Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Monday, October 15, 2012

Rasya & High Chair

Dalam wish list perlengkapan bayi saya, sebetulnya high chair alias kursi makan bayi tidak terpikirkan untuk dibeli. Maklum, seingat saya, dari dulu kami bertiga (saya dan adik-adik saya) tidak ada yang makan di kursi makan khusus. 

Ketika teman-teman kantor suami bertanya mau dihadiahi apa, suami bilang yang biasa-biasa saja, lantaran beberapa perlengkapan 'besar' (kereta bayi, tempat tidur, baby tafel) sudah tersedia di rumah. Apa yang belum punya ya? Sampai akhirnya saya kepingin high chair untuk kado lahiran Rasya. Gara-gara 'terdoktrin' ibu-ibu di Mommies Daily tentang pentingnya untuk membiasakan anak duduk tenang saat makan di kursi. 

Beberapa minggu setelah Rasya lahir, rombongan teman kantor suami bertandanglah ke rumah, membawa sebuah high chair merek Baby Does! Yeay! Saya melonjak kegirangan, hehehehe. Ternyata, menurut suami, high chair tersebut dibeli mbak atasannya saat dinas ke Jakarta. Jadi, high chair tersebut sudah menempuh perjalanan panjang sebelum sampai ke rumah kami. Alhamdulillah, memang rejeki Rasya ya :)
Debut Rasya di high chair, ganjelannya banyak :p
Debut Rasya duduk di high chair saya lakukan saat ia 6 bulan, ketika ia mulai makan. Namun, ketika itu Rasya belum terlalu mantap posisi duduknya, ditambah senderan kursi tersebut tidak bisa disesuaikan tinggi rendahnya. Terlalu tegak, saya pun khawatir Rasya tidak nyaman, meski ia sih senang-senang saja.  Kursi itu pun saya simpan lagi. Akhirnya, Rasya duduk di bouncer portable merek Mastella yang dibelikan Mama.

Sepulang dari Jakarta, saat makan siang di bandara Sepinggan, Balikpapan, Rasya didudukkan di high chair lagi setelah absen 1 bulan. Eh ternyata, dia sudah bisa!!! Berhubung sudah lebih jago duduk juga, Rasya pun duduk lebih mantap di high chair restoran tersebut. Sampai rumah, saya langsung mengeluarkan high chair dan Rasya mulai belajar makan di situ. Awalnya Rasya enggan apalagi kalau sudah pasang seat belt. Meronta menangis heboh. Namun, begitu disuapi makanan, langsung deh tenang. Biasanya, saat makan ia harus menggenggam sesuatu, supaya sibuk! Kalau tidak, ia pasti akan dengan sigap meraih piring atau sendok yang saya pegang.

Hingga kini, Rasya masih duduk di kursi makan setiap kali ia makan, terutama bila disuapi saya. Begitu juga jika saya memberikan finger food alias cemilan ke Rasya, wajib hukumnya duduk di high chair. Dengan pembantu saya, Rasya biasanya digendong pakai jarik (iya, orang Jawa banget deh!). Nggak masalah kok, yang penting Rasya tenang saat makan, tidak lari-lari sana-sini. 
High chair di Bakso Lapangan Tembak, Balikpapan
High chair di Pizza Hut
Makan ubi kukus
Makan puding bikinan Mama, berantakan :p
Pendek kata, saya berusaha sedini mungkin membiasakan Rasya makan dengan duduk tenang sampai habis. Kalaupun Rasya heboh bikin berantakan meja makannya, ya nggak apa-apa, kan bisa dibereskan nanti. Yang penting Rasya senang dan belajar bagaimana makan! :D

4 comments:

  1. ya ampun yang di pizza hut matanya bagus banget! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, memang matanya bulet terang benderang kayak senter! makasih ya :D

      Delete
  2. Mba...walau rasya digendong mba nya pake jarik tetap mau duduk di highchair ya?anak saya kok mulai susah setelah digendong mbanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. seingat saya dulu sih tetap mau, mbak Rina. tapi tiap anak kan beda-beda ya. Kalau saya kerja, dulu mbaknya lebih suka gendong Rasya supaya lebih anteng. Giliran saya di rumah, saya sih jarang gendong Rasya terus menerus. Lebih sering membiarkan Rasya main sendiri di lantai atau duduk di high chair pas makan, terus memberikan makanan untuk dipegang.

      jadi fleksibel aja mbak. triknya kasih sesuatu utk dipegang atau dimakan pas duduk di high chair, supaya anak paham duduk di high chair=makan. alhamdulillah, meski selang seling begitu, sekarang Rasya mulai mengerti makan harus di meja makan, walau kadang ya sambil main juga hehehe. selamat mencoba :)

      Delete