Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Tuesday, July 08, 2014

Cinta Ibu, Dari Kandungan ke Dunia

Setiap melihat Rasya tidur, ingatan saya kerap kembali ke waktu 39 bulan lalu: 30 bulan usia Rasya dan 9 bulan ia dalam rahim saya. Beratus-ratus kali saya menceritakan kembali proses kehamilan dan melahirkan Rasya, tetapi selalu terselip perasaan hangat dan haru tiap saya menuliskan ini. Bagi ibu, pengalaman hamil dan melahirkan itu ajaib! Bagi saya, membawa Rasya selama 9 bulan, melahirkannya, dan membesarkannya adalah bentuk cinta yang tak ternilai. Beginilah cerita saya.

Kehamilan kedua
Pasca blighted ovum pada 'kehamilan' pertama, Alhamdulillah saya dihadiahi lagi 45 hari setelah dikuret. Kalau kata dokter, terlalu cepat, tapi ya maklumlah, namanya juga (waktu itu) masih pengantin baru. Senggol sedikit, eh jadi! Berbekal pengalaman tak menyenangkan sebelumnya, saya pun baru mengumumkan pada dunia tentang kehamilan itu saat usia 12 minggu.

Trimester pertama saya lewati dengan mual muntah setiap pagi, baru trimester kedua saya merasa lebih nyaman dan happy. Bahkan saya sempat terbang ke Jakarta sendiri, dan rasanya bangga sekali saat ditanya, 'Mbak lagi hamil?' oleh orang-orang yang melihat perut nyembul sedikit. Apalagi, nafsu makan lebih enak, mau melakukan apapun bisa. Jadilah, momen pulang kampung itu saya rayakan dengan memuaskan ngidam yang tertunda.

Namun, masuk trimester ketiga, perut yang semakin buncit bikin saya mudah lelah dan sulit tidur. Lupakan posisi tidur telentang, posisi tidur miring dengan perut disangga bantal tipis dan punggung disangga guling adalah posisi terbaik. Hobi masak pun agak terlantar gara-gara saya nggak kuat berdiri lama. Lumayan banyak keluhan sih, tetapi nggak menghentikan saya untuk melakukan sesi foto perut buncit bersama suami, hehehe.
Usia kehamilan 34 minggu
Rasya datang!
Suatu pagi di bulan Januari 2012, sesuai kesepakatan dengan dokter kandungan, saya bersiap menuju ruang operasi. Saya sempat menunggu sekitar 15 menit di luar ruang operasi. Tangan saya terus menggenggam tangan suami dan Mama saya, karena saya hanya sendirian saat dioperasi. Begitu semua siap, saya pun digiring ke ruang operasi yang besar dan dingin. Tepat di bawah lampu super terang saya terbaring. Setelah disuntik obat bius, perlahan bagian bawah tubuh saya terasa kebas. Dokter sempat berkata, 'Ibu kalau mau lihat operasinya bisa lho lewat pantulan di lampu itu.' Saya cuma tertawa dan bilang, 'Waduh, ngeri dok. Untung minus mata saya tinggi, jadi nggak bisa lihat jelas bayangan proses operasinya!' 

Operasi pun dimulai. Perut yang terasa kebas tetap seperti digelitik saat dokter mengoperasinya. Saya merasakan perut saya diobok-obok. Satu waktu saya merasa sesak ketika perut dirogoh-rogoh. Susah payah saya bilang bahwa saya sesak dan mual, dan tahu-tahu saya muntah. Tak lama setelah 'sensasi' itu berlalu, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Saya terkesiap, itu anak saya? Hingga perawat menunjukkan seorang bayi mungil terbungkus kain kelinci berwarna hijau, 'Selamat ya, Bu. Anaknya laki-laki, sehat dan sempurna.' Sekali lagi saya terpana, dan mengucap syukur dalam hati, lalu berkata, 'Kamu ganteng sekali, Nak.' Seperti mimpi! :')
Ekspresi pertama Rasya yang terekam kamera Ayah
Pasca operasi, saya masih harus istirahat dan belum bertemu Rasya. Selang beberapa jam, perawat membawa Rasya dan untuk pertama kalinya, saya menyusui si jagoan kecil. Kulit Rasya tampak memerah, lapisan putih yang menyelimuti tubuhnya belum bersih betul, rambutnya masih lengket, tetapi saya tetap merengkuh dan menciuminya berkali-kali. 'Ini lho, mahluk mungil yang sering nendang-nendang perut saya,' begitu pikir saya, takjub.

