Catatan Rasya (22): Motorik VS Bahasa

Gundah tapi nggak galau. Resah tapi nggak gelisah.
Begitu perasaan saya sejak Rasya tepat berusia 2 tahun. 
PR besar kami masih menanti untuk segera dikerjakan, yakni menyapih Rasya dan menanti lebih banyak kata darinya.

Sebisa mungkin juga saya mesti kuat mendengarkan setiap pertanyaan orang soal 'lho masih ASI?' atau 'ngomongnya udah lancar?' sambil mencari jawaban diplomatis. Maklumlah, itu pertanyaan standar yang harus dihadapi oleh semua ibu beranak balita. Apalagi banyak anak seumuran Rasya yang perkembangan bahasanya meluncur jauh. 

Namun, saya dan suami sepakat untuk tetap menunggu, dan belum tergerak pergi konsultasi ke dokter atau psikolog (meski sudah banyak yang menyarankan). Bukan, bukan karena kami berdua lulusan psikologi terus kami sok tahu soal ini. Bukan juga karena kami terlalu santai atau nggak khawatir. Kami malah khawatir, tetapi kami percaya Rasya punya timing sendiri untuk menjebol tanggulnya. Sampai saat ini ia masih sibuk menyerap seluruh kata yang ia dengar, juga mengenali setiap huruf yang ia lihat di benda apapun. Plus, ia sudah paham kata-kata yang ia dengar dan meresponnya dengan baik, seperti catatan suami saya di sini.

Ya, sejak saya belikan puzzle huruf, Rasya sedang semangat-semangatnya belajar mengenal huruf. Belakangan ia lumayan fasih melafalkan huruf vokal a, i, u, e, o. Lucu banget mendengar ia berusaha melafalkan huruf U sambil monyong-monyong. Setiap ada benda berhuruf, ya buku, majalah, bungkus biskuit, menu restoran, ia sibuk menunjuk dan minta dibacakan itu huruf apa. Makanya, saya jadi bersemangat dan tetap yakin, sebentar lagi tanggul kosakatanya akan segera jebol. 
pinjam dari suami
Kemarin malah saya mendengar Rasya menirukan suara mobil saat bermain mobil-mobilannya. Sambil meluncur ia bilang 'ngeeeennnggg', yang malah terdengar seperti 'nenen.' Belum lagi ocehannya kalau lagi ditinggal sebentar ke kamar mandi, maka ia akan sibuk teriak-teriak di depan pintu kamar mandi sambil memanggil 'maaa, huhuhu, maaaa.' Atau bagaimana ia ceria menyambut ayahnya pulang dan memanggil 'yayaah!' 

Ia mulai berbahasa, meski belum sempurna, tetapi ia tahu persis bagaimana berkomunikasi. Selain itu, saya melihat perkembangan motorik Rasya luar biasa pesat. Silakan intip checklist perkembangan Rasya yang saya ambil dari sini. 

Bisa jadi ini sebagai 'kompensasi' atas penguasaan bahasa yang belum sempurna ya. Pengamatan saya, di usia 2 tahun ia sudah lancar makan dengan sendok, baik makanan berkuah maupun nasi. Ia juga sudah menggenggam krayon dengan jari, seperti menulis (dan 'mewarnai' dinding rumah kami). Menjumput benda-benda kecil, memasang puzzle sesuai bentuknya, bermain bola, sampai menyetir mobil-mobilan, semua ia kuasai dengan baik. Begitu juga dengan motorik kasarnya. Ia adalah anak yang aktif, selalu bergerak, memanjat, naik turun undakan atau tangga, dan melompati apapun, dengan berani. Berjoget adalah keahliannya kini, menggerakkan tubuhnya pun semakin selaras dengan musik, ada signature style tersendiri :D
pinjam dari suami
Mengutip pernyataan kolega saya di tempat kerja, 'Anakmu itu baik-baik saja, memang dia sangat aktif dan pasti lama-lama bisa ngomong. Yang penting tetap rajin merangsangnya supaya mau bicara, ya dibacakan cerita, dengar lagu, diajak ngobrol. Tenang saja.' Ya, semoga benar adanya, semoga Rasya sudah tahu kapan harus menjebol tanggulnya, supaya kata-kata mengalir deras dari bibirnya. 

Cepat besar ya, anak pintar! :*

2 comments:

  1. semoga anaknya cepat besar dan makin pintar ya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, amiinn, terima kasih sudah mampir :)

      Delete

Powered by Blogger.