Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Friday, April 29, 2011

Crazy Little Thing Called Love - first step for everything in your life :)

Minggu ini boleh jadi adalah Thai Movie Week bagi suami dan saya. Perkenalan saya dengan film Thailand berawal dari film Iron Ladies beberapa tahun lalu di Jogja. Berlanjut pada film Bangkok Traffic (Love) Story, Hello Stranger, Crazy Little Thing Called Love (First Love), Best of Times, dan Little Commedian. Ya, film produksi Thailand kini tidak melulu film horor. Senangnya lagi, mulai banyak film Thailand yang diputar di Blitz Megaplex, termasuk film Crazy Little Thing Called Love. Film komedi romantis ini memang bercerita seputar cinta pertama dan perjuangan untuk menyatakan rasa cinta. Latar belakang budaya Thailand yang relatif dekat dengan budaya kita, plus ceritanya yang mengingatkan saya pada masa SMP, membuat saya merasakan 'kedekatan' saat menonton film ini, persis seperti apa yang disampaikan trailer filmnya. 




Nam adalah seorang gadis berkacamata, berkulit hitam, dan culun. Nam yang tampak seperti itik buruk rupa, jatuh hati pada Shone, yang super ganteng, populer, dan tentu jadi pujaan hati para gadis di sekolah Nam. Dengan dukungan dari para sahabatnya, Nam berusaha menarik perhatian Shone. Ia mencoba berbagai cara supaya Shone melihat dan sadar bahwa ia ada. 

Setelah terpilih sebagai Snow White dalam drama sekolah, Nam berusaha untuk tampil lebih cantik. Ia juga berusaha untuk lebih rajin belajar. Pendek kata, ia berusaha menjadi orang yang lebih baik untuk Shone. Ia melakukan segalanya agar Shone juga tertarik pada Nam. Namun, situasi menjadi rumit saat Top, sahabat Shone, pindah ke sekolah yang sama dan terang-terangan mengaku jatuh cinta pada Nam. Sementara Nam mati-matian mengubah penampilan diri untuk menarik Shone, malah Top yang lebih dulu mengatakan cinta dan meminta Nam menjadi pacar.

Apakah Nam akan menjawab pernyataan cinta Top? Lalu bagaimana dengan perasaan Nam pada Shone? Apakah Shone betul-betul tidak tertarik padanya? 

Saya sebenarnya menahan diri untuk tidak menceritakan kelanjutannya, termasuk memasang beberapa adegan yang sukses bikin saya menangis haru. Meskipun film ini sangat tipikal film remaja, tetapi saya sangat suka film ini! Ayo mengakulah....siapa sih yang tidak berdebar-debar saat si gebetan ingat nama kita? Siapa sih yang tidak gelagapan saat bertemu pandang tanpa sengaja dengan si gebetan? Siapa yang tidak terbang sampai langit ke-7 ketika tanpa sengaja bersentuhan tangan dengan si dia? Atau.....beragam kekonyolan yang kita lakukan: pura-pura izin ke toilet supaya bisa lewat depan kelasnya - hanya untuk mengintip si dia, menyimpan barang pemberiannya (meskipun barang itu nggak penting sama sekali!), hingga senyum lebar sampai ke telinga setelah mendengar suaranya lewat telepon.

Ya, semua pernah mengalaminya kan? Saya juga, kamu juga. Menonton film ini membuat kita kembali menjelajahi masa remaja, saat masih polos, lugu, dan bakal melakukan hal bodoh sekalipun untuk mendekati si dia. Romansa cinta pertama yang menghadirkan sejuta pengalaman serba pertama dalam hidup kita. Menurut saya, film ini sukses merajut semua sensasi serba pertama itu dengan rapi dan manis sekali. Tanpa perlu banyak adegan sentuhan fisik, getaran dan reaksi kimia a.k.a chemistry tetap terasa, dan menggugah hati. 

Selalu ada yang pertama untuk segala hal bukan? :)

No comments:

Post a Comment