Malam pertama rawat inap di RS, kami sudah tidur dalam satu kamar, saya, suami, dan Rasya. Saya ingat betul, justru suami yang pertama kali menenangkan Rasya yang terbangun tengah malam karena buang air besar. Ia pula yang menggantikan diapers Rasya dengan Pampers New Baby Diapers, yang memang sudah saya siapkan sebelum lahiran. Saya saja kalah sigap, hehehe, maklum baru selesai operasi caesar, duduk saja sulit. Namun, setidaknya saya juga ikut berkontribusi dalam adegan pertama suami mengganti popok Rasya, yakni memilihkan diapers yang tepat :)

Perawatan Kulit Bayi
Sebagai ibu baru, masukan-masukan dari orang tua maupun teman selalu saya ingat baik-baik. Apalagi perawatan kulit bayi baru lahir kan berbeda dengan perawatan kulit orang dewasa, jadi tidak boleh sembarangan. Ada banyak hal yang harus dilakukan kalau bicara soal perawatan kulit bayi, from head to toe! Ini catatan penting yang saya dapatkan selama mengurus bayi Rasya.
Senyum lebar Rasya sehabis berganti popok :)
  • Mandi dengan suhu air yang tepat. Ritual mandi selalu menarik untuk diikuti. Awalnya saya takut memandikan Rasya, tapi lama-lama jadi biasa dan menyenangkan. Siapkan seluruh perlengkapan sebelum mulai memandikan. Pakai sabun khusus bayi ya, sehingga kulit bayi tetap lembut dan halus.
  • Pilih kosmetik bayi yang aman. Untuk bayi baru lahir, penggunaan minyak telon hanya di sekitar perut dan punggung, gunakan secukupnya. Begitu pula dengan bedak dan jangan memberikan bedak di area kelamin. 
  • Perhatikan kebersihan tali pusar dan area kelamin. Sehabis mandi, saya membersihkan tali pusar, diseka dan dikeringkan. Begitu pula setiap Rasya buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan kapas yang dicelupkan air hangat secara lembut, dan keringkan, baru pakai popok kain bertali. Jika tidur malam atau jalan-jalan, baru saya pakaikan diapers alias popok sekali pakai kualitas terbaik.
  • Pilih pakaian bayi dengan bahan katun yang lembut dan menyerap keringat. 
  • Pastikan kebersihan pakaian bayi. Ingat banget, saat baru melahirkan tiba-tiba pembantu yang biasa cuci-seterika mendadak berhenti. Saya pun turun tangan langsung, mulai dari menyediakan dua ember untuk pakaian kotor Rasya, selalu mengucek popok Rasya yang kotor secara terpisah, menggunakan sabun pencuci dan pelembut pakaian khusus bayi, mengeringkannya dengan baik, dan menyeterikanya dengan seksama. Pantang bagi saya untuk memakaikan langsung pakaian yang baru kering, tanpa diseterika lebih dulu. Panas seterika akan membantu pakaian lebih bersih dan rapi, sekaligus mematikan 'kuman' yang tak terlihat, begitu pesan seorang teman.
  • Bersih-bersih sebelum dan sesudah menyusui. Saat menyusui Rasya pun saya selalu membersihkan diri lebih dulu, cuci tangan, dan membasuh puting dengan kapas hangat, keringkan, baru menyusui Rasya. Setelah menyusui pun, area sekitar mulut Rasya saya basuh kembali, memastikan tidak ada sisa ASI.
  • Minimalkan penggunaan obat-obatan jika terjadi masalah pada kulit bayi. Alhamdulillah kulit Rasya terbilang sehat dan baik saat awal kelahirannya. Namun, beranjak usia dua bulan, wajah Rasya pernah dihiasi oleh tujuh luka kecil bekas gigitan nyamuk! Aduh, saya panik banget! Akan tetapi, saya nggak berani memberikan salep, apalagi luka itu ada di wajah. Browsing sana-sini, tanya ke beberapa teman, saya malah memperoleh informasi bahwa luka bekas gigitan nyamuk bisa teratasi hanya dengan mengoleskan ASI. Iya, ASI kita, ibunya. Oles saja tipis-tipis pada luka yang kering, 2 - 3 hari kemudian bekas luka itu mulai memudar. Berhasil!
Pampers dengan #5starsprotection
Perawatan kulit bayi baru lahir harus didukung oleh pemilihan produk yang tepat, termasuk memilih diapers. Setiap bayi punya kondisi kulit yang berbeda, sehingga memilih diapers yang tepat bisa mengurangi resiko terjadinya alergi pada kulit bayi, selain dengan selalu menjaga kebersihan area yang tertutup popok tentunya. Diapers andalan harus punya kriteria ini: punya daya serap baik, ergonomis - nyaman dipakai dan mengikuti pergerakan bayi, dan lembut untuk kulit bayi, sehingga tidak menimbulkan iritasi kulit atau ruam popok. 

