainkan saat kecil dulu, saya jadi dibawa flash back ke zaman kecil. Besar di lingkungan komplek perumahan BTN dengan tetangga yang itu-itu saja (bahkan sampai sekarang), membuat saya cukup sering bergaul dengan teman-teman sebaya. Tahu sendiri lah, bocah kan senangnya ya main, apa lagi? :D

Frekuensi cukup sering ini masih berlanjut sampai SD saja seingat saya. Begitu masuk SMP jarang banget deh, sibuk bo, sama tugas-tugas sekolah seabrek dan ulangan yang bertubi-tubi. Lupa sama main (di luar rumah). Main di rumah saja, paling ya nonton TV, baca komik, ganggu adik, dll.

Balik lagi ke zaman SD, ada empat jenis permainan yang paling sering saya mainkan. Memang banyaaaaaaakkkk sekali permainan anak-anak yang seru, tak terhitung! Semuanya itu seru, asyik, dan pengen main lagi!

dipinjam dari nyunyu.com
Baju-bajuan/orang-orangan/boneka kertas, ah apa lagi istilahnya ya? Ini semacam boneka kertas yang sering dijual di abang-abang mainan, terus bisa kita bongkar pasang bajunya. Bajunya macam-macam, mulai baju tidur sampai baju pesta. Kadang ada sepatu atau aksesoris lain. Saya sering main ini sama tetangga seumur (yang perempuan tentunya), plus ada ceritanya. Malah saya suka menggambar sendiri rumah, persisnya denah rumah, di buku, maksudnya jadi arena cerita si boneka kertas itu. Seru! 

dipinjam dari nyunyu.com
Tepok kartu/gambar-gambaran. Eh, memang ya bocah itu menyebut mainan seharafiah apa yang dimainkan. Permainan ini menggunakan kartu-kartu bergambar, beli di abang-abang donk, biasanya satu lembar kertas ukuran A4, terus digunting sesuai garis. Cara mainnya? POK!!! Iya, adu tepok kartu, yang menang adalah yang kartunya terbuka. Kartu yang tertutup jadi hak milik si pemenang. Pemenang ya yang berhasil mengumpulkan kartu terbanyak. 
dipinjam di sini
Bola bekel. Juara banget deh ini! Saya rajin banget main bekel pas kelas 4 - 6 SD, tapi ngetop pas kelas 5 SD. Setiap hari pasti main bekel di sekolah. Datang pagi langsung keluarin biji & bola bekel, main di depan kelas sambil tunggu jam masuk. Istirahat, sambil makan bekal, main bekel. Pulang, nunggu jemputan, main bekel di hall. Main bekel berkelompok, ganti-gantian. Di kelas tuh kayak ada kompetisi bola bekel, hahaha. Nggak cuma anak perempuan yang main, anak laki-laki juga. Yang suka bikin bete adalah kalau main bekel dengan biji lebih dari 12 (malah pernah sampai 20!), anak laki kan tangannya mulai lebih gede daripada perempuan ya, jadi mereka gampang aja mainnya. 

ini tingkat merdeka, tinggi bener yaaa
dipinjam di sini
Lompat karet, bisa karet satu atau karet dua. Ini eranya berbarengan dengan bola bekel. Ngehits bersamaan di sekolah saya dulu. Minimal bertiga, terus kita main sampai ada yang 'mati' baru gantian jaga (pegang karet). Yang main anak perempuan, tapi banyak anak laki yang ikutan juga. Bikin iri kalau posisi yang tinggi mereka pasti bisa loncat karena mereka lebih tinggi daripada kami (_ _)" 
Main karet satu lebih gampang, tinggal loncat-loncat aja, bisa sampai setinggi 'merdeka' alias setinggi tangan jika kita berpekik merdeka. Kalau karet dua, ada beberapa jenis lompatan dan nggak boleh kena karet pas setinggi mata kaki. Menantang kan? 

Di sini, di sini, dan di sini, bisa diintip jenis permainan apa yang dimainkan oleh saya dan teman-teman seumuran saya dulu. Mulai dari yang asli Indonesia, sampai yang impor budaya negara lain. Dari yang sederhana, sampai yang melibatkan unsur teknologi. Dari yang bisa dimainkan sendiri, berdua, hingga kelompok besar. 

Semoga permainan masa kecil tersebut tetap bertahan di tengah gempuran mainan canggih masa kini!
Coba kita mainkan lagi bersama anak dan keponakan kita yuk! :)