Laman

  • Home
  • About Me
  • Contact Me

Friday, May 31, 2013

Panggilan untuk Si Ayah

Sejak dekat dan berpacaran hampir delapan tahun lalu, saya dan suami selalu memanggil nama. Nama saja, tanpa embel-embel 'mas' atau 'dek'. Ya gimana, awalnya teman, satu angkatan pula. Rasanya aneh untuk memanggil dia dengan 'Mas Ilham' atau 'Kak Iyam'. Panggilan terakhir rupanya berlaku untuk para junior kami di kampus. 

Entah mulainya dari mana, saya juga lupa bagaimana metaforsisnya, tiba-tiba kami punya panggilan sayang sendiri. Panggilan sayang itu cuma khusus untuk si suami dan saya, sepaket, nggak kurang nggak lebih. Teman-teman kuliah saya pasti tahu panggilan saya untuk suami apa dan apa panggilan suami untuk saya *tersipu malu*

Saking kreatifnya kami berdua, panggilan sayang satu sama lain itu jadi beragam. Nggak cuma satu sih seingat saya, ada beberapa set. Keluarnya panggilan itu tergantung dari situasi dan kondisi saat kami berbicara. Jika sedang berbicara di depan orang tua kami, kami akan menyebut nama masing-masing untuk membahasakan diri. Di depan teman-teman ya sebut nama, kecuali beberapa teman dekat yang memang tahu panggilan sayang suami biasanya juga ikut memanggil suami demikian, hehehe.

Nah, jadi PR yang belum tuntas sampai sekarang adalah ketika saya hamil. Kami harus menyepakati, mau dipanggil apa oleh si kecil nanti. Saya sejak awal menahbiskan diri sebagai 'Mama', sementara saat hamil suami saya bahasakan 'Papa' yang ternyata berubah begitu Rasya lahir. Kami ingin 'melestarikan' warisan kedua orang tua masing-masing. Saya biasa dengan 'Mama', sementara suami terbiasa dengan 'Ayah.' 

Tapiiiiiii.....betapa susahnya membiasakan diri memanggil suami dengan sebutan 'Ayah'! Bahkan sampai sekarang. Saya masih terus mencoba untuk terbiasa memanggilnya 'Ayah' ketimbang panggilan sayang itu. Pun ketika bertemu orang lain, menyebut suami dengan kata 'ayah' daripada 'Ilham' itu masih jadi PR saya. Ini lagi saya galakkan, nggak cuma saat depan Rasya, tetapi juga di social media, bicara dengan teman, atau lainnya. Sulit yaaaa tenyata, saking lekatnya panggilan sayang itu *eaaaa, sok romantis*

Eh tapi benar, saya jarang mendengar suami menyebut nama saya lho, ketimbang nama panggilan itu :D Rasanya janggal kalau ia menyebut nama. Lebih baik kalau ia panggil saya 'Mama' deh. 

Hmmm......semoga kelak saat Rasya sudah lancar bicara, ia betul-betul hanya memanggil kami dengan 'ayah' dan 'mama' yaa. Habis, kadang saya dan suami masih sering memanggil panggilan sayang itu, meski frekuensinya berkurang sih (kecuali kalau lagi berdua saja, ehem!). Yang mesti sedikit direm ituuu...kebiasaan suami memanggil saya dengan panggilan-panggilan aneh! Kalau Rasya nanti malah meniru yang aneh itu 'kan bikin sebel! *melotot ke suami*

Bagi-bagi donk, pengalaman latihan memanggil nama suami dengan papa, ayah, abi, atau sebutan lainnya :)

Kado ultah ke-20 dari suami, hampir 8 tahun lalu! :">

No comments:

Post a Comment