Kini Pampers memperkenalkan inovasi baru #5starsprotection untuk bayi baru lahir. Menilik lima keunggulan Pampers ini sudah pasti menjadikan Pampers sebagai andalan, terutama untuk si kecil yang baru saja melihat dunia. Apa saja sih keunggulan #5starsprotection dari Pampers ini?
  1. Lapisan dalam Pampers #5starsprotection mengandung lidah buaya, sehingga mampu melindungi kulit bayi agar tetap lembut dan menghindari resiko ruam popok.
  2. Daya serap Pampers #5starsprotection yang tinggi mampu menjaga kulit bayi tetap kering selama 12 jam, bayi pun bisa tidur nyenyak.
  3. Bahan Pampers #5starsprotection berkualitas tinggi, selembut kapas, bayi pun nyaman mengenakannya, tanpa khawatir terkena iritasi akibat gesekan kulit dan popok.
  4. Pampers #5starsprotection memiliki rongga udara yang berfungsi sebagai sirkulasi udara, sehingga kulit bayi tetap bisa 'bernafas' meski mengenakan popok untuk waktu lama. 
  5. Desain popok Pampers #5starsprotection dibuat senyaman dan sefleksibel mungkin, sesuai bentuk tubuh bayi yang baru lahir. 
Inovasi terbaru dari Pampers ini betul-betul menakjubkan, apalagi untuk ibu yang sering khawatir soal perawatan kulit bayi. Seperti mendapatkan mitra jempolan untuk membantu merawat kulit si kecil! 

Menceritakan kembali bagaimana merawat Rasya saat bayi dengan segala tantangannya, terutama perawatan kulit, rasanya ingin punya bayi lagi, hehehe. Saya yakin, perjalanan hamil-melahirkan selalu menjadi fase luar biasa bagi setiap perempuan, ibarat jatuh cinta lagi. Cinta ibu adalah keinginan merawat, menjaga, dan melindungi, bahkan sejak hari pertama kita sadar ada makhluk kecil yang tinggal dalam kandungan ini.

Saat anak lahir ke dunia, bagaimana merawat, menjaga, dan melindungi anak adalah tantangan sepanjang hidup orang tua, ayah dan ibu. Salah satu cara yang tepat yakni memilih Pampers dengan #5starsprotection sebagai mitra untuk memberikan perlindungan lebih pada kulit anak. Tentu saja ini pun bentuk cinta ibu. Karena Pampers dan ibu punya satu kesamaan, ingin memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan kulit si kecil.   

Semua itu berawal dari cinta ibu, dari kandungan ke dunia. 




Punya pengalaman berkesan selama hamil, melahirkan, dan merawat kulit bayi baru lahir? Yuk, ikuti lomba Dari Kandungan ke Dunia Bloggers Writing Competition, klik di sini ya :) 

2 comments:

  1. memang takjub rasanya, ada makhluk hidup tumbuh di dalam tubuh kita kemudian dia lahir dengan sempurna :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, dan itu pengalaman yang sangat bernilai dan tak terlupakan :)

      Delete