Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Sunday, December 16, 2012

MPASI 10 bulan Versi Rasya

Semakin besar si kecil, ibu bisa semakin santai untuk urusan makanan! 

Saya termasuk salah satunya. Sejak awal MPASI hingga usia 9 bulan, saya masih membatasi makanan Rasya. Maksudnya, Rasya hanya boleh makan makanan yang saya buat sendiri. Kecuali biskuit bayi sih. Selebihnya, ini jangan, itu jangan. Apalagi makanan bayi instan! Rasya hanya beberapa kali makan bubur bayi instan, itu pun karena darurat dan sedang perjalanan jauh. Lagipula, rasa bubur instan nggak seenak bikinan sendiri, hehehe.

Masuk usia 10 bulan, saya lebih longgar dalam menetapkan jenis makanan untuk Rasya. Untuk makanan sehari-hari, saya tetap memberikan nasi tim buatan sendiri. Lagipula, variasi makanan yang bisa dilahap Rasya lebih banyak. Seperti saya sebutkan di sini, Rasya sukses melahap hampir semua makanan yang saya buat. Maka, saya pun bisa sesering mungkin mengganti bahan pangan dan mengkombinasikannya dengan sayur-daging atau jenis protein lain.
Singkong Thailand
Kentang kukus saus bolognese
Ogah disuapi, maunya makan sendiri!
Meskipun demikian, saya harus pandai membaca nafsu makan Rasya. Katanya sih, semakin besar anak, ia semakin 'pandai' memilih makanan. Karena lidahnya mulai kenal dan tahu rasa, bisa membedakan mana yang  enak dan tidak enak, mana yang ia suka dan tidak suka. Begitu juga dengan cara makannya. Sehari-hari ia disuapi sambil digendong oleh ART. Makan sore bersama saya, biasanya saya dudukkan di high chair. Kadang ia mau disuapi, kadang ingin makan sendiri. Jadi, memang agak tricky, saya harus pintar-pintar tahu apa keinginan Rasya.

Salah satu trick yang saya lakukan adalah menyiapkan finger food sayur kukus untuk dimakan bersama makanan utama. Misalnya, wortel/brokoli/kembang kol/kentang kukus. Saat disuapi, Rasya menggenggam finger food, sehingga ia bisa makan sendiri. Tips lainnya, variasikan jenis pangan, tidak melulu nasi. Bisa diganti dengan oatmeal, kentang, makaroni, atau roti tawar.

Untuk buah-buahan, saya mempersilakan Rasya makan sendiri. Buah dipotong dadu atau seukuran jari, diletakkan dalam piring di meja high chair (habis itu piringnya dibalik Rasya :p), pasti ludes! 

Nah, bulan ini saya juga sukses memperkenalkan singkong. Singkong ala Thailand, tepatnya. Ya, singkong dimasak bersama puree buah lalu diberi saus santan. Resepnya saya intip di MPASI Rumahan. Singkong rebus saja doyan, ditambah santan manisnya makin lahap :D 

Selain itu, saya juga memberikan ikan tuna dan ikan gabus/haruan. Alhamdulillah, Rasya lulus, nggak alergi. Hanya saya masih hati-hati memberikan telur. Kadang kalau saya makan telur (omelette atau telur rebus), telinga kanannya langsung gatal. Namun, ketika saya memberikan tim roti atau schotel (yang pasti ada telurnya), Rasya baik-baik saja tuh. Aneh 'kan?

Bagian paling serunya adalah saya dan suami kerap membiarkan Rasya icip-icip kue, roti, biskuit yang kami makan. Jajan pasar semacam nagasari, talam, kue bolu, Rasya suka icip-icip. Pokoknya, apapun yang dikukus dan dipanggang boleh. Serba goreng masih saya tunda, apalagi cemilan gurih ber-MSG. Itu nanti saja ya, Rasya. 

Selain itu, sesekali saya memberikan nasi (bukan nasi lembek) pada Rasya. Lauk favoritnya tempe bacem, hehehe. Dia makan sendiri dan oh...lahap banget! Belepotan ke mana-mana pasti, tapi nikmat banget melihat caranya makan, hahaha xD

Sebetulnya, ini juga persiapan jika kami jalan-jalan. Rasya sekarang nggak doyan biskuit Farley, pasti nggak pernah habis, jadi selalu saya yang habiskan. Cuma cimit-cimit. Makanya, nggak selamanya saya bisa mengandalkan biskuit. Tidak semua rumah makan di sini ada buah juga. Jadi, semakin ia akrab dengan table food, semakin mudah bagi Rasya untuk beradaptasi dalam peralihan makanan saat 1 tahun nanti. 

Saya sih cuma berdoa semoga selamanya ia akan suka sekali makan! Semoga terus berlanjut!

Whooosshh *menghembuskan energi positif ke diri sendiri*

3 comments:

  1. kamu rajin sekaliiiii hihihi btw kenapa anak kecil susah makan sedangkan aku yang tua suka sekali makan :s

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, supaya nggak lupa, bekal juga buat anak ke-2 (nanti tapiii). iya, aku juga doyan makaaann, makanya suka bingung klo ada anak susah makan :p padahal makan itu enak kan :D

      Delete
  2. Terima Kasih, idenya menginspirasi terutama mengenalkan singkong ala thailand... jika berkenan, bolehkah saya mengadopsi ide MPASInya di www.makanananaksehatku.blogspot.com ?

    ReplyDelete