Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Wednesday, February 08, 2012

Saat Rasya lahir (bagian 2)

Waaahh....maaf baru sempat posting lanjutan cerita lahiran Rasya sekarang! Maklum, ibu baru, jadi masih sibuk mengurus Rasya full-time! Rasya juga lagi kuat-kuatnya mimik, kadang bisa dua ronde. Berhenti sebentar, eh minta lagi. Jadi, mamanya mesti berlomba juga mengisi amunisi ;)

Yuk, dilanjut lagi ceritanya.

(Masih) Rabu, 18 Januari 2012
Keluar ruang operasi, suami dan Mama sudah menunggu. Saya masih sadar penuh sejak Rasya lahir sampai keluar ruangan. Menurut suami, Rasya lahir kira-kira pukul 10.00 WITA, bersamaan dengan Papa mendarat di Balikpapan. Saya pun kembali ke kamar, masih dengan kondisi bagian bawah tubuh kaku karena bius. Waktu itu saya masih lemas dan pusing. Setelah dicek, tekanan darah saya rendah, mencapai 90/60. Perawat pun wanti-wanti untuk memberi tahu jika pusing saya berlanjut. Rasya masih di ruang bayi, saya masih diberikan kesempatan untuk beristirahat. Faktanya sih, saya nggak bisa tidur sama sekali siang itu.

Selama 24 jam ke depan, saya harus bed rest alias tidak boleh turun dari tempat tidur sama sekali. Ketika obat bius habis, haduuuuhhhh................sakitnya luar biasa! Rupanya selain luka bekas operasi yang sakit, saya juga merasakan kontraksi. Katanya, rahim mulai menciut pasca operasi. Memang pendarahan pasca operasi tidak sebanyak jika melahirkan normal, tetapi rasa sakitnya itu lho..... Praktis selama 24 jam pertama saya hanya bisa berbaring dan latihan miring ke kanan kiri. Itu pun harus dibantu karena sumpah, SAKIT BANGET!

Sekitar pukul 15.00, sehabis saya mandi, Rasya datang! Langsung latihan menyusui, dibantu oleh perawatnya. Alhamdulillah, ASI mulai keluar meski belum deras. Semakin sering disusui, semakin lancar ASI-nya. Oya, begitu menyusui, saya benar-benar lupa pada teori menyusui yang saya baca. Hilang semua deh....Prakteknya lebih banyak mengandalkan pengarahan dari perawat dan Mama, plus naluri keibuan saya. Teori? Lupa. Rasa sakit? Lupa. Ketika menyusui Rasya, saya malah semakin termotivasi untuk cepat sembuh dan melupakan sejenak rasa sakit. Merintih sambil menyusui akhirnya jadi hal biasa :)

Kamis, 19 Januari 2012
Setelah dokter Rahmad mengunjungi dan mengecek kondisi saya, saya pun belajar untuk duduk. Rasanya? Sakit! Namun, yang jelas saya bisa langsung duduk bersila. Konon, kalau melahirkan secara normal boro-boro duduk bersila :p Sekalinya bisa duduk, rasanya lebih nyaman. Saya pun belajar berjalan, meski saat berdiri saya harus menahan sejenak lantaran perihnya nggak ketulungan. Motivasi saya adalah lepas kateter! Begitu bisa berjalan ke kamar mandi, kateter pun dilepas. Hore!

Hari ini juga saya mulai belajar dan mencari posisi yang enak menyusui, setelah hari sebelumnya hanya bisa menyusui sambil berbaring. Untunglah suami sigap membantu saya. Oya, sejak malam pertama Rasya lahir, dia sudah tidur bersama saya alias rooming-in. Otomatis, malam pertama kami sudah begadang. Suami langsung bisa menggendong dan menggantikan popok Rasya, meski membedongnya masih berantakan. Hebat kan?! :D


Jumat, 20 Januari 2012
Saya mulai rajin jalan-jalan, meski cuma bolak-balik kamar mandi. Begitu infus saya dilepas, saya juga sudah bisa mengurus Rasya sendiri, setelah sebelumnya banyak dibantu Mama, suami, atau perawat. Rasanya, semakin nggak sabar untuk cepat pulang! Meskipun tekanan darah masih sedikit rendah, tetapi saya merasa lebih sehat dan segar. Memang setelah melahirkan secara caesar, ibu harus bisa cepat pulih. Kalau kita mau bermanja-manja dengan luka bisa saja, tetapi resikonya pemulihan juga akan lebih lama. Rasa sakit itu bisa dilawan kok, apalagi kalau melihat anak :)

Sabtu, 21 Januari 2012
Saat kunjungan dokter anak, Rasya dinyatakan sehat dan boleh pulang sore ini. Saya masih harus menunggu dokter pengganti yang baru akan datang menjelang sore. Harusnya sih, menurut perawat, saya sudah boleh pulang. Alhamdulillah, doa saya terkabul. Sore ini saya boleh pulang!!! Kondisi luka operasi bagus, diplester waterproof dan saya boleh mandi seperti biasa.

Welcome home, Rasya! :D

2 comments:

  1. hello bebi rasyaa...smoga sehat selalu n jadi kebanggan yaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih tante (eh apa bude?) oktaaaa :D :D

      Delete