Laman

  • Home
  • About Me
  • How we met?
  • Contact Me

Sunday, November 06, 2011

Waiting for A Miracle(8): Masih bingung cari nama

Mencari sebuah nama tidak semudah yang saya kira. Masih ingat post saya tentang utak-atik nama?
Dua bulan sejak saat itu pun saya dan suami belum mencapai kata sepakat soal nama bayi kami ini. 
Tambahan buku nama dan beberapa rangkaian nama bikinan Papa juga belum membuahkan hasil. 
Aih, memang memilih nama untuk bayi tidak segampang memilih nama tokoh utama dalam cerpen ya.

Satu lagi, rasanya memilih nama anak laki-laki lebih sulit daripada anak perempuan. Ini menurut saya lho.
Walaupun suami bilang, nanti juga akan ketemu. Toh si baby masih punya waktu dua bulan lagi sebelum dia lahir. Iya sih, tapi memilih nama tetaplah sulit. Apalagi nama yang akan disandang anak seumur hidup. Nama yang juga membawa doa dan harapan setiap orang tua. 

Memilih sekian nama dari begitu banyak nama di dunia ini saja sudah sulit, apalagi menentukan nama mana yang layak disematkan pada si baby. Hampir setiap malam saat bersantai dengan suami, nama menjadi bahan diskusi kami, dan saya lebih banyak memilih nama ini dan itu. Suami bagian menyeleksi. Saya suka nama A,B, C, dst, maka suami akan memilih dan mempersempit pilihan kami menjadi tinggal empat atau lima nama saja.

Kami memulainya dari nama panggilan. Setiap saya melontarkan nama tertentu, suami akan memutuskan 'dipertimbangkan' atau 'aneh.' Kalau jawaban 'aneh' yang terlontar dari suami, artinya tidak. Biasanya, kami juga akan membahas nama dengan meruntut pada nama-nama orang yang kami tahu, temui, atau kenal sepanjang hidup kami. Ujung-ujungnya sih, jadi membahas bagaimana karakter si pemilik nama tersebut, hehehe. 

Nah, jadi saya sudah punya berapa calon nama? 
Banyak. Namun, untuk nama panggilan saya sudah punya beberapa nama jagoan. Entah kenapa pilihan saya selalu jatuh pada nama yang mengandung huruf R, entah di depan, di tengah, atau di akhir. Kebanyakan nama pilihan saya juga selalu berima A. Nggak tahu juga, saya lebih suka nama berima A, seperti nama saya dan nama suami, hehehe. Membaca pilihan nama saya, semuanya selalu berakhiran A, jarang sekali yang berakhiran huruf vokal lainnya. Sejauh ini pun, pilihan nama saya tetap berbau Indonesia atau Sansekerta. 

Masih ada sekitar dua bulan lagi. Doakan kami segera mendapat pencerahan untuk nama si baby! :)

1 comment:

  1. Kalau nama gue, karakternya apa? He he he...

    ReplyDelete